JAKARTA, Cobisnis.com – Usia 20-an menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan karena dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, membangun karier, dan mempersiapkan masa depan.
Namun, kebiasaan menunda pekerjaan, terlalu mengikuti pendapat orang lain, hingga menghindari tantangan dapat membuat kesempatan pada masa muda terlewat begitu saja.
Dikutip dari kanal YouTube Pertajam Pola Pikir, Jumat (16/10/2026), ada enam kebiasaan yang perlu dihindari anak muda agar tidak menyesali keputusan mereka di kemudian hari.
Kebiasaan pertama adalah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan dengan terus menunda pekerjaan atau rencana yang sebenarnya bisa mulai dikerjakan sekarang.
Menunda belajar, mengembangkan keterampilan, atau memulai usaha dapat membuat seseorang kehilangan momentum untuk berkembang dan tertinggal dari orang lain yang lebih dahulu mengambil tindakan.
Kebiasaan kedua adalah lebih memprioritaskan penilaian orang lain daripada kebutuhan dan tujuan pribadi.
Keinginan terlihat sukses di media sosial, misalnya, dapat mendorong seseorang menghabiskan uang untuk barang bermerek atau nongkrong di tempat mahal, meskipun kondisi keuangannya belum mendukung.
Kebiasaan ketiga adalah menggunakan berbagai alasan untuk membenarkan kemalasan.
Alih-alih mengevaluasi diri dan mulai bertindak, seseorang bisa saja bersembunyi di balik alasan yang terdengar masuk akal untuk menghindari tanggung jawab atau pekerjaan yang menantang.
Kebiasaan keempat adalah terlalu berfokus pada pencapaian di dunia digital, seperti peringkat permainan atau popularitas di media sosial, hingga mengabaikan perkembangan diri di kehidupan nyata.
Bermain gim dan menggunakan media sosial tidak selalu menjadi masalah, tetapi penggunaan yang berlebihan berisiko mengurangi waktu untuk belajar, bekerja, beristirahat, dan membangun keterampilan.
Kebiasaan kelima adalah menggunakan uang tanpa perencanaan.
Tanpa anggaran dan pencatatan pengeluaran, seseorang lebih mudah menghabiskan pendapatannya untuk kesenangan sesaat daripada memenuhi kebutuhan, menabung, atau meningkatkan kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan.
Kebiasaan keenam adalah selalu menghindari rasa tidak nyaman, termasuk ketika harus belajar disiplin, menyelesaikan pekerjaan, berolahraga, atau menghadapi tantangan baru.
Padahal, proses mengembangkan keterampilan dan membangun kebiasaan positif sering kali membutuhkan usaha yang konsisten, bahkan ketika hasilnya belum langsung terlihat.
Keenam kebiasaan tersebut memiliki satu pola yang sama, yaitu memilih kenyamanan jangka pendek dibandingkan usaha yang berpotensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Untuk mengatasinya, anak muda dapat mulai dengan menentukan tujuan yang realistis, membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil, serta menetapkan waktu khusus untuk belajar dan menyelesaikan tanggung jawab.
Pengelolaan keuangan juga perlu diperhatikan dengan membuat anggaran, mencatat pengeluaran, dan menyisihkan sebagian pemasukan untuk tabungan sebelum menggunakannya untuk kebutuhan lain.
Selain itu, membatasi waktu bermain gim dan menggunakan media sosial dapat membantu menyediakan lebih banyak ruang untuk kegiatan yang mendukung perkembangan diri.
Pada akhirnya, memaksimalkan usia 20-an bukan berarti harus selalu produktif atau mencapai kesuksesan secepat mungkin, melainkan membangun kebiasaan baik, belajar dari kesalahan, dan mengambil langkah nyata secara konsisten untuk masa depan.













