JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen mobil asal China, Chery, resmi mengakuisisi pabrik bekas Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas basis manufaktur sekaligus memperkuat bisnisnya di pasar global.
Kesepakatan pembelian tersebut diumumkan pada Jumat, 3 Juli 2026. Chery juga menyiapkan investasi jutaan dolar Amerika Serikat untuk meningkatkan fasilitas produksi sebelum operasional dimulai pada pertengahan 2027.
Perusahaan menargetkan pabrik Rosslyn menjadi pusat manufaktur, ekspor, penelitian dan pengembangan, serta operasi regional untuk kawasan Afrika. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Chery di benua tersebut.
Wakil Presiden Chery Auto, Charlie Zhang, mengatakan perusahaan memiliki visi jangka panjang menjadikan fasilitas tersebut sebagai pusat otomotif yang terintegrasi. Selain produksi kendaraan, pabrik juga akan mendukung pelatihan tenaga kerja dan pengembangan rantai pasok.
Chery memastikan seluruh 692 karyawan yang saat ini bekerja di pabrik akan tetap dipertahankan. Selain itu, operasional pabrik diperkirakan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.
Ekspansi ini dilakukan ketika Chery menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar domestik China. Kelebihan kapasitas produksi juga mendorong perusahaan mencari pertumbuhan baru melalui pasar internasional.
Pada tahap awal, pabrik Rosslyn akan memproduksi seri Jetour T, Jaecoo J5, serta SUV Chery Tiggo 4. Jaecoo J5 akan tersedia dalam pilihan mesin pembakaran internal maupun kendaraan energi baru.
Chery menargetkan produksi sekitar 15.000 unit kendaraan pada kuartal ketiga dan keempat 2027. Angka tersebut menjadi langkah awal sebelum kapasitas produksi terus ditingkatkan.
Perusahaan juga menjalankan program untuk mencapai kandungan lokal sebesar 40 persen pada tahap awal produksi. Chery telah mulai melakukan survei terhadap pemasok lokal dan berencana membawa sejumlah pemasok dari China, terutama untuk komponen kendaraan listrik.
Melalui investasi ini, Chery berharap mampu melampaui target penjualan 100.000 unit kendaraan per tahun di Afrika Selatan. Negara tersebut diproyeksikan menjadi salah satu basis penting ekspansi global perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.













