• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, April 7, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

India Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 6,7% di 2025

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
India Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 6,7% di 2025

JAKARTA, Cobisnis.com – Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi India untuk tahun 2025. Perkiraan produk domestik bruto (PDB) India naik dari 6,3% menjadi 6,7%, mencerminkan optimisme terhadap daya tahan ekonomi negara tersebut.

Peningkatan proyeksi ini didorong oleh permintaan domestik yang terus menunjukkan tren positif. Konsumsi rumah tangga yang tinggi menjadi motor penggerak utama ekonomi India, bahkan saat perekonomian global menghadapi pelemahan.

Reformasi pajak barang dan jasa atau Goods and Services Tax (GST) juga menjadi faktor kunci. Penyederhanaan sistem pajak meningkatkan kepatuhan, mengurangi beban administrasi, dan menambah ruang fiskal bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan.

India kini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dengan basis populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, konsumsi domestik memberi kekuatan unik yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain.

Kenaikan proyeksi ini juga kontras dengan tren global. OECD memperkirakan pertumbuhan dunia melambat dari 3,3% pada 2024 menjadi 3,2% di 2025, jauh di bawah kinerja India.

Bagi pasar keuangan internasional, outlook positif India memperkuat daya tarik investasi. Investor global melihat negara ini sebagai alternatif strategis di tengah ketidakpastian di Eropa, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Reformasi ekonomi India juga memperbaiki iklim usaha. Dengan peraturan yang lebih ramah bisnis, arus investasi asing langsung (FDI) diperkirakan meningkat, mendorong pertumbuhan sektor manufaktur dan teknologi.

Sektor digital dan e-commerce menjadi contoh nyata daya tarik India. Dengan penetrasi internet yang semakin luas, konsumsi online mendukung ekspansi ritel modern sekaligus memperbesar kontribusi sektor jasa terhadap PDB.

Pemerintah India menyatakan komitmen menjaga momentum pertumbuhan dengan kebijakan fiskal yang hati-hati. Subsidi tepat sasaran, pembangunan infrastruktur, dan dukungan industri menjadi pilar utama dalam menjaga keseimbangan.

Secara keseluruhan, revisi proyeksi OECD menunjukkan bahwa India tetap menjadi pusat pertumbuhan global. Ketahanan ekonomi domestik, ditambah reformasi struktural, menjadikan India sebagai pemain kunci dalam dinamika ekonomi dunia.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download xiomi firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: CobisnisEkonomi globalindiaOECDPebisnismudaPertumbuhan Ekonomi

Related Posts

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

Airlangga Sebut Kenaikan Harga Avtur Berdampak Langsung ke Tarif Tiket Pesawat

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kenaikan harga avtur global disebut menjadi penyebab utama melonjaknya harga tiket pesawat domestik dalam beberapa waktu terakhir....

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana pemotongan gaji menteri mencuat di tengah upaya pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%, dengan...

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memberi lampu hijau bagi maskapai domestik untuk menaikkan fuel surcharge hingga 38% akibat kenaikan harga avtur...

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

Ada 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun dalam Pantauan Ketat OJK

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pengawasan ketat terhadap 14 perusahaan di sektor asuransi dan dana pensiun....

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

ADRO Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham dalam Rencana yang Diperbarui

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merevisi rencana buyback saham dengan menaikkan anggaran menjadi maksimal Rp 5...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

Harga Batu Bara Naik, Ikuti Kenaikan Minyak dan Gangguan Pasokan Energi

April 6, 2026
Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

Maskapai Dapat Lampu Hijau untuk Naikkan Biaya BBM hingga 38%, Tiket Berpotensi Ikut Naik

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Purbaya Angkat Bicara soal Wacana Potong Gaji Menteri, Angka 25% Muncul

April 6, 2026
Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Diduga Cabuli 5 Murid

April 7, 2026
Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

Ratusan Bahasa Terancam Punah, DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Bahasa Daerah

April 6, 2026
Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

Wabah Campak di Bangladesh, 38 Anak Meninggal Akibat Rendahnya Vaksinasi

April 6, 2026
BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah, 11 Ribu UMKM Terjangkau

April 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved