• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, September 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 13, 2026
in News
0
Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Havana untuk segera “membuat kesepakatan” dengan Washington atau menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

“Tidak ada seorang pun yang mendikte apa yang kami lakukan,” tulis Díaz-Canel di platform X pada Minggu, menanggapi pernyataan Trump yang memperingatkan bahwa Kuba akan diputus dari pasokan minyak dan dana Venezuela yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama ekonominya.

Selama bertahun-tahun, Kuba menerima bantuan besar dari Venezuela yang kaya minyak. Namun, penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi Amerika Serikat, serta pengumuman Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS, diperkirakan akan memicu tantangan ekonomi serius bagi Havana.

“Selama bertahun-tahun Kuba hidup dari minyak dan uang dalam jumlah besar dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba memberikan ‘layanan keamanan’ kepada dua diktator terakhir Venezuela, TAPI TIDAK LAGI!” tulis Trump di Truth Social pada Minggu.

“TAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA NOL!” lanjutnya, sebelum mendesak Kuba untuk segera membuat kesepakatan. Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang ia maksud.

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa 32 warganya tewas “dalam aksi pertempuran” selama operasi AS untuk menangkap Maduro. Menanggapi tekanan tersebut, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak pernah menjadi agresor.

“Kuba tidak menyerang siapa pun; justru diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun. Kuba tidak mengancam, tetapi bersiap mempertahankan Tanah Air hingga tetes darah terakhir,” ujarnya.

Dalam sindiran yang diyakini ditujukan kepada Trump, Díaz-Canel mengatakan bahwa pihak yang mengubah segalanya menjadi bisnis, “bahkan nyawa manusia,” tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi Kuba.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menegaskan “hak mutlak” negaranya untuk mengimpor bahan bakar dari mitra ekonomi tanpa campur tangan AS. Ia juga menolak tudingan bahwa Kuba menukar layanan keamanan dengan minyak dan dana Venezuela.

“Amerika Serikat bertindak seperti hegemon kriminal yang tak terkendali, yang mengancam perdamaian dan keamanan bukan hanya Kuba dan kawasan ini, tetapi seluruh dunia,” kata Rodríguez.

Dalam pernyataan terpisah di atas Air Force One, Trump mengatakan bahwa AS sedang “berbicara dengan Kuba,” meski tidak jelas di tingkat apa pembicaraan tersebut berlangsung. Trump menyebut salah satu isu yang ingin dibahas adalah “orang-orang dari Kuba yang dipaksa keluar atau meninggalkan negara itu di bawah tekanan.”

Amerika Serikat selama puluhan tahun mendorong perubahan rezim di Kuba, yang sejak 1961 menganut sistem politik sosialis satu partai. Salah satu pendukung kuat kebijakan tersebut di kabinet Trump adalah Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba yang tumbuh besar di komunitas diaspora Miami.

Di Havana, warga memberikan respons beragam atas ancaman Trump. Paola Perez mengatakan kepada Reuters bahwa Kuba akan sangat terdampak, meski bukan penyebab utama konflik AS–Venezuela. Sementara itu, Luis Alberto Jimenez menyatakan dirinya tidak takut dengan ancaman pemutusan pasokan minyak.

“Rakyat Kuba siap menghadapi apa pun,” ujarnya.

Namun, warga lain seperti Maria Elena Sabina mendesak pemerintah mengambil keputusan cepat untuk mengatasi krisis energi dan kelangkaan kebutuhan pokok.

“Tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa di sini,” katanya. “Lalu di mana minyak yang katanya dikirim Venezuela atau Meksiko?”

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
download lava firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonaldTrumpKubaVenezuela

Related Posts

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

by Hidayat Taufik
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Timnas Indonesia mengawali kiprah di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Pertandingan...

Film Saw 11 resmi dilanjutkan dengan Mike P. Nelson sebagai sutradara. James Wan juga kembali sebagai produser bersama Leigh Whannell dan Jason Blum.

Saw 11 Resmi Lanjut, Mike P. Nelson Jadi Sutradara

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Franchise horor Saw akhirnya kembali mendapatkan kepastian setelah Lionsgate dan Blumhouse mengumumkan film ke-11 akan segera digarap....

Beras Melimpah, Harga Masih Tinggi? Ini Kata Amran

Beras Melimpah, Harga Masih Tinggi? Ini Kata Amran

by Hidayat Taufik
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah menyatakan ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Namun, harga beras di pasaran masih...

Fabian Ruiz mengaku lebih nyaman tidak dikenali publik demi menjaga kehidupan pribadi dan keluarganya setelah meraih banyak trofi bergengsi.

Fabian Ruiz Nyaman Hidup Tanpa Terkenal

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) Fabian Ruiz mengaku lebih nyaman jika tidak banyak dikenal orang meski telah meraih...

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)

Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Sekitar GBK

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

41% Orang Indonesia Belum Kenal Pneumonia Pneumokokus

September 24, 2026
ASABRI Pastikan Hak Ahli Waris Peserta Terpenuhi

ASABRI Pastikan Hak Ahli Waris Peserta Terpenuhi

September 25, 2026
Kemenkes Imbau Vaksinasi saat Kasus ISPA Lansia Tembus 2,4 Juta

Kemenkes Imbau Vaksinasi saat Kasus ISPA Lansia Tembus 2,4 Juta

September 25, 2026
Pemimpin Dunia Soroti Pengamanan AI di PBB

Xiaomi Watch S5 Transparent Hanya 5.000 Unit

September 25, 2026
Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

Indonesia Sikat Singapura 2-0, Garuda Amankan Tiga Poin

September 25, 2026
Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

September 25, 2026
Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

Inhealth Gelar Aksi Kepedulian Kanker di 11 Kota

September 25, 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan AS menentukan kapan perang berakhir dan menegaskan Teheran terbuka untuk kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Presiden Iran Ungkap Syarat Perang Berakhir

September 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved