• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, June 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in Teknologi
0
Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Instagram, Adam Mosseri, membantah bahwa pengguna dapat mengalami “kecanduan secara klinis” terhadap aplikasi media sosial tersebut saat memberikan kesaksian dalam persidangan penting yang menggugat induk perusahaan Instagram dan YouTube, Meta.

Mosseri menjadi eksekutif pertama yang bersaksi dalam persidangan terhadap Meta atas gugatan seorang perempuan berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Kaley. Penggugat menuduh perusahaan sengaja merancang fitur-fitur adiktif untuk “mengikat” pengguna muda, yang menurutnya berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.

Kasus ini merupakan yang pertama dari lebih dari 1.500 gugatan serupa yang masuk ke tahap persidangan, dan dinilai dapat menjadi ujian apakah raksasa media sosial bisa dimintai pertanggungjawaban atas dugaan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.

Dalam kesaksiannya, Mosseri mengatakan ia tidak percaya seseorang bisa kecanduan Instagram secara klinis, tetapi mengakui adanya kemungkinan “penggunaan bermasalah” yang berbeda pada tiap individu.

“Itu relatif,” ujarnya. “Ya, bagi individu tertentu, ada penggunaan Instagram yang melebihi batas kenyamanan mereka.” Ia mengibaratkannya seperti “menonton TV lebih lama dari yang terasa baik.”

Mosseri, yang menjabat sebagai kepala Instagram sejak 2018, juga membantah tudingan bahwa Instagram secara khusus menargetkan remaja demi memaksimalkan keuntungan.

“Kami menghasilkan lebih sedikit uang dari remaja dibandingkan kelompok demografis lain di platform,” katanya. “Remaja tidak banyak mengklik iklan dan tidak memiliki banyak pendapatan yang bisa dibelanjakan.”

Pengacara penggugat, Mark Lanier, menyoroti sejumlah fitur seperti “infinite scroll”, autoplay, serta tombol “like” yang disebutnya memberi efek seperti “suntikan kimia” bagi remaja yang mencari validasi sosial. Gugatan juga menyoroti penggunaan “beauty filter” yang dapat mengubah wajah pengguna dan diduga berkontribusi terhadap gangguan citra tubuh, serta pengalaman perundungan dan sextortion yang dialami Kaley.

Dalam persidangan terungkap bahwa Kaley mulai menggunakan Instagram pada usia sembilan tahun, meskipun batas usia minimum aplikasi tersebut adalah 13 tahun.

Mosseri juga ditanya mengenai dokumen internal tahun 2019 yang memperdebatkan pelarangan filter wajah tertentu. Beberapa email internal menyebut para ahli sepakat bahwa filter tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, termasuk mendorong gangguan citra tubuh pada remaja perempuan.

Instagram sempat mempertimbangkan pelarangan semua filter yang mendistorsi wajah, namun kemudian hanya melarang filter yang secara eksplisit mempromosikan operasi plastik. Filter yang memperbesar bibir atau mengecilkan hidung tetap diizinkan, meskipun tidak lagi direkomendasikan secara aktif.

Persidangan juga menyinggung kompensasi Mosseri. Ia menyebut gaji pokoknya sekitar US$900.000 per tahun, dengan total kompensasi yang dalam beberapa tahun bisa melebihi US$10 juta hingga US$20 juta termasuk bonus dan opsi saham. Namun ia menegaskan keputusan produk tidak didorong oleh kekhawatiran terhadap harga saham perusahaan.

Sementara itu, pihak Meta berargumen bahwa tantangan kesehatan mental Kaley sudah ada sebelum ia menggunakan media sosial, dan menyebut Instagram bukan faktor utama penyebabnya.

Juri dalam persidangan ini kemungkinan tidak akan mendengar banyak argumen terkait konten spesifik di Instagram atau YouTube karena adanya perlindungan hukum Section 230, undang-undang federal AS yang melindungi perusahaan teknologi dari tanggung jawab atas konten yang diunggah pengguna.

Persidangan ini menjadi sorotan global karena berpotensi membentuk arah regulasi dan tanggung jawab hukum perusahaan media sosial terhadap pengguna muda di masa depan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.cominstagramMediaSosialMeta

Related Posts

Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

ARMY Diimbau Waspada, Penipuan Tiket Konser BTS Jakarta Meningkat

by Desti Dwi Natasya
June 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Euforia konser BTS di Jakarta semakin memuncak setelah seluruh tiket pertunjukan selama tiga hari resmi habis terjual....

Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

Penyanyi Iran Dihukum 74 Kali Cambuk Usai Tampil Tanpa Hijab

by Desti Dwi Natasya
June 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penyanyi asal Iran, Parastoo Ahmadi, menjadi sorotan internasional setelah dijatuhi hukuman 74 kali cambuk karena tampil bernyanyi...

Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman

by Desti Dwi Natasya
June 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seekor beruang madu berhasil dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau setelah masuk ke...

Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

by Desti Dwi Natasya
June 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan resmi mengaktifkan Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) pada 22...

Desa Savoca Berubah Total Setelah Jadi Lokasi Syuting The Godfather

Desa Savoca Berubah Total Setelah Jadi Lokasi Syuting The Godfather

by Zahra Zahwa
June 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Desa Savoca di Sisilia, Italia, mengalami perubahan besar setelah menjadi lokasi syuting film legendaris The Godfather pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

June 22, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

ARMY Diimbau Waspada, Penipuan Tiket Konser BTS Jakarta Meningkat

June 23, 2026
Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

Penyanyi Iran Dihukum 74 Kali Cambuk Usai Tampil Tanpa Hijab

June 23, 2026
Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu yang Berkeliaran di Permukiman

June 23, 2026
Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

Stasiun KRL JIS Diresmikan, Solusi Baru Atasi Macet Saat Ada Event Besar

June 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved