• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Sport

Alasan Mengapa Harga Tiket Super Bowl Selalu Mahal

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 9, 2026
in Sport
0
Alasan Mengapa Harga Tiket Super Bowl Selalu Mahal

JAKARTA, Cobisnis.com – Super Bowl bukanlah pertandingan sepak bola Amerika biasa, dan harga tiketnya mencerminkan hal tersebut. Dengan jumlah tiket yang sangat terbatas dan permintaan yang luar biasa tinggi, Super Bowl kini berfungsi layaknya barang mewah, sebuah kondisi yang tampaknya tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Super Bowl tahun ini yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, kembali menegaskan fenomena tersebut. Hingga Jumat sore, harga tiket termurah yang tersedia di platform penjualan ulang TickPick mencapai lebih dari US$3.800, sementara harga rata-rata tiket menembus US$6.200.

Saat ini, Super Bowl telah menjadi simbol eksklusivitas tertinggi. Sebagai perbandingan, dua tiket Super Bowl pertama pada 1967 hanya setara dengan beberapa tangki bensin atau sekitar US$118,20 setelah disesuaikan dengan inflasi. Kini, harga dua tiket Super Bowl bahkan setara dengan menukar sebuah mobil Subaru Outback keluaran 2019, berdasarkan analisis Edmunds.

Kelangkaan Yang Diciptakan Secara Sengaja

Bagi penggemar biasa, menghadiri Super Bowl sering kali menjadi pengalaman sekali seumur hidup, yang lebih menekankan pada suasana dan prestise ketimbang pertandingan itu sendiri.

“Bagi banyak orang, siapa pun yang bermain tidak terlalu penting, karena Super Bowl bukan sekadar fenomena olahraga, melainkan fenomena budaya,” ujar Victor Matheson, ekonom olahraga dari College of the Holy Cross.

Dengan kapasitas stadion yang sudah mencapai batas maksimal, harga tiket menjadi faktor pertama yang melonjak.

“Jumlah kursi yang bisa dijual NFL untuk Super Bowl pada dasarnya tidak berubah, dan itu memberi tekanan besar pada harga,” kata Matheson. “Stadion tidak bisa terus diperbesar.”

Kelangkaan tiket juga disebabkan oleh sistem distribusi yang sangat ketat. NFL memiliki kewenangan penuh untuk menentukan ke mana setiap tiket Super Bowl dialokasikan. Pada Super Bowl XLVIII tahun 2014, sebanyak 99% tiket sudah dialokasikan sebelum dijual ke publik.

Dari jumlah tersebut, 35% dialokasikan untuk dua tim yang berlaga, 5% untuk tim tuan rumah, dan 35% lainnya dibagikan ke 29 tim NFL lainnya. Sisa 25% diberikan kepada pihak-pihak terkait NFL, termasuk perusahaan, jaringan penyiaran, media, sponsor, dan panitia penyelenggara Super Bowl.

Pemain dan staf tim mendapatkan hak beli lebih awal, sementara sebagian tiket juga dibagikan kepada sponsor sebagai bentuk apresiasi. Tiket yang tersisa untuk publik sangat terbatas dan biasanya hanya bisa diakses melalui undian resmi NFL yang sangat kompetitif, bahkan sering kali mensyaratkan kepemilikan tiket musiman.

Tidak jarang, penggemar yang memenangkan undian tersebut kemudian menjual kembali tiketnya dengan harga berkali-kali lipat.

Mengapa Harga Terus Naik

Kelangkaan tiket memaksa banyak penggemar membeli melalui pasar sekunder yang mahal, sehingga penonton Super Bowl cenderung berasal dari kalangan berpenghasilan tinggi.

Laporan dampak ekonomi dari Louisiana State University setelah Super Bowl tahun lalu di New Orleans menunjukkan hampir satu dari empat penonton memiliki pendapatan rumah tangga di atas US$500.000 per tahun. Mayoritas lainnya berada di kisaran US$200.000 hingga US$500.000.

Sebagai perbandingan, kurang dari 10% penonton melaporkan pendapatan rumah tangga setara atau di bawah median pendapatan Amerika Serikat tahun 2024, yakni US$83.730.

Meski harga tiket terkadang bisa turun menjelang kick-off, menurut SeatGeek, potongan harga tersebut biasanya langsung diserbu pembeli.

Kenaikan harga tiket menunjukkan bahwa pembeli kaya bersedia membayar lebih demi menjamin tempat duduk di stadion. Hal ini menandakan harga tiket Super Bowl kemungkinan belum mencapai batas tertingginya.

“Dengan jumlah kursi yang terbatas dan profil pendapatan penonton yang tinggi, harga tiket kemungkinan besar akan terus melambung,” ujar Matheson.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
free online course
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
Tags: cobisnis.comNFLSuperBowlTiketSuperBowl

Related Posts

Utang Amerika Nyaris Rp900 Kuadriliun, Benarkah Bisa Bangkrut?

Utang Amerika Nyaris Rp900 Kuadriliun, Benarkah Bisa Bangkrut?

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Amerika Serikat (AS) menghadapi tekanan fiskal yang semakin besar setelah utang pemerintah federal menembus US$40 triliun. Jumlah...

Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

Pangeran Harry dan Meghan Dikabarkan Akan Kembali Tinggal di Inggris

by Zahra Zahwa
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pangeran Harry dan Meghan Markle berencana kembali tinggal di Inggris. Keduanya disebut akan pindah dari Amerika Serikat...

Trump Tunda Tarif 50 Persen terhadap Barang Kanada Selama Tiga Hari

Trump Siapkan “Operasi Ekonomi Terbesar” untuk Menghancurkan Iran

by Zahra Zahwa
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengubah strategi menghadapi Iran. Kali ini, Trump mengandalkan tekanan ekonomi untuk...

Asap Karhutla Menyeberang ke Malaysia, 108 Sekolah Terhenti

Asap Karhutla Menyeberang ke Malaysia, 108 Sekolah Terhenti

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia, terpaksa menghentikan kegiatan belajar tatap muka sementara waktu akibat kabut...

Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

Columbia House Akan Tutup Setelah Tujuh Dekade di Industri Musik

by Zahra Zahwa
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Columbia House, perusahaan pelopor layanan langganan musik, akan menghentikan operasionalnya setelah tujuh dekade. Situs perusahaan sempat memuat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

August 19, 2026
3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

August 19, 2026
Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

August 19, 2026
Polisi Ungkap Pria Bugil di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa

Polisi Ungkap Pria Bugil di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa

August 19, 2026
Utang Amerika Nyaris Rp900 Kuadriliun, Benarkah Bisa Bangkrut?

Utang Amerika Nyaris Rp900 Kuadriliun, Benarkah Bisa Bangkrut?

August 20, 2026
Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

Pangeran Harry dan Meghan Dikabarkan Akan Kembali Tinggal di Inggris

August 20, 2026
Wanita Bekerja Depan Laptop - pexels/Jenius Resume

Studi: Kebiasaan Ini Tanpa disadari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

August 20, 2026
Trump Tunda Tarif 50 Persen terhadap Barang Kanada Selama Tiga Hari

Trump Siapkan “Operasi Ekonomi Terbesar” untuk Menghancurkan Iran

August 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved