JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah pertandingan tenis yang seharusnya luput dari perhatian justru menjadi viral di media sosial. Laga babak pertama turnamen International Tennis Federation (ITF) W35 yang digelar di lapangan tanah liat Nairobi, Kenya, mendadak menyedot perhatian publik setelah penampilan salah satu pemain dinilai jauh dari standar profesional.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor telak 6-0, 6-0 untuk kemenangan petenis Jerman Lorena Schaedel. Namun sorotan justru tertuju pada lawannya, petenis Mesir berusia 21 tahun, Hajar Abdelkader, yang tampak kewalahan dan kesulitan mendasar di lapangan. Banyak warganet menilai penampilannya seperti baru pertama kali memegang raket tenis.
Menurut keterangan Tennis Kenya, Abdelkader masuk ke turnamen lewat jalur wild card, yakni undangan khusus yang memungkinkan pemain tampil tanpa melalui kualifikasi atau peringkat resmi. Ia disebut telah mengajukan permohonan wild card secara formal dan tiba di Nairobi pada Selasa pagi. Kesempatan itu muncul setelah ada pemain lain yang mundur mendadak dari undian utama.
“Pada saat itu, Abdelkader adalah satu-satunya pemain lain yang mengajukan permohonan wild card,” ujar Tennis Kenya dalam pernyataannya.
Berdasarkan profil ITF, Abdelkader mengaku telah bermain tenis selama tujuh tahun sejak usia 14 tahun. Namun di lapangan, ia mencatat 20 double fault dan hanya memenangkan tiga poin, itupun akibat kesalahan lawan. Dalam beberapa momen, ia bahkan terlihat kebingungan soal posisi servis.
Federasi Tenis Mesir menegaskan bahwa Abdelkader tidak terdaftar sebagai atlet resmi mereka dan tidak terlibat sama sekali dalam pemberian wild card tersebut. “Federasi Tenis Mesir tidak memiliki peran langsung maupun tidak langsung dalam nominasi, persetujuan, atau penerbitan wild card ini,” demikian pernyataan resmi mereka.
Penampilan Abdelkader menuai beragam reaksi di media sosial, dari rasa heran hingga ejekan. Sejumlah pengamat menilai kesempatan tersebut seharusnya diberikan kepada petenis profesional lain, mengingat turnamen ITF tetap merupakan ajang profesional dengan poin peringkat dan hadiah uang. Juara turnamen Nairobi sendiri akan membawa pulang hadiah sebesar 25.000 dolar AS.
Tennis Kenya mengakui keputusan tersebut diambil demi menjaga jumlah peserta dan mendukung pengembangan tenis di Afrika. Namun mereka juga mengakui kesalahan tersebut. “Dengan melihat ke belakang, kami menyadari wild card ini seharusnya tidak diberikan mengingat level turnamen. Kami akan memastikan kejadian langka seperti ini tidak terulang,” kata mereka.
Rekaman pertandingan yang sempat tersedia di situs ITF kini telah dihapus tanpa penjelasan resmi. Tennis Kenya juga menyebut telah menghubungi Abdelkader dan Schaedel untuk memberikan dukungan, menyadari dampak psikologis yang mungkin timbul akibat sorotan publik yang begitu besar.














