• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 13, 2026
in News
0
Pemimpin Kuba Tegaskan Tak Mau Didikte AS Saat Trump Desak Havana Buat Kesepakatan

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Havana untuk segera “membuat kesepakatan” dengan Washington atau menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

“Tidak ada seorang pun yang mendikte apa yang kami lakukan,” tulis Díaz-Canel di platform X pada Minggu, menanggapi pernyataan Trump yang memperingatkan bahwa Kuba akan diputus dari pasokan minyak dan dana Venezuela yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama ekonominya.

Selama bertahun-tahun, Kuba menerima bantuan besar dari Venezuela yang kaya minyak. Namun, penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi Amerika Serikat, serta pengumuman Trump bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada AS, diperkirakan akan memicu tantangan ekonomi serius bagi Havana.

“Selama bertahun-tahun Kuba hidup dari minyak dan uang dalam jumlah besar dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba memberikan ‘layanan keamanan’ kepada dua diktator terakhir Venezuela, TAPI TIDAK LAGI!” tulis Trump di Truth Social pada Minggu.

“TAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA NOL!” lanjutnya, sebelum mendesak Kuba untuk segera membuat kesepakatan. Trump tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang ia maksud.

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa 32 warganya tewas “dalam aksi pertempuran” selama operasi AS untuk menangkap Maduro. Menanggapi tekanan tersebut, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak pernah menjadi agresor.

“Kuba tidak menyerang siapa pun; justru diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun. Kuba tidak mengancam, tetapi bersiap mempertahankan Tanah Air hingga tetes darah terakhir,” ujarnya.

Dalam sindiran yang diyakini ditujukan kepada Trump, Díaz-Canel mengatakan bahwa pihak yang mengubah segalanya menjadi bisnis, “bahkan nyawa manusia,” tidak memiliki otoritas moral untuk menghakimi Kuba.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menegaskan “hak mutlak” negaranya untuk mengimpor bahan bakar dari mitra ekonomi tanpa campur tangan AS. Ia juga menolak tudingan bahwa Kuba menukar layanan keamanan dengan minyak dan dana Venezuela.

“Amerika Serikat bertindak seperti hegemon kriminal yang tak terkendali, yang mengancam perdamaian dan keamanan bukan hanya Kuba dan kawasan ini, tetapi seluruh dunia,” kata Rodríguez.

Dalam pernyataan terpisah di atas Air Force One, Trump mengatakan bahwa AS sedang “berbicara dengan Kuba,” meski tidak jelas di tingkat apa pembicaraan tersebut berlangsung. Trump menyebut salah satu isu yang ingin dibahas adalah “orang-orang dari Kuba yang dipaksa keluar atau meninggalkan negara itu di bawah tekanan.”

Amerika Serikat selama puluhan tahun mendorong perubahan rezim di Kuba, yang sejak 1961 menganut sistem politik sosialis satu partai. Salah satu pendukung kuat kebijakan tersebut di kabinet Trump adalah Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba yang tumbuh besar di komunitas diaspora Miami.

Di Havana, warga memberikan respons beragam atas ancaman Trump. Paola Perez mengatakan kepada Reuters bahwa Kuba akan sangat terdampak, meski bukan penyebab utama konflik AS–Venezuela. Sementara itu, Luis Alberto Jimenez menyatakan dirinya tidak takut dengan ancaman pemutusan pasokan minyak.

“Rakyat Kuba siap menghadapi apa pun,” ujarnya.

Namun, warga lain seperti Maria Elena Sabina mendesak pemerintah mengambil keputusan cepat untuk mengatasi krisis energi dan kelangkaan kebutuhan pokok.

“Tidak ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa di sini,” katanya. “Lalu di mana minyak yang katanya dikirim Venezuela atau Meksiko?”

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download huawei firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonaldTrumpKubaVenezuela

Related Posts

Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

by Desti Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Peluang Andrea Pirlo gagal latih Timnas Italia semakin besar setelah namanya terseret dalam kontroversi yang berkaitan dengan...

Dairi Prima Mineral Siap Garap Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam

Dairi Prima Mineral Siap Garap Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam

by Iwan Supriyatna
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Dairi Prima Mineral (DPM) memastikan proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di...

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Sidang Lindsay Clancy Dimulai, Jaksa dan Pembela Siapkan Pernyataan Pembuka

by Zahra Zahwa
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persidangan Lindsay Clancy, ibu asal Massachusetts yang didakwa membunuh tiga anaknya, dijadwalkan dimulai pada Senin (27/7/2026). Sidang...

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Kacamata dan Wearable AI Siap Ubah Cara Manusia Berinteraksi dengan Teknologi

by Zahra Zahwa
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perusahaan teknologi mulai mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diprediksi menjadi penerus smartphone. Perangkat tersebut mampu...

Korban Perang Iran Tembus 642, Pentagon Ubah Sistem Pencatatan pada 2026

Gen Z Pilih Aktivitas Tanpa Alkohol, Jumlah Pub di Inggris Terus Menurun

by Zahra Zahwa
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Generasi Z di Inggris mulai mengubah cara mereka bersosialisasi. Alih-alih berkumpul di pub sambil mengonsumsi alkohol, banyak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Lead Creative Agencies

Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Lead Creative Agencies

July 27, 2026
Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

July 27, 2026
Dua Kasus Dugaan Keracunan Picu Penghentian Enam Dapur MBG di Lampung

Dua Kasus Dugaan Keracunan Picu Penghentian Enam Dapur MBG di Lampung

July 27, 2026
Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

July 27, 2026
Dairi Prima Mineral Siap Garap Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam

Dairi Prima Mineral Siap Garap Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam

July 27, 2026
Öhlins Kuasai MotoGP, Ternyata Tantangan Terbesarnya Bukan Soal Teknologi

Öhlins Kuasai MotoGP, Ternyata Tantangan Terbesarnya Bukan Soal Teknologi

July 27, 2026
Sindikat Love Scam Internasional Jaringan Kamboja Dibongkar Polda Jabar

Sindikat Love Scam Internasional Jaringan Kamboja Dibongkar Polda Jabar

July 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved