• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, May 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Camat dan Kades Larang Lansia Pakai Rakit, Kementerian PPPA: Ini Kekerasan Berbasis Gender Kepada Kaum Lemah

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
February 3, 2021
in Humaniora
0
Soal Lansia Terlantar Gara-gara Rakit, Dewan Lebong: Camat Wajib Dicopot!

Cobisnis.com – Insiden penelantaran dua wanita lansia oleh oknum Camat dan Kades di Bengkulu, mendapat sorotan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI. Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA RI, Vennetia Ryckerens Dannes, mengatakan, pihaknya akan melindungi perempuan rentan, seperti lansia, dan penyandang disabilitas.

“Kami sangat menyesalkan kejadian yang terjadi di Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Sebagai orang nomor satu di sana, Camat Rimbo Pegadang dan Kades Teluk Dien yang masih bersaudara, harusnya memberi contoh,” ungkap Vennetia dalam keterangan persnya, Selasa (2 Februari 2021).

Menurut profesor Vennetia, Camat dan Kades telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk menindas kaum lemah. Peraih gelar master bidang Kinesiologi Fisiologi dari Universitas Simon Fraser, Kanada itu menilai, tindakan Camat dan Kades termasuk kekerasan terhadap lawan jenis dan tingkat usia.

“Kasus ini merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ruang publik. Kekerasan karena ada relasi kuasa antara pelaku, yaitu Camat dan Kades sebagai penguasa wilayah tersebut, kepada kaum lemah, yaitu dua orang ibu ibu lansia,” urai Guru Besar Fakultas Kedokteran Unsrat Manado tersebut.

Dalam budaya Indonesia, terang Vennetia, menekankan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Gotong royong, saling tolong menolong, membantu orang dalam kesusahan, dan saling menghormati. Khususnya, terhadap kelompok lansia.

“Insiden ini, tidak seharusnya terjadi. Dimana-mana pasti ada budaya kearifan lokal. Kepada orang tua kita ada rasa sayang. Semua lansia adalah orang tua kita,” papar Vennetia.

Profesor kelahiran Manado tersebut juga mempertanyakan sikap Camat dan Kades melarang penggunaan rakit. Dirinya tidak habis pikir mengapa Camat dan Kades bisa setega itu menelantarkan keduanya hingga ketinggalan waktu ibadahnya.

“Apakah dua lansia itu harus membayar? Apakah karena takut nenek-nenek ini jatuh atau tenggelam? Kalau seperti itu, namanya rasa sayang yang salah. Kalau memang khawatir seperti itu, seharusnya dibantu, seberangkan,” imbaunya.

Lansia, kata Vennetia, perlu diberikan ruang begerak yang sama dengan kalangan muda lainnya. Karena, lansia berpengaruh besar dalam pembentukan generasi penerus bangsa. Untuk itu, pembatasan terhadap lansia tidak dapat dibenarkan.

“Kita tidak boleh melarang lansia beraktifitas. Selagi dia mampu, kita harus buka ruang untuk mereka. Potensi sumber daya mereka juga merupakan aset pembangunan. Mereka kaya pengalaman, pengetahuan, sampai menjadikan anak-anaknya sukses. Itu bukanlah hal mudah. Sayangi, hormati, dan berdayakan mereka sesuai potensi dan kemampuannya,” pesan Vennetia.

Vennetia mengatakan, salah satu program di KPPPA adalah “Gerakan Sayang Lansia” dengan moto “Semua Lansia adalah Orang Tua Kita.” Program tersebut, tegasnya, perlu disosialisasikan lebih luas, agar dapat menjangkau hingga ke pelosok negeri. Pihaknya juga akan mengajak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi(PDTT).

“Kami mohon, rekan-rekan media sebagai ujung tombak dapat mensosialisasikannya. Kami akan bekerjasama dengan Kementeruan PDTT untuk mengintegrasikan program ini ke dalam Desa Tangguh Ramah Lansia,” demikian Vennetia.

Untuk diketahui, sebelumnya dua wanita lansia, Rosni (70), Sumiaty (65), dan keluarganya terdampar selama berjam-jam di tepi sungai Ketaun, Talang Ratu, Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu, Kamis (28/1) siang.

Mereka dilarang menyeberang menggunakan rakit oleh oknum Kades Teluk Dien, Jon Kenedi, yang mengklaim sebagai pemilik rakit. Tindakan Kades tersebut juga didukung kakak kandungnya selaku Camat Rimbo Pengadang, Lasmudin yang berada di lokasi kejadian.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download huawei firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download

Related Posts

Presiden Tinjau dan Beri Pembekalan 1.000 Perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung 2026

Presiden Tinjau dan Beri Pembekalan 1.000 Perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung 2026

by Hidayat Taufik
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada sekitar 1.000 perwira siswa TNI dan Polri di Sekolah...

Mohamed Salah dan Andy Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool

Mohamed Salah dan Andy Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool

by Desti Dwi Natasya
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pekan terakhir Premier League musim 2025/2026 menjadi momen emosional bagi publik Anfield setelah dua pemain senior Mohamed...

Herbalife Soroti Pentingnya Kesehatan Usus dan Ritme Sirkadian

Herbalife Soroti Pentingnya Kesehatan Usus dan Ritme Sirkadian

by Rizki Meirino
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobismis.com – Herbalife menyoroti pentingnya menjaga kesehatan usus dan ritme sirkadian dalam mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pola makan,...

Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap, Kick-off 12 Juni dan Final 20 Juli

Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap, Kick-off 12 Juni dan Final 20 Juli

by Hidayat Taufik
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen...

FDA AS Setujui Insulin Basal Mingguan untuk Diabetes Tipe 2

FDA AS Setujui Insulin Basal Mingguan untuk Diabetes Tipe 2

by Rizki Meirino
May 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes. Namun, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026, Link Resmi dan Tahapan Lengkap

Cara Cek Pengumuman UTBK SNBT 2026, Link Resmi dan Tahapan Lengkap

May 25, 2026
Sun Life Rayakan 31 Tahun Lewat Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026

Sun Life Rayakan 31 Tahun Lewat Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026

May 24, 2026
Sebelum Ada Kulkas, Orang Manggarai Sudah Pakai Teknik Ini untuk Awetkan Daging Berbulan-bulan

Sebelum Ada Kulkas, Orang Manggarai Sudah Pakai Teknik Ini untuk Awetkan Daging Berbulan-bulan

May 25, 2026
Geely EX2 Terbaru Hadir dengan Baterai Baru dan Logo Galaxy

Jangan Salah Paham, Ini Bedanya COVID-19 dengan Hantavirus

May 24, 2026
Presiden Tinjau dan Beri Pembekalan 1.000 Perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung 2026

Presiden Tinjau dan Beri Pembekalan 1.000 Perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung 2026

May 25, 2026
Mohamed Salah dan Andy Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool

Mohamed Salah dan Andy Robertson Resmi Tinggalkan Liverpool

May 25, 2026
Herbalife Soroti Pentingnya Kesehatan Usus dan Ritme Sirkadian

Herbalife Soroti Pentingnya Kesehatan Usus dan Ritme Sirkadian

May 25, 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap, Kick-off 12 Juni dan Final 20 Juli

Jadwal Piala Dunia 2026 Lengkap, Kick-off 12 Juni dan Final 20 Juli

May 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved