• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, November 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Alzheimer dan Demensia Berbeda, Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 21, 2026
in Lifestyle
0
Alzheimer dan Demensia Berbeda, Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai

JAKARTA, Cobisnis.com – Setiap 21 September diperingati sebagai Hari Alzheimer Sedunia. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran mengenai Alzheimer dan demensia, termasuk mengenali gejala serta mendapatkan pemeriksaan lebih awal.

Tema World Alzheimer’s Month 2026 membawa pesan, “The Earlier You Know, The More You Can Do: A Dementia Diagnosis Matters.” Pesan tersebut menekankan pentingnya mengetahui kondisi sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Indonesia kini memasuki fase ageing population dengan jumlah penduduk lanjut usia yang terus bertambah. Kondisi ini membuat perhatian terhadap penyakit yang berkaitan dengan usia, termasuk Alzheimer dan demensia, semakin penting.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan jumlah kasus demensia diperkirakan meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Pada 2025, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 34 juta atau 11,9% dari total populasi.

Estimasi tersebut menunjukkan lebih dari 2 juta kasus demensia pada 2025. Alzheimer disebut menjadi bentuk dominan dengan kontribusi lebih dari 60% dari total kasus demensia nasional.

Angka tersebut merupakan estimasi kasus demensia dan bukan jumlah pasti orang yang telah mendapatkan diagnosis Alzheimer. Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat sekitar 1,2 juta orang dengan demensia pada 2016 dan memproyeksikan jumlahnya mencapai 2 juta pada 2030 serta 4 juta pada 2050.

Data awal program Cek Kesehatan Gratis juga menunjukkan adanya persoalan fungsi kognitif pada kelompok lansia. Publikasi Infarkes Edisi I 2025 mencatat 32,36% lansia mengalami gangguan kognitif.

Gangguan kognitif tidak berarti seseorang otomatis mengalami Alzheimer. Kondisi tersebut memiliki cakupan lebih luas dan dapat dipengaruhi berbagai faktor, sehingga diagnosis Alzheimer tetap membutuhkan pemeriksaan serta penilaian medis.

Alzheimer sendiri merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan demensia dan menjadi bentuk paling umum. WHO memperkirakan Alzheimer menyumbang sekitar 60% hingga 70% dari seluruh kasus demensia di dunia.

Alzheimer berkaitan dengan kerusakan sel saraf otak secara bertahap. Perubahan tersebut antara lain melibatkan penumpukan protein beta amiloid dan tau yang dapat mengganggu komunikasi antarsel saraf.

Salah satu bagian otak yang terdampak sejak awal adalah hipokampus, yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan ingatan. Karena itu, gangguan daya ingat kerap menjadi salah satu tanda awal yang terlihat.

Seiring perkembangan penyakit, seseorang dapat mengalami kesulitan berpikir, memecahkan masalah, berbahasa, mengambil keputusan, hingga menjalankan aktivitas sehari hari. Dampaknya juga dapat dirasakan keluarga dan caregiver yang mendampingi pasien.

Secara global, sekitar 57 juta orang hidup dengan demensia pada 2021. WHO memperkirakan hampir 10 juta kasus baru demensia terjadi setiap tahun, sementara demensia bukan bagian normal dari proses penuaan.

Alzheimer hingga kini belum dapat disembuhkan. Pengobatan dan terapi yang tersedia ditujukan untuk membantu mengendalikan gejala, memperlambat perkembangan penyakit pada kondisi tertentu, serta mempertahankan kualitas hidup pasien.

Peringatan Hari Alzheimer Sedunia menjadi momentum untuk memahami bahwa perubahan fungsi kognitif tidak selalu dapat dianggap sebagai bagian biasa dari bertambahnya usia. Mengenali tanda dan mendapatkan pemeriksaan lebih awal dapat membantu menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
Tags: AlzheimerdemensiaHari Alzheimer SeduniaKesehatan LansiaKesehatan Otak

Related Posts

Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Tutup Usia

by Desti Dwi Natasya
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktor legendaris asal Inggris, Sir Patrick Stewart, dikabarkan meninggal dunia pada usia 86 tahun di kediamannya di...

Mudah Lupa? Ini Latihan Otak Sederhana yang Bisa Dicoba dalam 60 Detik

Mudah Lupa? Ini Latihan Otak Sederhana yang Bisa Dicoba dalam 60 Detik

by Hidayat Taufik
October 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesulitan mengingat nama, mencari kata yang ingin diucapkan, atau memahami informasi dalam waktu singkat dapat berkaitan dengan...

Cek Gula Darah - pexels/Mehmet BALCI

Gula Darah Rendah pada Lansia, Mengapa Bisa jadi Sangat Berbahaya

by Chodijah Febriani
October 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kadar gula darah rendah dapat dengan cepat berubah dari tanda peringatan menjadi keadaan darurat medis. Hal ini...

Hati-hati, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

Hati-hati, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

by Hidayat Taufik
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kondisi kecemasan tidak hanya berkaitan dengan faktor psikologis. Asupan nutrisi juga menjadi salah satu hal yang mulai...

Hobi Main Game sampai Larut Malam? Dokter Ungkap Risikonya

Hobi Main Game sampai Larut Malam? Dokter Ungkap Risikonya

by Hidayat Taufik
October 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kebiasaan tidur larut malam banyak dilakukan anak muda. Bermain game online, menonton tayangan, hingga berselancar di media...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hashim Cemas Rupiah Tembus Rp21 Ribu

Hashim Cemas Rupiah Tembus Rp21 Ribu

November 4, 2026
Hana Bank Tawarkan Tiket Gratis ke Korea Selatan lewat Program Tabungan

Hana Bank Tawarkan Tiket Gratis ke Korea Selatan lewat Program Tabungan

November 4, 2026
Prudential Indonesia Hadirkan PRUProsper Berbasis USD

Prudential Indonesia Hadirkan PRUProsper Berbasis USD

November 4, 2026
Rumah Jokowi di Solo Kosong, Benarkah Mantan Presiden Sedang Panik?

Rumah Jokowi di Solo Kosong, Benarkah Mantan Presiden Sedang Panik?

November 4, 2026
Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

Bank Mandiri dan Visa Hadirkan Livin’ MARKT 2026

November 5, 2026
Minuman Segar di Kafe - pexels/meomupmofilm

Studi: Sedotan Kertas Memiliki Risiko Kanker Lebih Besar daripada Plastik

November 5, 2026
Pelari - pexels/CRISTIAN CAMILO ESTRADA

Bahaya Rhabdomyolysis, Akibat Lari Ekstrem yang Dapat Membahayakan Jantung

November 5, 2026
PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

PDS PatKLIn, Kemenkes, POPTI, Sysmex Bersatu Cegah Talasemia

November 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved