• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Apa Itu Fifa Peace Prize dan Mengapa Donald Trump Memenangkannya?

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 7, 2025
in Sport
0
Apa Itu Fifa Peace Prize dan Mengapa Donald Trump Memenangkannya?

JAKARTA, Cobisnis.com – Apa itu FIFA Peace Prize dan mengapa Donald Trump memenangkannya? Saat miliaran penggemar sepak bola di seluruh dunia menyaksikan undian Piala Dunia pada Jumat lalu, mereka juga melihat Presiden FIFA Gianni Infantino memperkenalkan sebuah penghargaan baru yang cukup membingungkan.

Badan sepak bola dunia tersebut mengumumkan pada November lalu bahwa tahun ini akan menjadi pertama kalinya diberikan FIFA Peace Prize – penghargaan tahunan baru bagi individu yang dinilai FIFA telah melakukan “tindakan luar biasa demi perdamaian dan mampu menyatukan orang-orang di seluruh dunia.”

Tidak mengejutkan ketika Presiden AS Donald Trump menjadi penerima perdana penghargaan tersebut di atas panggung sebelum undian dimulai.

Namun, meskipun FIFA menyatakan bahwa penghargaan itu diberikan atas nama lebih dari 5 miliar penggemar sepak bola di dunia, proses pemilihan pemenangnya masih belum jelas.

Berikut penjelasan mengenai penghargaan baru ini dan mengapa kemenangan Trump menimbulkan kontroversi.

Kapan dan di mana penghargaan itu diberikan?

Penghargaan tersebut diberikan sebelum undian Piala Dunia pada 5 Desember. Upacara berlangsung di John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, DC.

Trump saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Kennedy Center setelah pergantian pimpinan sebelumnya.

Mengapa Trump memenangkan penghargaan itu?

FIFA tidak banyak memberi petunjuk mengenai siapa yang akan menerima penghargaan perdana tersebut di tengah rumor bahwa penghargaan itu memang diarahkan untuk Trump.

Pada akhirnya, keputusan itu dapat diprediksi.

Infantino menyerahkan trofi, medali, dan sertifikat penghargaan kepada Trump, sambil berterima kasih karena dianggap membantu mengakhiri perang dan menyelamatkan nyawa.

Meski Trump memang terlibat dalam beberapa upaya perjanjian damai, klaimnya dalam menghentikan beberapa konflik dipertanyakan oleh pihak-pihak yang terlibat termasuk konflik India dan Pakistan yang ia sebut dalam pidatonya saat menerima penghargaan.

Trump menyebut kemenangan ini sebagai “salah satu kehormatan terbesar dalam hidup saya” sambil berterima kasih kepada keluarganya.

Momen ini pun mempertegas kedekatan Trump dan Infantino dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya terlihat bersama di sejumlah kesempatan, termasuk pada pelantikan Trump dan KTT perdamaian Sharm El-Sheikh awal tahun ini.

Infantino juga secara terbuka mendukung upaya Trump meraih Nobel Peace Prize, penghargaan yang akhirnya diberikan kepada pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado.

Sehari sebelum pemenang diumumkan, Infantino bahkan menulis di Instagram bahwa Trump “pasti” layak mendapatkannya. Tidak mengherankan jika FIFA kemudian menciptakan penghargaan perdamaian versinya sendiri pada tahun ini.

Mengapa kelompok HAM khawatir?

Sebelum Trump diumumkan sebagai penerima, sejumlah kelompok HAM menilai kedekatan Infantino dengan Trump dapat mengancam netralitas politik FIFA.

Kelompok advokasi FairSquare menyebut penghargaan ini sebagai “contoh terbaru dari salah urus serius di FIFA dan bukti bahwa organisasi ini sangat perlu direformasi.”

Direktur FairSquare, Nick McGeehan, menambahkan bahwa keputusan Infantino untuk menautkan FIFA dengan proyek MAGA Trump mungkin menguntungkan secara komersial, tetapi sangat merusak integritas sepak bola.

Dalam konferensi pers Rabu lalu, Direktur Human Rights Watch (HRW) untuk inisiatif global, Minky Worden, mengatakan bahwa mereka telah meminta penjelasan FIFA terkait proses pemilihan pemenang, tetapi tidak mendapat jawaban.

“Tidak ada proses, tidak ada nominasi lain, tidak ada juri,” ujarnya.

CNN Sports juga telah meminta klarifikasi kepada FIFA tentang proses penentuan pemenang, namun belum menerima respons.

Apa kata FIFA?

Pada November lalu, FIFA memberikan pernyataan terkait kekhawatiran atas kedekatan Infantino dan Trump. FIFA menegaskan bahwa merupakan bagian dari tugas presiden organisasi untuk menjaga hubungan baik dengan pemimpin negara-negara tuan rumah.

Sejak Kanada, Meksiko, dan AS memenangkan penunjukan tuan rumah Piala Dunia 2026, Infantino menjalin hubungan kuat dengan Trump dan para pemimpin negara co-host lainnya. Kerja sama tersebut menghasilkan pembentukan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA.

Kini setelah Trump resmi menjadi pemenang penghargaan tersebut, muncul lebih banyak pertanyaan mengenai hubungan FIFA dan Trump menjelang Piala Dunia tahun depan yang sudah penuh kontroversi.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpFIFAPeacePrizeKontroversiFIFA

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved