• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 23, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in Teknologi
0
Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Instagram, Adam Mosseri, membantah bahwa pengguna dapat mengalami “kecanduan secara klinis” terhadap aplikasi media sosial tersebut saat memberikan kesaksian dalam persidangan penting yang menggugat induk perusahaan Instagram dan YouTube, Meta.

Mosseri menjadi eksekutif pertama yang bersaksi dalam persidangan terhadap Meta atas gugatan seorang perempuan berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Kaley. Penggugat menuduh perusahaan sengaja merancang fitur-fitur adiktif untuk “mengikat” pengguna muda, yang menurutnya berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.

Kasus ini merupakan yang pertama dari lebih dari 1.500 gugatan serupa yang masuk ke tahap persidangan, dan dinilai dapat menjadi ujian apakah raksasa media sosial bisa dimintai pertanggungjawaban atas dugaan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.

Dalam kesaksiannya, Mosseri mengatakan ia tidak percaya seseorang bisa kecanduan Instagram secara klinis, tetapi mengakui adanya kemungkinan “penggunaan bermasalah” yang berbeda pada tiap individu.

“Itu relatif,” ujarnya. “Ya, bagi individu tertentu, ada penggunaan Instagram yang melebihi batas kenyamanan mereka.” Ia mengibaratkannya seperti “menonton TV lebih lama dari yang terasa baik.”

Mosseri, yang menjabat sebagai kepala Instagram sejak 2018, juga membantah tudingan bahwa Instagram secara khusus menargetkan remaja demi memaksimalkan keuntungan.

“Kami menghasilkan lebih sedikit uang dari remaja dibandingkan kelompok demografis lain di platform,” katanya. “Remaja tidak banyak mengklik iklan dan tidak memiliki banyak pendapatan yang bisa dibelanjakan.”

Pengacara penggugat, Mark Lanier, menyoroti sejumlah fitur seperti “infinite scroll”, autoplay, serta tombol “like” yang disebutnya memberi efek seperti “suntikan kimia” bagi remaja yang mencari validasi sosial. Gugatan juga menyoroti penggunaan “beauty filter” yang dapat mengubah wajah pengguna dan diduga berkontribusi terhadap gangguan citra tubuh, serta pengalaman perundungan dan sextortion yang dialami Kaley.

Dalam persidangan terungkap bahwa Kaley mulai menggunakan Instagram pada usia sembilan tahun, meskipun batas usia minimum aplikasi tersebut adalah 13 tahun.

Mosseri juga ditanya mengenai dokumen internal tahun 2019 yang memperdebatkan pelarangan filter wajah tertentu. Beberapa email internal menyebut para ahli sepakat bahwa filter tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, termasuk mendorong gangguan citra tubuh pada remaja perempuan.

Instagram sempat mempertimbangkan pelarangan semua filter yang mendistorsi wajah, namun kemudian hanya melarang filter yang secara eksplisit mempromosikan operasi plastik. Filter yang memperbesar bibir atau mengecilkan hidung tetap diizinkan, meskipun tidak lagi direkomendasikan secara aktif.

Persidangan juga menyinggung kompensasi Mosseri. Ia menyebut gaji pokoknya sekitar US$900.000 per tahun, dengan total kompensasi yang dalam beberapa tahun bisa melebihi US$10 juta hingga US$20 juta termasuk bonus dan opsi saham. Namun ia menegaskan keputusan produk tidak didorong oleh kekhawatiran terhadap harga saham perusahaan.

Sementara itu, pihak Meta berargumen bahwa tantangan kesehatan mental Kaley sudah ada sebelum ia menggunakan media sosial, dan menyebut Instagram bukan faktor utama penyebabnya.

Juri dalam persidangan ini kemungkinan tidak akan mendengar banyak argumen terkait konten spesifik di Instagram atau YouTube karena adanya perlindungan hukum Section 230, undang-undang federal AS yang melindungi perusahaan teknologi dari tanggung jawab atas konten yang diunggah pengguna.

Persidangan ini menjadi sorotan global karena berpotensi membentuk arah regulasi dan tanggung jawab hukum perusahaan media sosial terhadap pengguna muda di masa depan.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download coolpad firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
Tags: cobisnis.cominstagramMediaSosialMeta

Related Posts

Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

by Hidayat Taufik
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan korporasi yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan. Perusahaan...

Wayne Rooney menjalani operasi hidung setelah mengalami patah hidung dua kali selama karier sepakbolanya. Begini kondisi terbaru mantan pemain Inggris itu.

Hidung Wayne Rooney Berubah, Ternyata Baru Jalani Operasi

by Desti Dwi Natasya
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan pesepakbola Inggris Wayne Rooney memperlihatkan perubahan pada bentuk hidungnya setelah menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan akibat...

Suga BTS dan Go Ara

Suga BTS dan Go Ara Digoda Pacaran, Ini Buktinya

by Desti Dwi Natasya
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suga BTS dan aktris Korea Selatan Go Ara tengah menjadi sorotan setelah keduanya dirumorkan berpacaran dan diduga...

Netflix Hadapi Gugatan Terkait Merek ‘Demon Hunter’ dari Band Metal Kristen

Pangeran Harry dan Sejumlah Selebritas Hadapi Biaya Hukum Usai Kalah Gugatan

by Zahra Zahwa
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pangeran Harry dan enam tokoh terkenal lainnya harus membayar biaya hukum awal sekitar £9,5 juta atau US$13...

Netflix Hadapi Gugatan Terkait Merek ‘Demon Hunter’ dari Band Metal Kristen

Olivia Dean Tampil Bak Diva Klasik dengan Gaya Glamour di Tur Dunia

by Zahra Zahwa
August 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Olivia Dean semakin mencuri perhatian lewat gaya panggungnya dalam tur dunia “The Art of Loving Live”. Penyanyi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gempa Flores Rusak 1.378 Sekolah, Ribuan Siswa Terdampak

Gempa Flores Rusak 1.378 Sekolah, Ribuan Siswa Terdampak

August 22, 2026
Netflix Hadapi Gugatan Terkait Merek ‘Demon Hunter’ dari Band Metal Kristen

Meghan Markle Dikabarkan Siap Comeback Akting di Serial “The Gentlemen”

August 22, 2026
Suga BTS dan Go Ara

Suga BTS dan Go Ara Digoda Pacaran, Ini Buktinya

August 22, 2026
Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

August 22, 2026
Merawat Rambut Keriting - pexels/Vlada Karpovich

4 Tips Merawat Rambut Keriting agar tetap Lembap Tidak Mudah Kusut

August 22, 2026
MYCL Hadirkan Inovasi Sirkulasi Berbasis Jamur dan Rumput Laut

MYCL Hadirkan Inovasi Sirkulasi Berbasis Jamur dan Rumput Laut

August 22, 2026
Turki minta Interpol tangkap Netanyahu

Turki Desak Interpol Tangkap Netanyahu atas Tuduhan Genosida

August 22, 2026
Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

Prabowo Ultimatum Korporasi Pembakar Hutan: Pasti Ditindak

August 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved