• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, July 5, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Dapat Suntikan PMN Rp 5 Triliun, Anggota DPR Mewanti-wanti Kinerja LPEI

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
January 9, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Dapat Suntikan PMN Rp 5 Triliun, Anggota DPR Mewanti-wanti Kinerja LPEI

Cobisnis.com – Pemerintah menambah modal Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp 5 triliun. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam modal LPEI, yang diteken Presiden Joko Widodo 30 Desember 2020.

Suntikan modal ini diberikan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus mendorong perekonomian nasional, dengan rincian Rp 4 triliun untuk meningkatkan kapasitas usaha LPEI dan Rp 1 triliun untuk melaksanakan penugasan khusus.

Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati mengingatkan bahwa LPEI dapat menjadi lembaga strategis untuk mendorong ekspor UMKM. Menurut informasi yang didapatkannya, hingga kini LPEI baru bisa memfasilitasi sekitar 2200 UMKM. Angka tersebut masih relatif sangat rendah dengan besarnya potensi yang ada sementara kinerja sektor keuangan LPEI terus mengalami penurunan.

“LPEI atau Indonesia EximBank membukukan rugi bersih sebesar Rp 4,7 triliun pada 2019. Selain kerugian, LPEI juga mencatatkan penurunan aset hampir 10 persen menjadi Rp108,7 triliun pada 2019,” kata Anis dilansir laman DPR RI, Kamis (7 Januari 2021).

Selain itu, Anis juga mengungkapkan bahwa terdapat 14 temuan BPK dalam laporannya yang menilai kinerja pemberian fasilitas pembiayaan di LPEI belum maksimal. Terutama pemantauan pada debitur-debitur yang berpotensi bermasalah.

“Saya kira LPEI harus menindaklanjuti temuan-temuan BPK ini,” ujar Anis.

Politisi Fraksi PKS ini menilai perlu adanya langkah strategis yang diambil LPEI di tengah semakin ketatnya likuiditas ditambah dengan semakin besarnya defisit pendapatan pemerintah pada tahun 2019.

Sejumlah catatan juga diberikan, terutama terkait tingginya Non Performing Financing (NPF) dari LPEI. Berdasarkan data per 31 Desember 2019, NPF bruto LPEI sudah mencapai 23,39 persen, meningkat tajam dibandingkan tahun 2018 sebesar 13,73 persen.

Angka tersebut sangat tinggi apabila dibandingkan dengan bank-bank BUMN yang hanya berkisar antara 2-5 persen.

“Tingginya NPF ini seharusnya menjadi catatan tersendiri, terutama apabila LPEI akan dilibatkan dalam program stimulus perekonomian dalam rangka menangani wabah Covid,” jelas Anis.

Kemampuan LPEI Dipertanyakan

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan Rp 1 triliun dari PMN menugaskan LPEI menjamin korporasi untuk back up permodalan dalam penyelenggaraan program penjaminan korporoasi LPEI jadi frontier. Ia mempertanyakan kemampuan perusahaan BUMN ini dalam meningkatkan kontribusi bagi PDB nasional.

“LPEI sebelumnya tercatat merugi di tahun 2019. Total kerugiannya tercatat Rp 4,7 triliun. Sehingga, memunculkan pertanyaan apakah lembaga tersebut mampu mengakselerasi PEN di tengah kondisi keuangan tersebut,” kata Hergun, sapaan akrab Heri Gunawan.

Anjloknya pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 yang merosot hingga minus 5,32 persen (yoy), membuat pemerintah berupaya mendongkrak ekonomi di kuartal III-2020 dengan menggenjot program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Realisasi PEN itu dilakukan salah satunya melalui skema Special Mission Vehicles (SMV), dengan cara menempatkan modal ke perusahaan BUMN hingga lembaga.

Kemudian LPEI atau Bank Exim Indonesia tercatat sebagai salah satu yang mendapatkan suntikan modal tersebut. Pada 2020 LPEI meminta PMN senilai Rp 5 triliun, hampir sama dengan nilai kerugiannya pada 2019 yang mencapai Rp 4,7 triliun.

“Saya malah punya pikiran, jangan-jangan ini untuk menutupi rugi bersih kemarin,” ujar legislator asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut.

Peningkatan NPL gross yang cukup tajam dan melebihi batasan normal sudah terjadi sejak akhir 2017, dimana rasio BOPO (kemampuan bank dalam mengelola beban operasional, semakin tinggi nilai BOPO semakin buruk pengelolaan perusahaan tersebut), tercatat makin tinggi yakni sebesar 100,51 persen di 2018 dan 179,63 persen di 2019.

“Kami akan menjadwalkan rapat FGD dengan LPEI pada masa sidang mendatang,” jelas Ketua DPP Gerindra ini.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download samsung firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy free download

Related Posts

Auto Draft

Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Paraguay

by Zahra Zahwa
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Prancis memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0...

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, KSOP Imbau Kapal Jauhi Kawah Aktif

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, KSOP Imbau Kapal Jauhi Kawah Aktif

by Hidayat Taufik
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi dan saat ini berada pada status...

Harry Kane Cs Hadapi Ujian Berat, Meksiko Difavoritkan Menang di Azteca

Harry Kane Cs Hadapi Ujian Berat, Meksiko Difavoritkan Menang di Azteca

by Hidayat Taufik
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meksiko bersiap menghadapi ujian berat saat melawan Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang...

Brasil Diunggulkan, Tapi Norwegia Punya Senjata Mematikan Bernama Haaland

Brasil Diunggulkan, Tapi Norwegia Punya Senjata Mematikan Bernama Haaland

by Hidayat Taufik
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Brasil akan menghadapi ujian berat saat bertemu Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga perebutan...

Video Pemotor Dipukul Pria Bermotor Sport di Jagakarsa Hebohkan Medsos

Video Pemotor Dipukul Pria Bermotor Sport di Jagakarsa Hebohkan Medsos

by Hidayat Taufik
July 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengendara motor diduga menjadi korban pemukulan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ramai...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cek Masa Dukungan HP Android

Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cek Masa Dukungan HP Android

July 5, 2026
Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

Chery Akuisisi Pabrik Bekas Nissan di Afrika Selatan, Siapkan Produksi Mobil Mulai 2027

July 5, 2026
Camat Cakung Respons Data PPATK soal Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak

Camat Cakung Respons Data PPATK soal Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak

July 5, 2026
Auto Draft

Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Paraguay

July 5, 2026
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, KSOP Imbau Kapal Jauhi Kawah Aktif

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, KSOP Imbau Kapal Jauhi Kawah Aktif

July 5, 2026
Harry Kane Cs Hadapi Ujian Berat, Meksiko Difavoritkan Menang di Azteca

Harry Kane Cs Hadapi Ujian Berat, Meksiko Difavoritkan Menang di Azteca

July 5, 2026
Brasil Diunggulkan, Tapi Norwegia Punya Senjata Mematikan Bernama Haaland

Brasil Diunggulkan, Tapi Norwegia Punya Senjata Mematikan Bernama Haaland

July 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved