• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pertumbuhan Thailand Terendah 30 Tahun, Dunia Usaha Cemas

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pertumbuhan Thailand Terendah 30 Tahun, Dunia Usaha Cemas

JAKARTA, Cobisnis.com – Ekonomi Thailand diproyeksikan mengalami perlambatan serius pada 2026 dengan tingkat pertumbuhan terendah dalam hampir tiga dekade terakhir. Pelaku usaha mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi resesi jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah.

Komite Tetap Gabungan Bidang Perdagangan, Industri, dan Perbankan (JSCCIB) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Thailand pada 2026 hanya berada di bawah 2 persen, atau sekitar 1,6–2 persen.

Proyeksi ini menjadi yang terlemah dalam 30 tahun terakhir di luar masa krisis besar, seperti pandemi Covid-19 pada 2020 ketika ekonomi Thailand terkontraksi hingga 6,1 persen.

Lemahnya pertumbuhan ekonomi terutama dipicu oleh kinerja ekspor yang lesu, tingginya utang rumah tangga, serta menurunnya daya saing industri Thailand di pasar global.

JSCCIB mencatat, ekspor Thailand pada 2026 diperkirakan menyusut antara 0,5 persen hingga 1,5 persen. Di sisi lain, inflasi relatif terkendali di kisaran minus 0,2 persen hingga 0,7 persen.

Ketua Federasi Industri Thailand sekaligus anggota JSCCIB, Kriengkrai Thiennukul, menyebut kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha. Menurutnya, risiko resesi semakin nyata jika tidak ada reformasi struktural.

Ia menekankan pentingnya transformasi industri lama ke sektor berbasis teknologi dan inovasi. Tanpa pembaruan tersebut, ekonomi Thailand dinilai akan semakin tertinggal dalam persaingan global.

Tekanan eksternal juga datang dari penguatan nilai tukar baht yang meningkat lebih dari 8 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu. Kondisi ini dinilai menggerus daya saing ekspor Thailand.

Ketua Kamar Dagang Thailand, Poj Aramwattananont, menilai apresiasi baht memberi tekanan ganda bagi ekonomi, terutama pada sektor ekspor dan pariwisata yang menjadi motor utama pertumbuhan.

Dari dalam negeri, tingginya utang rumah tangga turut membebani ekonomi. Pada kuartal II 2025, rasio utang rumah tangga terhadap PDB mencapai 86,8 persen, membatasi konsumsi dan akses kredit.

Selain itu, ketidakpastian global dan meningkatnya tensi geopolitik turut membayangi prospek ekonomi Thailand. Meski dampak langsung konflik global dinilai terbatas, pelaku usaha tetap waspada terhadap gangguan rantai pasok dan arus investasi.

Di tengah tekanan tersebut, dunia usaha mendorong pemerintah Thailand untuk bertindak cepat menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya saing, serta merespons dinamika global yang terus berubah.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download coolpad firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: Cobisnisekonomi thailandEkspor AsiaNilai Tukar BahtPebisnismudaPertumbuhan AseanRisiko Resesi

Related Posts

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, dipastikan tidak bisa menurunkan dua pemain kunci pada ajang FIFA Series...

Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Keuangan mencatat penarikan pembiayaan utang sebesar Rp 736,3 triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi ini setara 94,9...

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Insomnia masih menjadi masalah umum yang dialami banyak orang, terutama di tengah rutinitas harian yang padat dan...

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pandangan soal telur sebagai pemicu kolesterol tinggi perlahan berubah. Berbagai riset terbaru menunjukkan, telur justru bisa menjadi...

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula disebut berpotensi merusak fungsi otak jika dilakukan terus-menerus. Kebiasaan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

January 9, 2026
Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

January 9, 2026
Bank Mandiri Salurkan 70% Dana Pemerintah, Purbaya Beri Sinyal Tambahan Stimulus

Pak Purbaya: Beli Rumah Baru Tahun 2026, PPN Ditanggung Pemerintah 100 Persen

January 8, 2026
Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

January 9, 2026
BNI Ambil Bagian dalam Penyerahan 600 Hunian Danantara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

BNI Ambil Bagian dalam Penyerahan 600 Hunian Danantara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

January 10, 2026
FAO Ungkap 43,5% Warga Indonesia Sulit Akses Pangan Bergizi, Program MBG Jadi Tumpuan Negara

FAO Ungkap 43,5% Warga Indonesia Sulit Akses Pangan Bergizi, Program MBG Jadi Tumpuan Negara

January 10, 2026
Big Match Indonesia Super League: Persib vs Persija Akhir Pekan Ini

Big Match Indonesia Super League: Persib vs Persija Akhir Pekan Ini

January 10, 2026
Longsor Terjang Gunung Papandayan, Pendaki Diminta Jauhi Jalur Pondok Saladah

Longsor Terjang Gunung Papandayan, Pendaki Diminta Jauhi Jalur Pondok Saladah

January 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved