JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus penipuan menggunakan teknologi tiruan suara berbasis kecerdasan buatan atau AI semakin meningkat. Teknologi ini memungkinkan pelaku meniru suara seseorang hanya dari beberapa detik rekaman asli.
Akibatnya, banyak korban kesulitan membedakan suara asli dan suara hasil rekayasa AI. Salah satu korban berasal dari California, Amerika Serikat.
Ia mengaku kehilangan ribuan dolar setelah menerima panggilan yang terdengar seperti suara putrinya yang sedang dalam bahaya. Namun, perempuan itu kemudian menduga panggilan tersebut merupakan penipuan berbasis AI.
Menurut data FBI, warga Amerika kehilangan lebih dari US$893 juta akibat berbagai penipuan terkait AI sepanjang tahun lalu. Angka tersebut mencakup penipuan tiruan suara, email phishing berbasis AI, hingga penipuan asmara digital.
Selain itu, sejumlah bank internasional telah memperingatkan nasabah terkait ancaman voice cloning.













