• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, May 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Pertumbuhan Thailand Terendah 30 Tahun, Dunia Usaha Cemas

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Pertumbuhan Thailand Terendah 30 Tahun, Dunia Usaha Cemas

JAKARTA, Cobisnis.com – Ekonomi Thailand diproyeksikan mengalami perlambatan serius pada 2026 dengan tingkat pertumbuhan terendah dalam hampir tiga dekade terakhir. Pelaku usaha mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi resesi jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah.

Komite Tetap Gabungan Bidang Perdagangan, Industri, dan Perbankan (JSCCIB) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Thailand pada 2026 hanya berada di bawah 2 persen, atau sekitar 1,6–2 persen.

Proyeksi ini menjadi yang terlemah dalam 30 tahun terakhir di luar masa krisis besar, seperti pandemi Covid-19 pada 2020 ketika ekonomi Thailand terkontraksi hingga 6,1 persen.

Lemahnya pertumbuhan ekonomi terutama dipicu oleh kinerja ekspor yang lesu, tingginya utang rumah tangga, serta menurunnya daya saing industri Thailand di pasar global.

JSCCIB mencatat, ekspor Thailand pada 2026 diperkirakan menyusut antara 0,5 persen hingga 1,5 persen. Di sisi lain, inflasi relatif terkendali di kisaran minus 0,2 persen hingga 0,7 persen.

Ketua Federasi Industri Thailand sekaligus anggota JSCCIB, Kriengkrai Thiennukul, menyebut kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha. Menurutnya, risiko resesi semakin nyata jika tidak ada reformasi struktural.

Ia menekankan pentingnya transformasi industri lama ke sektor berbasis teknologi dan inovasi. Tanpa pembaruan tersebut, ekonomi Thailand dinilai akan semakin tertinggal dalam persaingan global.

Tekanan eksternal juga datang dari penguatan nilai tukar baht yang meningkat lebih dari 8 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu. Kondisi ini dinilai menggerus daya saing ekspor Thailand.

Ketua Kamar Dagang Thailand, Poj Aramwattananont, menilai apresiasi baht memberi tekanan ganda bagi ekonomi, terutama pada sektor ekspor dan pariwisata yang menjadi motor utama pertumbuhan.

Dari dalam negeri, tingginya utang rumah tangga turut membebani ekonomi. Pada kuartal II 2025, rasio utang rumah tangga terhadap PDB mencapai 86,8 persen, membatasi konsumsi dan akses kredit.

Selain itu, ketidakpastian global dan meningkatnya tensi geopolitik turut membayangi prospek ekonomi Thailand. Meski dampak langsung konflik global dinilai terbatas, pelaku usaha tetap waspada terhadap gangguan rantai pasok dan arus investasi.

Di tengah tekanan tersebut, dunia usaha mendorong pemerintah Thailand untuk bertindak cepat menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya saing, serta merespons dinamika global yang terus berubah.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
Tags: Cobisnisekonomi thailandEkspor AsiaNilai Tukar BahtPebisnismudaPertumbuhan AseanRisiko Resesi

Related Posts

Purbaya Ungkap Potensi Besar MBG dalam Mendorong Ekonomi RI, Ini Rinciannya

Menkeu Purbaya Sebut Pajak Baru Belum Akan Diterapkan di 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 belum mampu menembus angka...

Bulog Buka Suara Soal Minyakita yang Masih Sulit Ditemukan di Sejumlah Pasar

Bulog Buka Suara Soal Minyakita yang Masih Sulit Ditemukan di Sejumlah Pasar

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perum Bulog mengungkap alasan Minyakita belum bisa masuk ke seluruh pasar di Indonesia. Hal itu dipicu aturan...

Emas Antam Melemah Lagi Senin Pagi, Harga 1 Gram Turun ke Rp 2.819.000

Emas Antam Melemah Lagi Senin Pagi, Harga 1 Gram Turun ke Rp 2.819.000

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga emas Antam kembali turun pada Senin, 11 Mei 2026. Harga emas 24 karat turun Rp 20.000...

Iran Lepas Rem, Ancam Serangan Langsung ke Pangkalan AS Jika Kapal Mereka Diganggu Lagi

Iran Lepas Rem, Ancam Serangan Langsung ke Pangkalan AS Jika Kapal Mereka Diganggu Lagi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Iran tegaskan tidak akan lagi menahan diri setelah jet tempur AS tembaki dan lumpuhkan dua kapal berbendera...

Pemerintah Kerek Royalti Emas dan Nikel, Antam Langsung Hitung Ulang Ongkos Produksi

Pemerintah Kerek Royalti Emas dan Nikel, Antam Langsung Hitung Ulang Ongkos Produksi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 10, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - ANTM mulai respons rencana pemerintah sesuaikan tarif royalti mineral lewat revisi PP Nomor 19 Tahun 2025. Emas...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp43,6 Triliun pada Kuartal I 2026

Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp43,6 Triliun pada Kuartal I 2026

May 10, 2026
Fortabise Pererat Relasi Media dan Korporasi

Fortabise Pererat Relasi Media dan Korporasi

May 10, 2026
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

Harga Pangan 6 Mei 2026 Beragam: Cabai dan Ayam Turun, Beras serta Gula Naik

May 6, 2026
Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global

Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global

May 11, 2026
Ekonomi Indonesia Solid, Bank Mandiri Nilai Sinergi Kebijakan Topang Prospek Pertumbuhan

Ekonomi Indonesia Solid, Bank Mandiri Nilai Sinergi Kebijakan Topang Prospek Pertumbuhan

May 11, 2026
BYD Seagull 2026 Meluncur di China, Harga Mulai Rp158 Juta

BYD Seagull 2026 Meluncur di China, Harga Mulai Rp158 Juta

May 11, 2026
AI Tidak Benar-Benar Menggantikan Pekerjaan, Tetapi Mengubah Cara Kerja pada 2026

AI Tidak Benar-Benar Menggantikan Pekerjaan, Tetapi Mengubah Cara Kerja pada 2026

May 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved