• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Bukan Virus Baru, Hantavirus Sudah Ada Sejak Perang Korea, Ini Fakta Lengkapnya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 8, 2026
in News
0
Bukan Virus Baru, Hantavirus Sudah Ada Sejak Perang Korea, Ini Fakta Lengkapnya

JAKARTA, Cobisnis.com – Hantavirus kembali jadi sorotan internasional setelah wabah melanda penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik. WHO konfirmasi lima kasus dan tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut kemungkinan masih ada kasus lain yang belum terdeteksi. Namun ia tegaskan risiko terhadap kesehatan masyarakat secara umum tetap rendah.

Meski ramai diperbincangkan, hantavirus bukan penyakit baru. Kemenkes RI menjelaskan virus ini sudah diidentifikasi sejak 1978 di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan, dan diduga terkait lebih dari 3.000 kasus demam berdarah pada pasukan PBB usai Perang Korea.

Hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularannya lewat kontak dengan tikus terinfeksi, termasuk urine, kotoran, dan air liurnya.

Jenis yang terdeteksi di MV Hondius adalah virus Andes, yang umum tersebar di Amerika Selatan. Varian ini paling diperhatikan karena ada indikasi penularan terbatas antar manusia.

Hantavirus bisa sebabkan dua kondisi serius. Pertama HFRS yang serang ginjal, dan kedua HPS yang serang paru-paru.

Gejala HFRS meliputi sakit kepala intens, demam, menggigil, mual, hingga penglihatan kabur. Tingkat kematian akibat HFRS berada di kisaran 5 hingga 15 persen.

HPS jauh lebih mematikan dengan tingkat kematian 40 hingga 50 persen. Gejalanya berkembang dari demam dan nyeri otot menjadi sesak napas berat dalam empat hingga sepuluh hari.

Hantavirus punya tujuh tipe utama dengan persebaran berbeda di tiap wilayah. Tipe Seoul satu-satunya yang tersebar di seluruh dunia, sementara tipe lain lebih terlokalisasi.

WHO tegaskan semua orang dari segala usia berpotensi terpapar hantavirus. Kewaspadaan tetap perlu dijaga terutama bagi yang sering terpapar lingkungan dengan populasi tikus tinggi.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download lava firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: CobisnishantavirusHeadlineKesehatan GlobalMV HondiusPebisnismudaVirus AndesWHO

Related Posts

Hana Bank Tumbuh Positif Laba Naik 9,21% hingga Rp360,76 Miliar

Hana Bank Tumbuh Positif Laba Naik 9,21% hingga Rp360,76 Miliar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank KEB Hana Indonesia atau Hana Bank mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Laba bersih...

PT KBI raih tiga penghargaan

Jelang HUT Ke-42, PT KBI Borong Tiga Penghargaan Bergengsi Sekaligus

by Rizki Meirino
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 yang akan diperingati pada 25 Agustus 2026, PT Kliring Berjangka Indonesia...

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

Kemnaker Ubah Istilah Pemulung Jadi Pemilah Sampah, Ini Alasannya

by Desti Dwi Natasya
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker akan menyiapkan perubahan nomenklatur pekerjaan pemulung menjadi pemilah sampah. Perubahan istilah tersebut dilakukan...

Banyak Warga Mulai Pakai Paylater untuk Biayai Gaya Hidup

Banyak Warga Mulai Pakai Paylater untuk Biayai Gaya Hidup

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Paylater atau buy now pay later kini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan mendesak. Sejumlah warga Jakarta mengaku...

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Kenapa Kelas Menengah Malah Menyusut?

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Kenapa Kelas Menengah Malah Menyusut?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ekonomi Indonesia masih tumbuh sekitar 5 persen, tetapi kondisi kelas menengah justru menunjukkan tekanan. Dalam lima tahun,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prabowo Dorong Perampingan BUMN, Pertamina dan PLN Jadi Perhatian

Prabowo Dorong Perampingan BUMN, Pertamina dan PLN Jadi Perhatian

August 10, 2026
Kabar Baik! Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari

Kabar Baik! Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari

August 10, 2026
BPS Ungkap Alasan Jumlah UMKM Indonesia Sulit Dihitung Secara Pasti

BPS Ungkap Alasan Jumlah UMKM Indonesia Sulit Dihitung Secara Pasti

August 10, 2026
Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI Catat Fundamental Bisnis Solid di Semester I 2026, Kredit Tumbuh 24,4%

August 10, 2026
Hana Bank Tumbuh Positif Laba Naik 9,21% hingga Rp360,76 Miliar

Hana Bank Tumbuh Positif Laba Naik 9,21% hingga Rp360,76 Miliar

August 10, 2026
Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

August 10, 2026
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

August 10, 2026
PT KBI raih tiga penghargaan

Jelang HUT Ke-42, PT KBI Borong Tiga Penghargaan Bergengsi Sekaligus

August 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved