• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 25, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi mengklaim memiliki cadangan mineral senilai US$2,5 triliun, sebuah potensi besar yang dapat menjadikannya pemain penting dalam persaingan global mineral kritis dan tanah jarang. Isu mineral kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan awal terkait kemungkinan kerja sama dengan Greenland yang mencakup hak atas mineral tanah jarang.

Mineral kritis dan tanah jarang merupakan komponen utama berbagai teknologi strategis, mulai dari transisi energi bersih, kecerdasan buatan (AI), hingga perangkat militer canggih. Selama ini, produksi dan pemurnian mineral tersebut didominasi oleh China, yang menguasai lebih dari 90% output tanah jarang olahan dunia dan lebih dari 60% produksi tambangnya, menurut International Energy Agency (IEA).

Berbicara kepada CNN di ajang Future Minerals Forum di Riyadh, Direktur Eksekutif Minerals Center SAFE (Securing America’s Future Energy), Abigail Hunter, menyebut China “jauh melangkah” dibanding Amerika Serikat berkat investasi strategis selama puluhan tahun, proyek yang didukung negara, serta koordinasi erat dengan sektor swasta.

Namun kini, Arab Saudi tengah mempercepat pengembangan sektor mineralnya sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan meningkatkan pengaruh geopolitik. Cadangan mineral yang diklaim meliputi emas, seng, tembaga, dan litium, serta unsur tanah jarang seperti dysprosium, terbium, neodymium, dan praseodymium yang digunakan dalam kendaraan listrik, turbin angin, hingga komputasi berkecepatan tinggi.

Anggaran eksplorasi tambang Arab Saudi melonjak 595% antara 2021 hingga 2025, menurut S&P Global, meski masih tergolong kecil dibanding negara maju di sektor tambang seperti Kanada dan Australia. Pemerintah juga mempercepat pemberian izin tambang bagi perusahaan domestik dan internasional.

Meski demikian, eksplorasi bukanlah akhir dari proses. “Pertambangan adalah permainan jangka panjang,” ujar Hunter. Dibutuhkan tiga hingga lima tahun untuk membangun fasilitas pemrosesan, bahkan bisa mencapai puluhan tahun di beberapa yurisdiksi.

Arab Saudi berupaya memangkas birokrasi, menurunkan pajak investasi tambang, dan menyiapkan belanja besar untuk mengejar ketertinggalan. Perusahaan tambang milik negara, Maaden, mengumumkan rencana investasi sebesar US$110 miliar dalam satu dekade ke depan. Investasi ini mencakup kemitraan internasional dan perekrutan talenta global. “Kami sadar tidak bisa melakukannya sendiri,” kata CEO Maaden, Bob Wilt.

Meski nilai mineral masih jauh di bawah cadangan minyaknya, sektor ini menjadi pilar penting dalam visi ekonomi Vision 2030, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi nasional. Arab Saudi juga menargetkan pembangunan rantai pasok industri domestik, termasuk manufaktur kendaraan listrik.

Para ahli menilai infrastruktur yang berkembang dapat memosisikan Arab Saudi sebagai pusat pemurnian mineral regional. Kedekatan geografis dengan Afrika dan hubungan lama dengan negara Asia Tengah dinilai menguntungkan secara logistik.

Ambisi ini menarik perhatian Amerika Serikat. Setelah China memperketat kontrol ekspor tanah jarang berat, AS menggandeng Arab Saudi dalam kolaborasi mineral. Perusahaan AS, MP Materials, bekerja sama dengan Maaden dan Departemen Pertahanan AS untuk membangun kilang baru di Arab Saudi.

Meski prospeknya besar, tantangan tetap ada. Isu lingkungan, stabilitas kawasan Timur Tengah, serta dinamika diplomatik dengan negara-negara kaya mineral menjadi faktor penentu. Namun, para analis menilai strategi ini bukan tentang keuntungan cepat, melainkan pengaruh dan kekuatan jangka panjang.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download micromax firmware
Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: ArabSaudicobisnis.comMineralTanahJarangVision2030

Related Posts

Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik untuk periode triwulan...

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 pada partai final FIFA Series 2026 yang...

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo dan menyaksikan langsung penandatanganan 11 kerja sama ekonomi...

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

by Dwi Natasya
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, pemahaman terhadap produk asuransi kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat. Selain memilih...

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah personel militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kini telah melampaui 50.000 orang, setelah penambahan sekitar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

March 30, 2026
Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

March 30, 2026
Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

March 30, 2026
Perang Iran Bikin Pasar Kerja Amerika Serikat Terancam Membeku Lebih Lama

Perang Iran Bikin Pasar Kerja Amerika Serikat Terancam Membeku Lebih Lama

March 30, 2026
Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

March 31, 2026
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

March 30, 2026
11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

March 30, 2026
Trump Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka atau Iran Akan Kena Serangan

Trump Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka atau Iran Akan Kena Serangan

March 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved