• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, May 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 13, 2026
in News
0
Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Havana untuk segera “membuat kesepakatan” dengan Washington atau menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

“Tidak ada seorang pun yang mendikte apa yang kami lakukan,” tulis Díaz-Canel di platform X pada Minggu, menanggapi pernyataan Trump yang memperingatkan bahwa Kuba akan diputus dari pasokan minyak dan dana Venezuela yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama ekonominya.

Selama bertahun-tahun, Kuba menerima bantuan besar dari Venezuela yang kaya minyak. Namun, penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi Amerika Serikat, serta pengumuman Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS, diperkirakan akan memicu tantangan ekonomi serius bagi Havana.

“Selama bertahun-tahun Kuba hidup dari minyak dan uang dalam jumlah besar dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba memberikan ‘layanan keamanan’ kepada dua diktator terakhir Venezuela, TAPI TIDAK LAGI!” tulis Trump di Truth Social pada Minggu.

“TAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA NOL!” lanjutnya, sebelum mendesak Kuba untuk segera membuat kesepakatan. Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang ia maksud.

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa 32 warganya tewas “dalam aksi pertempuran” selama operasi AS untuk menangkap Maduro. Menanggapi tekanan tersebut, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak pernah menjadi agresor.

“Kuba tidak menyerang siapa pun; justru diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun. Kuba tidak mengancam, tetapi bersiap mempertahankan Tanah Air hingga tetes darah terakhir,” ujarnya.

Dalam sindiran yang diyakini ditujukan kepada Trump, Díaz-Canel mengatakan bahwa pihak yang mengubah segalanya menjadi bisnis, “bahkan nyawa manusia,” tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi Kuba.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menegaskan “hak mutlak” negaranya untuk mengimpor bahan bakar dari mitra ekonomi tanpa campur tangan AS. Ia juga menolak tudingan bahwa Kuba menukar layanan keamanan dengan minyak dan dana Venezuela.

“Amerika Serikat bertindak seperti hegemon kriminal yang tak terkendali, yang mengancam perdamaian dan keamanan bukan hanya Kuba dan kawasan ini, tetapi seluruh dunia,” kata Rodríguez.

Dalam pernyataan terpisah di atas Air Force One, Trump mengatakan bahwa AS sedang “berbicara dengan Kuba,” meski tidak jelas di tingkat apa pembicaraan tersebut berlangsung. Trump menyebut salah satu isu yang ingin dibahas adalah “orang-orang dari Kuba yang dipaksa keluar atau meninggalkan negara itu di bawah tekanan.”

Amerika Serikat selama puluhan tahun mendorong perubahan rezim di Kuba, yang sejak 1961 menganut sistem politik sosialis satu partai. Salah satu pendukung kuat kebijakan tersebut di kabinet Trump adalah Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba yang tumbuh besar di komunitas diaspora Miami.

Di Havana, warga memberikan respons beragam atas ancaman Trump. Paola Perez mengatakan kepada Reuters bahwa Kuba akan sangat terdampak, meski bukan penyebab utama konflik AS–Venezuela. Sementara itu, Luis Alberto Jimenez menyatakan dirinya tidak takut dengan ancaman pemutusan pasokan minyak.

“Rakyat Kuba siap menghadapi apa pun,” ujarnya.

Namun, warga lain seperti Maria Elena Sabina mendesak pemerintah mengambil keputusan cepat untuk mengatasi krisis energi dan kelangkaan kebutuhan pokok.

“Tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa di sini,” katanya. “Lalu di mana minyak yang katanya dikirim Venezuela atau Meksiko?”

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download xiomi firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonaldTrumpKubaVenezuela

Related Posts

WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal

Taman Safari Siap Ikuti Lelang Pengelolaan Kebun Binatang Bandung

by Desti Dwi Natasya
May 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Taman Safari Indonesia (TSI) menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Langkah ini disebut sebagai...

WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal

16 Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel

by Desti Dwi Natasya
May 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecelakaan maut melibatkan bus antarlintas Sumatera (ALS) dan truk tangki terjadi di wilayah Karang Jaya, Kabupaten Musi...

DPR Soroti Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Indonesia

DPR Soroti Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Indonesia

by Hidayat Taufik
May 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Anggota Komisi XIII DPR, Meity Rahmatia, menilai Indonesia berada dalam kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak....

Allianz Arena Siap Meledak: Bayern vs PSG Rebut Tiket Final Liga Champions 2026

Allianz Arena Siap Meledak: Bayern vs PSG Rebut Tiket Final Liga Champions 2026

by Hidayat Taufik
May 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Bayern Munich bersiap menjalani laga penting melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal Liga Champions. Pertandingan ini...

CapCut Dorong Kreator Lokal Lewat CapCut Gala 2026

CapCut Dorong Kreator Lokal Lewat CapCut Gala 2026

by Rizki Meirino
May 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – CapCut terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia. Melalui CapCut Gala 2026, platform...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sumber Daya Genetik (SDG)

Harapan Baru Petani Sawit, Sumber Daya Genetik Baru dari Tanzania Dilepas di Kebun Tanah Besih

May 6, 2026
Tanzania

Dubes Tanzania Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pelepasan Sumber Daya Genetik Sawit

May 6, 2026
Geely Bidik Pasar Australia, Siap Tantang Dominasi BYD dan Chery

Geely Bidik Pasar Australia, Siap Tantang Dominasi BYD dan Chery

May 6, 2026
Pinjol Indonesia Tembus Rp101 Triliun, OJK Waspadai Risiko Kredit

Pinjol Indonesia Tembus Rp101 Triliun, OJK Waspadai Risiko Kredit

May 6, 2026
WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal

Taman Safari Siap Ikuti Lelang Pengelolaan Kebun Binatang Bandung

May 6, 2026
WHO Pantau Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal

16 Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel

May 6, 2026
RUU Transfer Pricing Diusulkan Jadi Solusi Sengketa Pajak Perusahaan Multinasional di Indonesia

RUU Transfer Pricing Diusulkan Jadi Solusi Sengketa Pajak Perusahaan Multinasional di Indonesia

May 6, 2026
DPR Soroti Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Indonesia

DPR Soroti Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Indonesia

May 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved