• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

AS jadi Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI Maret 2025

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
April 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Indonesia Berhasil Surplus Neraca Perdagangan 2,91 Miliar Dolar di Maret 2023

Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor ke China mengalami penurunan 211,9 juta dolar AS pada Januari 2020 jika dibandingkan dengan Desember 2019, yakni penurunan pada komoditas ekspor lemak hewan nabati dan bahan kimia organik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang surplus neraca perdagangan terbesar bagi Indonesia pada Maret 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan menuturkan, surplus neraca perdagangan Indonesia ini terjadi dengan beberapa negara, tiga terbesar adalah Amerika Serikat, India, dan Filipina.

“Beberapa negara dengan tiga terbesar adalah Amerika Serikat 1,98 miliar dolar AS, India 1,04 miliar dolar AS, dan Filipina 0,71 miliar dolar AS,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin, 21 April 2025.

Amalia menjelaskan Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan non minyak dan gas (migas) dengan AS sebesar 1,98 miliar dolar AS pada Maret 2025 atau naik bila dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 1,57 miliar dolar AS.

Adapun komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) sebesar 465 juta dolar AS, alas kaki (HS 64) senilai 239,7 juta dolar AS, serta lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 238,7 juta dolar AS.

“Pertama dengan Amerika seperti biasa didorong oleh komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), alas kaki (HS 64), serta lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15),” ujarnya.

Amalia menyampaikan posisi kedua negara yang mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan Indonesia adalah India yang mencapai 1,04 miliar dolar AS, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 1,266 miliar dolar AS.

Untuk diketahui, komoditas bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 456,2 juta dolar AS, kemudian lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai 257,5 juta dolar AS, serta besi dan baja (HS 72) sebesar 130,3 juta dolar AS.

Kemudian surplus dengan Filipina mencapai 714,1 juta dolar AS, atau turun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 754,1 juta dolar AS.

Adapun, komoditas penyumbang terbesar adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 238,4 juta dolar AS, bahan bakar mineral (HS 27) senilai 173,7 juta dolar AS, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar 88 juta dolar AS.

Sementara itu, defisit perdagangan terjadi dengan beberapa negara tiga terbesar yakni China sebesar 1,11 miliar dolar AS, Australia 0,35 miliar dolar AS, dan Thailand 0,19 miliar dolar AS.

Amalia menyampaikan penyumbang defisit non migas dari China sebesar 1,11 miliar dolar AS dengan penyumbang terbesar berasal dari mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) sebesar 1,44 miliar dolar AS, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) senilai 1,30 miliar dolar AS, serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 351,8 juta dolar AS.

Kemudian defisit non migas dengan Australia mencapai 353,2 juta dolar AS, dengan penyumbang defisit terdalam pada komoditas serealia (HS 10) sebesar 103,7 juta dolar AS, logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) senilai 91,2 juta dolar AS, serta bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 83,4 juta dolar AS.

Terakhir, defisit neraca perdagangan nonmigas dengan Thailand mencapai 195,4 juta dolar AS, dengan komoditas penyumbang defisit adalah US4 gula dan kembang gula (HS 17) sebesar 96,5 juta dolar AS, plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai 68,7 juta dolar AS, serta mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) sebesar 68,5 juta dolar AS.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy course
Tags: Amerikacobisnis.comSurplus neraca dagang

Related Posts

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah negara mencatat tingkat kemarahan yang tinggi sepanjang 2026. Temuan ini muncul dalam survei emosi global yang...

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat menyatakan Iran menyetujui rancangan kesepakatan baru yang berbasis pada pemenuhan kewajiban tertentu. Dalam skema...

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa defisit APBN kuartal I 2026...

BMKG Laporkan Gempa 5,2 di Laut Sulawesi, Tidak Picu Tsunami

Pesawat Berisi 267 Penumpang Rusak Usai Tabrak Tiang Saat Mendarat

by Desti Dwi Natasya
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah pesawat yang mengangkut 267 penumpang mengalami insiden setelah menabrak tiang lampu di area bandara. Benturan tersebut...

Piala Dunia 2026 Jadi Mahal, Pemain Timnas Swedia Bayari Perjalanan Keluarga

Piala Dunia 2026 Jadi Mahal, Pemain Timnas Swedia Bayari Perjalanan Keluarga

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 tidak hanya menguji kemampuan pemain di lapangan. Turnamen ini juga menghadirkan tantangan finansial bagi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Diskon Listrik 50 Persen PLN Berlaku Lagi hingga 23 Juni 2026, Begini Cara Klaimnya

June 10, 2026
Arab Saudi Resmikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates

Daftar Harga BBM di ASEAN Juni 2026, RI Tetap Paling Murah

June 10, 2026
Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

June 11, 2026
Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

June 13, 2026
Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

June 13, 2026
Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

June 13, 2026
Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

June 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved