JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan resmi mengaktifkan Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) pada 22 Juni 2026. Peresmian ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta sebagai upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di ibu kota.
Kehadiran Stasiun KRL JIS diharapkan mempermudah masyarakat menuju kawasan Jakarta International Stadium dan Ancol. Penumpang kini memiliki pilihan transportasi yang lebih terintegrasi melalui KRL Commuter Line, TransJakarta, serta fasilitas parkir di kawasan Ancol.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan persoalan utama di kawasan JIS selama ini adalah keterbatasan parkir dan akses transportasi umum. Menurutnya, keberadaan stasiun baru ini akan membantu mengurangi kemacetan yang sering terjadi saat konser maupun pertandingan sepak bola.
Selain KRL, masyarakat juga dapat memanfaatkan jembatan penghubung dari Ancol menuju kawasan stadion. Jalur pejalan kaki tersebut membuat akses dari area parkir Ancol ke JIS menjadi lebih praktis dengan jarak tempuh sekitar 300 hingga 400 meter.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai aktivasi Stasiun JIS akan mendorong pertumbuhan kawasan Jakarta Utara. Ia berharap masyarakat semakin beralih menggunakan transportasi publik, khususnya kereta api, untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Kementerian Perhubungan memastikan Stasiun KRL JIS telah siap melayani penumpang secara penuh sejak diresmikan. Kehadiran stasiun tersebut juga memangkas waktu perjalanan menuju Stasiun Jakarta Kota menjadi sekitar 10 hingga 15 menit.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, dan berbagai pemangku kepentingan. Integrasi transportasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan pelayanan angkutan massal di wilayah Jakarta Utara.
Dengan beroperasinya Stasiun KRL JIS, masyarakat kini memiliki akses yang lebih nyaman menuju salah satu pusat kegiatan terbesar di Jakarta. Infrastruktur baru ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien saat penyelenggaraan acara berskala besar.













