• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Yaman Jadi Negara dengan Jam Kerja Terpendek, Bagaimana di Indonesia?

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 2, 2025
in News
0
Yaman Jadi Negara dengan Jam Kerja Terpendek, Bagaimana di Indonesia?

JAKARTA, Cobisnis.com – Yaman tercatat sebagai negara dengan jam kerja paling singkat di dunia pada 2025, hanya sekitar 25,9 jam per minggu. Angka ini setara dengan kurang lebih 4 jam kerja per hari, jauh lebih rendah dibanding banyak negara lainnya.

Durasi tersebut menunjukkan pola kerja yang lebih ringan dan fleksibel, dipengaruhi situasi ekonomi serta struktur tenaga kerja yang didominasi sektor informal. Kondisi ini otomatis membuat rata-rata jam kerja nasional menurun signifikan.

Di bawah Yaman, negara Eropa seperti Belanda dan Norwegia juga mencatat jam kerja rendah, berada di rentang 27–29 jam per minggu. Negara-negara ini dikenal punya kebijakan kerja yang menekankan keseimbangan hidup dan produktivitas.

Sementara itu, Indonesia berada jauh di atas kelompok jam kerja terpendek. Rata-rata jam kerja nasional tercatat sekitar 37,7 jam per minggu, menempatkan Indonesia di peringkat 74 dunia.

Angka tersebut masih tergolong moderat secara global. Namun dibanding negara dengan work-life balance tinggi, beban kerja Indonesia relatif lebih padat meskipun masih sesuai regulasi nasional.

Dengan durasi 37,7 jam per minggu, mayoritas pekerja Indonesia bekerja sekitar 7–8 jam per hari dalam sistem lima hari kerja. Ini konsisten dengan aturan ketenagakerjaan di berbagai sektor formal.

Perbedaan besar antara Yaman dan Indonesia memperlihatkan bagaimana struktur ekonomi dan regulasi berdampak langsung terhadap pola kerja masyarakat. Yaman cenderung fleksibel, sementara Indonesia lebih terstruktur.

Bagi banyak pekerja Indonesia, durasi kerja saat ini masih dianggap “wajar”. Namun dibanding negara-negara dengan durasi rendah, jam kerja cenderung lebih menekan sisi waktu istirahat dan keseimbangan hidup.

Situasi global ini membuka ruang evaluasi bagi kebijakan ketenagakerjaan dan kualitas produktivitas. Jam kerja panjang tidak selalu sebanding dengan output yang tinggi apabila tidak dibarengi efisiensi.

Data perbandingan ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menata kembali strategi kesejahteraan tenaga kerja, terutama dalam meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kesehatan dan kualitas hidup.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download xiomi firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: CobisnisduniaIndonesiaJam KerjaPebisnismudaWorkLifeBalanceYaman

Related Posts

Dokter ITS mengingatkan risiko gelombang panas, mulai dari dehidrasi, gangguan tidur, kerusakan kulit, hingga kanker kulit.

Dokter Ingatkan Bahaya Gelombang Panas bagi Kesehatan

by Desti Dwi Natasya
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pakar kesehatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko gangguan kesehatan akibat gelombang panas...

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas, Kepentingan Dalam Negeri Jadi Taruhan

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas, Kepentingan Dalam Negeri Jadi Taruhan

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia,...

Militer Yaman menuduh kelompok Houthi menyerang Bandara Internasional Aden dan Bandara Al-Rayyan di Mukalla menggunakan rudal balistik.

Dua Bandara di Yaman Diserang, Houthi Jadi Tertuduh

by Desti Dwi Natasya
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Militer Yaman menuduh kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik ke Bandara Internasional Aden dan Bandara Al-Rayyan di...

Yunani dan Bulgaria Perbaiki Status Pasar Modal, Ini Perbedaan Keputusannya

Yunani dan Bulgaria Perbaiki Status Pasar Modal, Ini Perbedaan Keputusannya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Yunani dan Bulgaria mencatat perkembangan baru di pasar saham internasional pada 2026. Keduanya mengalami perubahan klasifikasi yang...

IHSG Anjlok 1,35% ke 5.256, Sebanyak 516 Saham Melemah

IHSG Anjlok 1,35% ke 5.256, Sebanyak 516 Saham Melemah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Hingga pukul 09.00 WIB, indeks berada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

BI Bidik Transaksi QRIS untuk Judi Online

October 21, 2026
Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

Sebagian Warga Yang Merasakan Tekanan Ekonomi Cenderung Menyalurkan Keluhan Lewat Media Sosial

October 21, 2026
Ilustrasi Makan Malam - pexels/Galina Yarovaya.

Girls, Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Kalau Sering Makan Tengah Malam

October 21, 2026
Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

Terungkap! Penerima MBG Justru Didominasi Siswa dari Keluarga Kaya

October 21, 2026
Vladimir Putin mengumumkan tanker pertama berisi 40 ribu ton solar Rusia siap berangkat pekan ini untuk memasok pasar global, termasuk AS.

Putin Siapkan 40 Ribu Ton Solar untuk Pasar Global

October 22, 2026
Tidur Terganggu karena Terbangun Tengah Malam, Kenali Faktor Pemicunya

Tidur Terganggu karena Terbangun Tengah Malam, Kenali Faktor Pemicunya

October 22, 2026
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

Akhiri Konflik, Ukraina Siap Bernegosiasi dengan Rusia

October 22, 2026
Dokter ITS mengingatkan risiko gelombang panas, mulai dari dehidrasi, gangguan tidur, kerusakan kulit, hingga kanker kulit.

Dokter Ingatkan Bahaya Gelombang Panas bagi Kesehatan

October 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved