• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Terduga Pelaku Teror Bondi Dipicu Ideologi ISIS, Sempat Bepergian Ke Wilayah Ekstremis Di Filipina

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 16, 2025
in News
0
Terduga Pelaku Teror Bondi Dipicu Ideologi ISIS, Sempat Bepergian Ke Wilayah Ekstremis Di Filipina

JAKARTA, Cobisnis.com – Dua terduga pelaku serangan teror di Bondi Beach, Sydney, yang merupakan ayah dan anak, disebut didorong oleh ideologi Negara Islam atau Islamic State (ISIS). Kepolisian Australia menyatakan, keduanya juga baru-baru ini melakukan perjalanan ke wilayah di Filipina yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat ekstremisme.

Kedua tersangka adalah Sajid Akram (50), yang tewas dalam baku tembak dengan polisi, serta putranya, Naveed Akram (24), yang kini berada dalam pengawasan di rumah sakit dan diperkirakan akan menghadapi dakwaan berat. Serangan yang terjadi pada Minggu tersebut menewaskan 15 orang dan menyasar warga Yahudi Australia yang tengah merayakan malam pertama Hanukkah, menjadikannya salah satu penembakan massal terburuk di negara itu dalam hampir 30 tahun terakhir.

Pejabat kontraterorisme Australia meyakini keduanya menjalani pelatihan bergaya militer saat berada di Filipina selatan bulan lalu, menurut laporan lembaga penyiaran publik ABC. Polisi juga menemukan dua bendera ISIS buatan sendiri di dalam kendaraan yang terdaftar atas nama tersangka muda. Padahal, Naveed sebelumnya sempat dinilai oleh badan keamanan dalam negeri Australia tidak menimbulkan ancaman.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut serangan tersebut tampaknya terinspirasi oleh ideologi ekstremis ISIS. Polisi New South Wales menambahkan bahwa kendaraan milik Naveed juga berisi bahan peledak rakitan. Albanese menegaskan, bukti berupa bendera ISIS menunjukkan bahwa “penyimpangan radikal terhadap Islam adalah masalah nyata”, baik di Australia maupun secara global.

Pihak berwenang meyakini kedua pelaku tidak tergabung dalam sel teroris yang lebih besar, sehingga relatif sulit terdeteksi. Namun, Naveed Akram ternyata pernah diselidiki oleh Australian Security Intelligence Organisation (ASIO) selama enam bulan pada 2019 karena keterkaitannya dengan dua orang yang kemudian dipenjara. Penyelidikan tersebut berakhir dengan kesimpulan tidak ada bukti radikalisasi, sehingga ia tidak berada dalam pemantauan lanjutan. Kini, aparat tengah menyelidiki apakah radikalisasi lebih lanjut terjadi setelah periode tersebut.

Seorang imam yang pernah mengajar Naveed mengaji Al-Qur’an menyatakan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menegaskan tidak semua orang yang mempelajari Al-Qur’an memahami atau mengamalkan ajarannya, dan kasus ini mencerminkan hal tersebut.

Polisi juga tengah mendalami perjalanan Sajid dan Naveed Akram ke Filipina pada November lalu. Otoritas Filipina mengonfirmasi keduanya tiba bersama pada 1 November dan menuju Davao, sebuah kota besar di Pulau Mindanao, sebelum meninggalkan negara itu pada 28 November. Mindanao dikenal sebagai wilayah yang lama dilanda terorisme dan menjadi basis sejumlah kelompok militan, termasuk Abu Sayyaf dan kelompok Maute, yang pernah menguasai Kota Marawi pada 2017.

ASIO sendiri menyebut Filipina sebagai salah satu hotspot bagi Islamic State East Asia (ISEA), cabang regional ISIS. Meski tidak ada hubungan langsung yang diketahui antara ISEA dan Australia, sebelumnya pernah ada keterkaitan warga Australia dengan kelompok teroris di Filipina.

Kedua tersangka diketahui tinggal di wilayah Bonnyrigg, Sydney Barat. Sajid Akram, yang berprofesi sebagai pedagang buah, merupakan pemegang lisensi senjata api untuk berburu rekreasi. Polisi menyita enam senjata api miliknya dari dua lokasi, termasuk rumah dan sebuah penginapan Airbnb. Sementara itu, Naveed Akram, yang bekerja sebagai tukang bangunan, lahir di Australia, sedangkan ayahnya berimigrasi pada 1998 menggunakan visa pelajar sebelum beralih ke visa pasangan.

Rekaman video yang diverifikasi menunjukkan Naveed cukup terampil menggunakan senapan bolt-action, menembakkan empat peluru dalam waktu sekitar lima detik dari jembatan pejalan kaki yang menghadap Bondi Beach.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: australiaBondiBeachcobisnis.comISISTerorisme

Related Posts

Bandung Jadi Destinasi Favorit Asia, Saingi Jepang dan Vietnam

Bandung Jadi Destinasi Favorit Asia, Saingi Jepang dan Vietnam

by Hidayat Taufik
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kota Bandung kembali mencatat prestasi di sektor pariwisata Asia, Kota ini berhasil masuk lima besar destinasi dengan...

Tesla Hentikan Model S dan Model X, Fokus ke Robot dan Kendaraan Otonom

Tesla Hentikan Model S dan Model X, Fokus ke Robot dan Kendaraan Otonom

by Desti Dwi Natasya
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tesla hentikan Model S dan Model X setelah bertahun-tahun menjadi andalan perusahaan. Oleh karena itu, tesla hentikan model...

BSI Call Bebas Pulsa Hadirkan Layanan VoIP untuk Nasabah

BSI Call Bebas Pulsa Hadirkan Layanan VoIP untuk Nasabah

by Dwi Natasya
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BSI Call bebas pulsa diluncurkan untuk mempermudah akses layanan perbankan bagi nasabah. Oleh karena itu, Bank Syariah Indonesia...

Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

by Hidayat Taufik
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gen Z dan Gen Alpha kini menunjukkan kesadaran emosi yang lebih tinggi, Mereka juga lebih terbuka membicarakan...

Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

Kapolda Riau Tegaskan Tanpa Toleransi untuk Pelaku Karhutla 2026

by Hidayat Taufik
April 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kapolda Riau Herry Heryawan menegaskan komitmen kuat dalam penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan. Ia menyatakan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

Lonjakan Harga BBM Bikin Warga Pakistan Panik, SPBU Dipadati Kendaraan

April 3, 2026
Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

Harga Emas Terjun bebas, Biang Keroknya Perlahan Terkuak

April 3, 2026
Trump Ancam Iran dengan Serangan Infrastruktur, Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

Trump Ancam Iran dengan Serangan Infrastruktur, Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

April 3, 2026
Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

Konflik Iran Tekan Pasar Energi dan Uji Kredibilitas Trump

April 3, 2026
Bandung Jadi Destinasi Favorit Asia, Saingi Jepang dan Vietnam

Bandung Jadi Destinasi Favorit Asia, Saingi Jepang dan Vietnam

April 4, 2026
Tesla Hentikan Model S dan Model X, Fokus ke Robot dan Kendaraan Otonom

Tesla Hentikan Model S dan Model X, Fokus ke Robot dan Kendaraan Otonom

April 4, 2026
BSI Call Bebas Pulsa Hadirkan Layanan VoIP untuk Nasabah

BSI Call Bebas Pulsa Hadirkan Layanan VoIP untuk Nasabah

April 4, 2026
Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

Gen Z dan Gen Alpha 2026 Lebih Sadar Emosi, Ini Penyebabnya

April 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved