JAKARTA, Cobisnis.com – Perasaan cemas tidak selalu muncul ketika seseorang sedang menghadapi persoalan berat. Dalam situasi tertentu, rasa khawatir dapat datang secara tiba-tiba meskipun kondisi sekitar sebenarnya berjalan normal.
Kecemasan dapat membuat tubuh memberikan berbagai respons, seperti detak jantung yang meningkat, otot terasa kaku, pikiran sulit rileks, hingga muncul keinginan untuk segera menyelesaikan berbagai hal.
Ketika kondisi tersebut terjadi, tubuh dapat bereaksi seolah-olah sedang menghadapi ancaman. Padahal, belum tentu ada bahaya nyata yang sedang dihadapi.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menenangkan diri. Salah satunya adalah dengan sengaja memperlambat salah satu aktivitas yang sedang dilakukan.
Perlambat Aktivitas yang Sedang Dilakukan
Terapis berlisensi sekaligus pendiri Nadia Fiorita Psychotherapy & Coaching, Nadia Fiorita, mengatakan tekanan dalam pekerjaan maupun kecemasan dapat membuat seseorang terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara tergesa-gesa.
Untuk mengatasinya, ia menyarankan memilih satu gerakan sederhana dan melakukannya secara perlahan.
“Perlambat satu gerakan biasa dengan sengaja,” kata Fiorita, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (22/08/2026).
Cara tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya saat mengambil minuman, membuka pintu, menutup ritsleting tas, atau meneguk air.
Menurut Fiorita, memperlambat gerakan dapat membantu seseorang mengembalikan perhatian pada aktivitas yang sedang dilakukan. Teknik sederhana ini juga bisa menjadi cara untuk mengurangi fokus berlebihan pada berbagai kekhawatiran.
“Ini mengirimkan pesan kepada pikiran dan tubuh bahwa tidak ada keadaan darurat yang sedang terjadi,” ujarnya.
Memberikan jeda seperti ini dapat membantu tubuh keluar dari respons waspada yang berlebihan.
Seseorang tidak perlu memaksa rasa cemas menghilang seketika, tetapi bisa memberikan waktu agar tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Jangan Terbawa Pikiran Negatif
Fiorita juga menyarankan agar seseorang berusaha memperhatikan keadaan secara objektif ketika rasa cemas mulai muncul.
Kecemasan sering membuat seseorang langsung memberikan kesimpulan terhadap suatu situasi. Hal yang sebenarnya biasa saja dapat dianggap sebagai sesuatu yang buruk atau memicu kekhawatiran berlebihan.
Bahkan, pikiran dapat berkembang hingga membayangkan berbagai kemungkinan terburuk yang belum tentu terjadi.
Karena itu, seseorang dapat mencoba mengganti penilaian tersebut dengan mengamati apa yang benar-benar sedang terjadi. Dengan cara ini, perhatian dapat diarahkan kembali pada fakta yang ada, bukan hanya pada kekhawatiran yang muncul dalam pikiran.













