JAKARTA, Cobisnis.com – Columbia House, perusahaan pelopor layanan langganan musik, akan menghentikan operasionalnya setelah tujuh dekade.
Situs perusahaan sempat memuat pernyataan bahwa Columbia House akan tutup pada 15 September. Namun, pernyataan tersebut kini sudah dihapus. Meski begitu, perwakilan layanan pelanggan mengonfirmasi kepada CNN bahwa perusahaan segera menghentikan operasional.
Columbia House menjadi nama populer di Amerika Serikat pada 1980-an dan 1990-an. Perusahaan menawarkan pengiriman bulanan berupa piringan hitam, kaset, CD, hingga DVD.
Selain itu, Columbia House dikenal lewat promosi musik dengan harga sangat murah. Salah satu iklannya menawarkan 11 kaset atau piringan hitam hanya dengan 1 dolar.
Perusahaan juga pernah menawarkan 12 CD seharga 1 sen. Namun, pelanggan kemudian menerima tagihan bulanan hingga mereka memilih berhenti berlangganan.
Pada 1996, Columbia House mencapai masa kejayaannya. Perusahaan saat itu mencatat pendapatan sekitar 1,4 miliar dolar AS. Namun, perkembangan internet mulai mengubah bisnis musik. Layanan musik digital seperti iTunes kemudian semakin mengurangi daya tarik model langganan fisik.
Columbia House sempat mencoba beralih ke layanan streaming. Meski begitu, perusahaan kesulitan mendapatkan kesepakatan lisensi yang mampu menyaingi kompetitor besar.
Karena itu, perjalanan panjang Columbia House akhirnya mendekati akhir. Perusahaan yang pernah menjadi bagian dari budaya musik Amerika itu kini bersiap menghentikan operasionalnya.












