• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 13, 2026
in News
0
Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Havana untuk segera “membuat kesepakatan” dengan Washington atau menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

“Tidak ada seorang pun yang mendikte apa yang kami lakukan,” tulis Díaz-Canel di platform X pada Minggu, menanggapi pernyataan Trump yang memperingatkan bahwa Kuba akan diputus dari pasokan minyak dan dana Venezuela yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama ekonominya.

Selama bertahun-tahun, Kuba menerima bantuan besar dari Venezuela yang kaya minyak. Namun, penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi Amerika Serikat, serta pengumuman Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS, diperkirakan akan memicu tantangan ekonomi serius bagi Havana.

“Selama bertahun-tahun Kuba hidup dari minyak dan uang dalam jumlah besar dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba memberikan ‘layanan keamanan’ kepada dua diktator terakhir Venezuela, TAPI TIDAK LAGI!” tulis Trump di Truth Social pada Minggu.

“TAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA NOL!” lanjutnya, sebelum mendesak Kuba untuk segera membuat kesepakatan. Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang ia maksud.

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa 32 warganya tewas “dalam aksi pertempuran” selama operasi AS untuk menangkap Maduro. Menanggapi tekanan tersebut, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak pernah menjadi agresor.

“Kuba tidak menyerang siapa pun; justru diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun. Kuba tidak mengancam, tetapi bersiap mempertahankan Tanah Air hingga tetes darah terakhir,” ujarnya.

Dalam sindiran yang diyakini ditujukan kepada Trump, Díaz-Canel mengatakan bahwa pihak yang mengubah segalanya menjadi bisnis, “bahkan nyawa manusia,” tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi Kuba.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menegaskan “hak mutlak” negaranya untuk mengimpor bahan bakar dari mitra ekonomi tanpa campur tangan AS. Ia juga menolak tudingan bahwa Kuba menukar layanan keamanan dengan minyak dan dana Venezuela.

“Amerika Serikat bertindak seperti hegemon kriminal yang tak terkendali, yang mengancam perdamaian dan keamanan bukan hanya Kuba dan kawasan ini, tetapi seluruh dunia,” kata Rodríguez.

Dalam pernyataan terpisah di atas Air Force One, Trump mengatakan bahwa AS sedang “berbicara dengan Kuba,” meski tidak jelas di tingkat apa pembicaraan tersebut berlangsung. Trump menyebut salah satu isu yang ingin dibahas adalah “orang-orang dari Kuba yang dipaksa keluar atau meninggalkan negara itu di bawah tekanan.”

Amerika Serikat selama puluhan tahun mendorong perubahan rezim di Kuba, yang sejak 1961 menganut sistem politik sosialis satu partai. Salah satu pendukung kuat kebijakan tersebut di kabinet Trump adalah Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba yang tumbuh besar di komunitas diaspora Miami.

Di Havana, warga memberikan respons beragam atas ancaman Trump. Paola Perez mengatakan kepada Reuters bahwa Kuba akan sangat terdampak, meski bukan penyebab utama konflik AS–Venezuela. Sementara itu, Luis Alberto Jimenez menyatakan dirinya tidak takut dengan ancaman pemutusan pasokan minyak.

“Rakyat Kuba siap menghadapi apa pun,” ujarnya.

Namun, warga lain seperti Maria Elena Sabina mendesak pemerintah mengambil keputusan cepat untuk mengatasi krisis energi dan kelangkaan kebutuhan pokok.

“Tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa di sini,” katanya. “Lalu di mana minyak yang katanya dikirim Venezuela atau Meksiko?”

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonaldTrumpKubaVenezuela

Related Posts

TEN Resmi Bangun ILLIMNT, Wadah Baru Musik dan Kreativitas Global

TEN Resmi Bangun ILLIMNT, Wadah Baru Musik dan Kreativitas Global

by Desti Dwi Natasya
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TEN resmi membuka babak baru dalam perjalanan kariernya dengan mendirikan perusahaan kreatif bernama ILLIMNT. Perusahaan tersebut akan...

Penomeco Kolaborasi dengan Ronaldinho untuk Album Resmi Piala Dunia 2026

Penomeco Kolaborasi dengan Ronaldinho untuk Album Resmi Piala Dunia 2026

by Desti Dwi Natasya
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rapper Korea Selatan Penomeco resmi bergabung dalam proyek album kolaborasi Piala Dunia 2026 bersama legenda sepak bola...

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Empat Hakim Perkara Tipikor ke Komisi Yudisial

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Empat Hakim Perkara Tipikor ke Komisi Yudisial

by Hidayat Taufik
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tim kuasa hukum Nadiem Anwar Makarim melaporkan empat hakim yang mengadili perkara kliennya di Pengadilan Tindak Pidana...

Solois Sunmi Resmi Kembali Lewat Album Forever July pada 15 Juli

Solois Sunmi Resmi Kembali Lewat Album Forever July pada 15 Juli

by Desti Dwi Natasya
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Penyanyi solo Korea Selatan Sunmi dipastikan akan kembali menyapa penggemar lewat album baru bertajuk Forever July. Album...

Cuaca Panas Ekstrem di AS Tewaskan 25 Orang, Jutaan Warga Terancam

Cuaca Panas Ekstrem di AS Tewaskan 25 Orang, Jutaan Warga Terancam

by Desti Dwi Natasya
July 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sedikitnya 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat selama sepekan terakhir....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Jamkrindo Syariah Perkuat Literasi Penjaminan Syariah di SYAFIF 2026

Jamkrindo Syariah Perkuat Literasi Penjaminan Syariah di SYAFIF 2026

July 5, 2026
Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

July 5, 2026
Ribuan Warga Iran Antar Kepergian Ali Khamenei, Prosesi Pemakaman Berlangsung Hampir Sepekan

Bergema di Pemakaman Ali Khamenei, Massa Serukan Balas Dendam kepada Trump

July 6, 2026
TEN Resmi Bangun ILLIMNT, Wadah Baru Musik dan Kreativitas Global

TEN Resmi Bangun ILLIMNT, Wadah Baru Musik dan Kreativitas Global

July 6, 2026
Penomeco Kolaborasi dengan Ronaldinho untuk Album Resmi Piala Dunia 2026

Penomeco Kolaborasi dengan Ronaldinho untuk Album Resmi Piala Dunia 2026

July 6, 2026
Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Empat Hakim Perkara Tipikor ke Komisi Yudisial

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Empat Hakim Perkara Tipikor ke Komisi Yudisial

July 6, 2026
Solois Sunmi Resmi Kembali Lewat Album Forever July pada 15 Juli

Solois Sunmi Resmi Kembali Lewat Album Forever July pada 15 Juli

July 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved