JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah menghentikan sementara operasional 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga 12 Mei 2026. Langkah itu menjadi bagian dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyebut banyak SPPG belum memenuhi standar operasional. Karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah suspend sementara.
Selain melakukan inspeksi rutin, pemerintah juga memperkuat pengawasan program MBG. BGN kini membuka layanan pengaduan publik melalui call center SAGI 127.
Sepanjang 2026, masyarakat telah mengirim lebih dari 3.600 laporan terkait pelaksanaan MBG. Pemerintah kemudian memakai laporan tersebut untuk memperbaiki tata kelola program.
Qodari menegaskan pemerintah ingin menjaga kualitas distribusi makanan bergizi. Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Di sisi lain, survei terbaru menunjukkan program MBG mulai memberi dampak positif. Persentase siswa yang menghabiskan makanan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Kemudian, kualitas menu dan cita rasa makanan juga membaik. Banyak rumah tangga penerima manfaat merasa program ini membantu mengurangi pengeluaran harian.
Selain itu, masyarakat menilai MBG mempermudah akses terhadap makanan bergizi. Karena itu, pemerintah berencana terus mengevaluasi dan memperkuat pelaksanaan program pada 2026.













