• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 25, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Arab Saudi Klaim Cadangan Mineral US$2,5 Triliun, Berpotensi Jadi Pemain Kunci Mineral Tanah Jarang

JAKARTA, Cobisnis.com – Arab Saudi mengklaim memiliki cadangan mineral senilai US$2,5 triliun, sebuah potensi besar yang dapat menjadikannya pemain penting dalam persaingan global mineral kritis dan tanah jarang. Isu mineral kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan awal terkait kemungkinan kerja sama dengan Greenland yang mencakup hak atas mineral tanah jarang.

Mineral kritis dan tanah jarang merupakan komponen utama berbagai teknologi strategis, mulai dari transisi energi bersih, kecerdasan buatan (AI), hingga perangkat militer canggih. Selama ini, produksi dan pemurnian mineral tersebut didominasi oleh China, yang menguasai lebih dari 90% output tanah jarang olahan dunia dan lebih dari 60% produksi tambangnya, menurut International Energy Agency (IEA).

Berbicara kepada CNN di ajang Future Minerals Forum di Riyadh, Direktur Eksekutif Minerals Center SAFE (Securing America’s Future Energy), Abigail Hunter, menyebut China “jauh melangkah” dibanding Amerika Serikat berkat investasi strategis selama puluhan tahun, proyek yang didukung negara, serta koordinasi erat dengan sektor swasta.

Namun kini, Arab Saudi tengah mempercepat pengembangan sektor mineralnya sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan meningkatkan pengaruh geopolitik. Cadangan mineral yang diklaim meliputi emas, seng, tembaga, dan litium, serta unsur tanah jarang seperti dysprosium, terbium, neodymium, dan praseodymium yang digunakan dalam kendaraan listrik, turbin angin, hingga komputasi berkecepatan tinggi.

Anggaran eksplorasi tambang Arab Saudi melonjak 595% antara 2021 hingga 2025, menurut S&P Global, meski masih tergolong kecil dibanding negara maju di sektor tambang seperti Kanada dan Australia. Pemerintah juga mempercepat pemberian izin tambang bagi perusahaan domestik dan internasional.

Meski demikian, eksplorasi bukanlah akhir dari proses. “Pertambangan adalah permainan jangka panjang,” ujar Hunter. Dibutuhkan tiga hingga lima tahun untuk membangun fasilitas pemrosesan, bahkan bisa mencapai puluhan tahun di beberapa yurisdiksi.

Arab Saudi berupaya memangkas birokrasi, menurunkan pajak investasi tambang, dan menyiapkan belanja besar untuk mengejar ketertinggalan. Perusahaan tambang milik negara, Maaden, mengumumkan rencana investasi sebesar US$110 miliar dalam satu dekade ke depan. Investasi ini mencakup kemitraan internasional dan perekrutan talenta global. “Kami sadar tidak bisa melakukannya sendiri,” kata CEO Maaden, Bob Wilt.

Meski nilai mineral masih jauh di bawah cadangan minyaknya, sektor ini menjadi pilar penting dalam visi ekonomi Vision 2030, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi nasional. Arab Saudi juga menargetkan pembangunan rantai pasok industri domestik, termasuk manufaktur kendaraan listrik.

Para ahli menilai infrastruktur yang berkembang dapat memosisikan Arab Saudi sebagai pusat pemurnian mineral regional. Kedekatan geografis dengan Afrika dan hubungan lama dengan negara Asia Tengah dinilai menguntungkan secara logistik.

Ambisi ini menarik perhatian Amerika Serikat. Setelah China memperketat kontrol ekspor tanah jarang berat, AS menggandeng Arab Saudi dalam kolaborasi mineral. Perusahaan AS, MP Materials, bekerja sama dengan Maaden dan Departemen Pertahanan AS untuk membangun kilang baru di Arab Saudi.

Meski prospeknya besar, tantangan tetap ada. Isu lingkungan, stabilitas kawasan Timur Tengah, serta dinamika diplomatik dengan negara-negara kaya mineral menjadi faktor penentu. Namun, para analis menilai strategi ini bukan tentang keuntungan cepat, melainkan pengaruh dan kekuatan jangka panjang.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
udemy free download
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: ArabSaudicobisnis.comMineralTanahJarangVision2030

Related Posts

Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

by Hidayat Taufik
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tidak bernyawa di depan klinik kecantikan...

PT DPM dorong kemandirian ekonomi masyarakat

PT DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Pelatihan Pertukangan dan UMKM

by Rizki Meirino
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) kembali mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui Program...

Amankan HUT RI ke-81, Panglima TNI dan Kapolri Koordinasi di DPR

Amankan HUT RI ke-81, Panglima TNI dan Kapolri Koordinasi di DPR

by Hidayat Taufik
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi di kompleks parlemen,...

Netanyahu Nyatakan Israel Tidak Menerima Dokumen 15 Poin Trump untuk Gaza

Kisah Miami Hurricanes 1980-an dan Gaya Kontroversial yang Mengubah College Football

by Zahra Zahwa
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak tim dominan menghiasi sejarah lebih dari 150 tahun sepak bola perguruan tinggi Amerika Serikat. Namun, hanya...

Netanyahu Nyatakan Israel Tidak Menerima Dokumen 15 Poin Trump untuk Gaza

Jackpot Powerball Tembus US$905 Juta, Terbesar Sepanjang 2026

by Zahra Zahwa
August 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jackpot Powerball mencapai estimasi US$905 juta menjelang pengundian Senin malam waktu Amerika Serikat. Hadiah tersebut meningkat setelah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menpar:  Sektor Pariwisata Semester I 2026 Tumbuh Positif

Menpar: Sektor Pariwisata Semester I 2026 Tumbuh Positif

August 9, 2026
INSA Yacht Festival 2026, Perkuat Posisi Indonesia jadi Wisata Bahari Kelas Dunia

INSA Yacht Festival 2026, Perkuat Posisi Indonesia jadi Wisata Bahari Kelas Dunia

August 9, 2026
Survei IPO Ungkap Menteri Berkinerja Terbaik, Purbaya Kalahkan Teddy dan Bahlil

Survei IPO Ungkap Menteri Berkinerja Terbaik, Purbaya Kalahkan Teddy dan Bahlil

August 9, 2026
Mulai 2027 Rumah Kontrakan Masuk Sasaran Pajak Pemerintah

Mulai 2027 Rumah Kontrakan Masuk Sasaran Pajak Pemerintah

August 9, 2026
Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Dugaan Pembunuhan Diusut

August 10, 2026
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

August 10, 2026
PT KBI raih tiga penghargaan

Jelang HUT Ke-42, PT KBI Borong Tiga Penghargaan Bergengsi Sekaligus

August 10, 2026
PT DPM dorong kemandirian ekonomi masyarakat

PT DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Pelatihan Pertukangan dan UMKM

August 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved