• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bagaimana AI Membantu Perusahaan Mengurangi Jejak Karbon Sekaligus Meningkatkan Margin Keuntungan

Saeful Imam by Saeful Imam
September 17, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Bagaimana AI Membantu Perusahaan Mengurangi Jejak Karbon Sekaligus Meningkatkan Margin Keuntungan

Kecerdasan buat semakin mutakhir karena bisa meningkatkan margin keuntungan

JAKARTA, COBISNIS.COM – Aspek keberlanjutan (sustainability) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab perusahaan-perusahaan yang ada dan banyak dari mereka menyadari bahwa mengurangi jejak karbon (carbon footprint) dapat berjalan beriringan dengan peningkatan performa bisnis, terutama dengan menggunakan inovasi berbasis kecerdasan buatan (atau artificial intelligence – AI). Di Indonesia, transformasi ini pun sangat diperlukan untuk mendukung komitmen iklim nasional, seperti pada target mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29% dalam kondisi normal di tahun 2030, sebagaimana tercantum dalam Nationally Determined Contributions (NDC) yang telah diperbarui oleh pemerintah.

“Di IBM, kami berkomitmen membantu organisasi-organisasi di seluruh Indonesia mewujudkan tujuan keberlanjutan mereka menjadi hasil nyata yang dapat diimplementasikan. AI bukan hanya suatu alat untuk mengoptimalkan operasional bisnis, tapi juga bisa berperan sebagai katalis perubahan penting bagi bisnis untuk usaha keberlanjutan mereka,” kata Roy Kosasih, Presiden Direktur, IBM Indonesia. “Kami melihat ini sebagai masa depan bisnis, di mana keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan bisa berjalan beriringan.”

Berikut adalah tiga cara bagaimana AI dapat membantu perusahaan mengurangi emisi sekaligus meningkatkan daya saing dan pendapatan mereka: 

Mengoptimalkan rantai pasokan (supply chain) untuk peningkatan efisiensi

Rantai pasokan kerap menjadi penyumbang emisi tertinggi karena divisi logistik yang kurang efisien, produksi yang berlebihan, dan limbah yang dihasilkan. Dengan inovasi berbasis AI, manajemen rantai pasokan bisa memprediksi permintaan secara lebih akurat, mengoptimalkan rute logistik, dan meminimalkan limbah. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi emisi tetapi juga menghasilkan penghematan biaya bagi perusahaan. Dalam konteks komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi di berbagai sektor, optimalisasi operasional dengan AI juga dapat mendukung komitmen keberlanjutan negara untuk mengurangi emisi karbon. Pemerintah telah mencatat bahwa untuk mencapai target pengurangan 41%, mereka memerlukan kolaborasi dari perusahaan, publik, dan seluruh ekosistem yang terlibat.

Mengoptimalkan konsumsi energi

Konsumsi energi adalah salah satu kontributor terbesar emisi karbon dan AI dapat membantu mengurangi dampak ini dengan mengoptimalkan penggunaan energi. Dengan mengintegrasikan AI ke dalam proses monitoring yang sudah ada, bisnis dapat menganalisis pola konsumsi energi secara langsung di berbagai aspek operasi mereka. Wawasan baru yang bisa didapatkan lewat penggunaan AI ini memungkinkan penyesuaian yang proaktif untuk mencegah pemborosan energi, melakukan pengurangan emisi, dan memangkaskan biaya.

Sebagai contoh, di Water Corporation di Australia, bermigrasi ke infrastruktur berbasis AI yang didukung cloud berhasil mengurangi emisi karbon sekitar 150 metrik ton per tahun dan menurunkan biaya operasional lebih dari 40%. Kombinasi pemantauan berbasis AI dan infrastruktur ramah energi ini tidak hanya membantu bisnis mencapai tujuan keberlanjutan mereka, tetapi juga mengurangi biaya untuk kebutuhan energi sehingga memberikan manfaat langsung bagi laba perusahaan

Meningkatkan pelaporan dan kepatuhan pada komitmen keberlanjutan perusahaan

Salah satu tantangan yang sering dihadapi perusahaan adalah menavigasi peraturan keberlanjutan yang kompleks dan pelaporan kemajuan mereka secara akurat. AI dapat menyederhanakan proses ini dengan mengotomatisasikan pengumpulan data yang dibutuhkan terkait keberlanjutan, memastikan bahwa perusahaan dapat melacak dan menganalisis kinerja mereka, serta mematuhi regulasi yang berubah-ubah di laporan mereka.

Di Asia Tenggara, teknologi AI telah menjadi kunci dalam melacak dan melaporkan metrik keberlanjutan seperti emisi. Sebagai contoh, PT SUCOFINDO memanfaatkan teknologi canggih tersebut untuk memantau tingkat emisi dan mendukung upaya keberlanjutan dengan melacak dan melaporkan metrik kinerja lingkungan secara akurat. Dan untuk laporan tata kelola, sangat penting bagi badan independen untuk memverifikasi kepatuhan terhadap laporan ini.

Pendekatan berkelanjutan ini sangat berharga bagi organisasi di seluruh Asia Tenggara, di mana menurut sebuah studi oleh Ecosystems hanya 1% bisnis yang sepenuhnya siap untuk AI. Kerangka pelaporan dan tata kelola berbasis AI penting untuk mencapai transparansi dan kepatuhan. Bagi bisnis di Indonesia, yang diharuskan berkontribusi pada target iklim nasional, transparansi dan pelaporan berbasis AI ini akan sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang.

Inovasi berbasis AI secara perlahan mengubah cara berbagai bisnis melakukan usaha keberlanjutan dengan mengubahnya dari sekadar kepatuhan perusahaan menjadi peluang pertumbuhan strategis. Dengan meningkatkan efisiensi rantai pasokan, mengoptimalkan konsumsi energi, dan merampingkan pelaporan keberlanjutan, AI dapat membantu perusahaan memantau dan mengurangi jejak karbon mereka sambil meningkatkan pendapatannya. Saat bisnis mengadopsi solusi AI, mereka tidak hanya mendukung tujuan iklim nasional tetapi juga mengamankan keunggulan kompetitif di masa depan yang semakin berkelanjutan.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: AImargin keuntungan

Related Posts

Belanda Siapkan Penggantian 25.000 ASN dengan AI

Belanda Siapkan Penggantian 25.000 ASN dengan AI

by Desti Dwi Natasya
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Belanda berencana memangkas sekitar 25.000 posisi pegawai negeri penuh waktu mulai tahun depan dan memperluas penggunaan...

Ekonom Apollo Global Management Torsten Slok menilai AI belum memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mayoritas perusahaan besar di luar sektor teknologi.

Ekonom Sebut AI Belum Untungkan Perusahaan Nonteknologi

by Desti Dwi Natasya
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Investasi besar-besaran dan meluasnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia usaha dinilai belum memberikan...

IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia 2026 menjadi 4,8%, didukung dampak guncangan energi yang terbatas dan pesatnya perkembangan AI.

IMF Ungkap Dua Penopang Pertumbuhan Ekonomi Asia

by Desti Dwi Natasya
October 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai ekonomi Asia menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global,...

AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Meta Rilis Muse Spark Open, AI untuk Mac Apple

by Desti Dwi Natasya
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meta meluncurkan Muse Spark Open, model kecerdasan buatan (AI) open-weight yang dirancang untuk menangani tugas pengodean kompleks...

Meta meluncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full dengan fitur memori aktif, kemampuan coding, serta dukungan untuk tugas kompleks jangka panjang.

Meta Luncurkan Muse Wonder dengan Memori Aktif

by Desti Dwi Natasya
October 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Meta melalui laboratorium superintelijennya meluncurkan dua model kecerdasan buatan (AI) terbaru, Muse Wonder dan Muse Wonder Full,...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Singapura Tak Tinggal Diam soal Kabut Asap, 8 Bos Sawit Dipanggil

Singapura Tak Tinggal Diam soal Kabut Asap, 8 Bos Sawit Dipanggil

October 28, 2026
Malaysia Buka Peluang Kerja Sama Penanganan Karhutla dengan Indonesia

Malaysia Buka Peluang Kerja Sama Penanganan Karhutla dengan Indonesia

October 28, 2026
Pertemuan Tertutup Prabowo dan Menlu Singapura Berlangsung di Hambalang

Pertemuan Tertutup Prabowo dan Menlu Singapura Berlangsung di Hambalang

October 29, 2026
IST

Gerebek Pemukiman, Israel Lanjutkan Serangan di Hebron Selama 6 Hari Berturut-turut

October 29, 2026
CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

CIO Danantara Pandu Sjahrir Tercatat Punya Saham di Broker Tersanksi

October 29, 2026
Must Eat Hadir, Bantu Pengguna Temukan Kuliner Favorit

Must Eat Hadir, Bantu Pengguna Temukan Kuliner Favorit

October 29, 2026
Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

October 29, 2026
DIDIMAX Raih Best Futures Companies CNBC Indonesia Awards 2026, Perkuat Rekam Jejak Pencapaian

DIDIMAX Raih Best Futures Companies CNBC Indonesia Awards 2026, Perkuat Rekam Jejak Pencapaian

October 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved