• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, October 22, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Enam Kebiasaan yang Bisa Merusak Masa Muda

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
October 16, 2026
in Lifestyle
0
Usia 20-an menjadi masa penting untuk membangun masa depan. Kenali enam kebiasaan yang bisa menghambat perkembangan diri dan cara menghindarinya.

Usia 20-an menjadi masa penting untuk membangun masa depan. Kenali enam kebiasaan yang bisa menghambat perkembangan diri dan cara menghindarinya.

JAKARTA, Cobisnis.com – Usia 20-an menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan karena dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, membangun karier, dan mempersiapkan masa depan.

Namun, kebiasaan menunda pekerjaan, terlalu mengikuti pendapat orang lain, hingga menghindari tantangan dapat membuat kesempatan pada masa muda terlewat begitu saja.

Dikutip dari kanal YouTube Pertajam Pola Pikir, Jumat (16/10/2026), ada enam kebiasaan yang perlu dihindari anak muda agar tidak menyesali keputusan mereka di kemudian hari.

Kebiasaan pertama adalah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan dengan terus menunda pekerjaan atau rencana yang sebenarnya bisa mulai dikerjakan sekarang.

Menunda belajar, mengembangkan keterampilan, atau memulai usaha dapat membuat seseorang kehilangan momentum untuk berkembang dan tertinggal dari orang lain yang lebih dahulu mengambil tindakan.

Kebiasaan kedua adalah lebih memprioritaskan penilaian orang lain daripada kebutuhan dan tujuan pribadi.

Keinginan terlihat sukses di media sosial, misalnya, dapat mendorong seseorang menghabiskan uang untuk barang bermerek atau nongkrong di tempat mahal, meskipun kondisi keuangannya belum mendukung.

Kebiasaan ketiga adalah menggunakan berbagai alasan untuk membenarkan kemalasan.

Alih-alih mengevaluasi diri dan mulai bertindak, seseorang bisa saja bersembunyi di balik alasan yang terdengar masuk akal untuk menghindari tanggung jawab atau pekerjaan yang menantang.

Kebiasaan keempat adalah terlalu berfokus pada pencapaian di dunia digital, seperti peringkat permainan atau popularitas di media sosial, hingga mengabaikan perkembangan diri di kehidupan nyata.

Bermain gim dan menggunakan media sosial tidak selalu menjadi masalah, tetapi penggunaan yang berlebihan berisiko mengurangi waktu untuk belajar, bekerja, beristirahat, dan membangun keterampilan.

Kebiasaan kelima adalah menggunakan uang tanpa perencanaan.

Tanpa anggaran dan pencatatan pengeluaran, seseorang lebih mudah menghabiskan pendapatannya untuk kesenangan sesaat daripada memenuhi kebutuhan, menabung, atau meningkatkan kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan.

Kebiasaan keenam adalah selalu menghindari rasa tidak nyaman, termasuk ketika harus belajar disiplin, menyelesaikan pekerjaan, berolahraga, atau menghadapi tantangan baru.

Padahal, proses mengembangkan keterampilan dan membangun kebiasaan positif sering kali membutuhkan usaha yang konsisten, bahkan ketika hasilnya belum langsung terlihat.

Keenam kebiasaan tersebut memiliki satu pola yang sama, yaitu memilih kenyamanan jangka pendek dibandingkan usaha yang berpotensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Untuk mengatasinya, anak muda dapat mulai dengan menentukan tujuan yang realistis, membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil, serta menetapkan waktu khusus untuk belajar dan menyelesaikan tanggung jawab.

Pengelolaan keuangan juga perlu diperhatikan dengan membuat anggaran, mencatat pengeluaran, dan menyisihkan sebagian pemasukan untuk tabungan sebelum menggunakannya untuk kebutuhan lain.

Selain itu, membatasi waktu bermain gim dan menggunakan media sosial dapat membantu menyediakan lebih banyak ruang untuk kegiatan yang mendukung perkembangan diri.

Pada akhirnya, memaksimalkan usia 20-an bukan berarti harus selalu produktif atau mencapai kesuksesan secepat mungkin, melainkan membangun kebiasaan baik, belajar dari kesalahan, dan mengambil langkah nyata secara konsisten untuk masa depan.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
Tags: Cobisniskebiasaan burukmanajemen waktumasa mudapengembangan diriusia 20-an

Related Posts

YE Live in Jakarta Diproyeksikan Libatkan 5.000 Tenaga Kerja

YE Live in Jakarta Diproyeksikan Libatkan 5.000 Tenaga Kerja

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – YE Live in Jakarta yang akan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung...

Bukan Kebetulan, Ide Kreatif Bisa Muncul Saat Otak Sedang Rileks

Bukan Kebetulan, Ide Kreatif Bisa Muncul Saat Otak Sedang Rileks

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ide cemerlang terkadang muncul saat seseorang sedang mandi, berjalan kaki, atau melakukan pekerjaan rumah. Fenomena ini berkaitan...

Benjamin Netanyahu mengklaim Iran dan sekutunya berupaya memengaruhi pemilu Israel pekan depan serta memperingatkan Teheran agar tidak ikut campur.

Netanyahu Tuduh Iran Berupaya Campuri Pemilu Israel

by Desti Dwi Natasya
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim badan intelijen negaranya telah memperingatkan adanya potensi campur tangan Iran dan...

Enam Tahun IFG Life, Klaim Tembus Rp33,76 Triliun

Enam Tahun IFG Life, Klaim Tembus Rp33,76 Triliun

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) memperingati enam tahun perjalanan dengan memperkuat komitmen menghadirkan perlindungan bagi masyarakat...

KUMPUL Summit Soroti Kesenjangan Pembiayaan UMKM USD 300 Miliar

KUMPUL Summit Soroti Kesenjangan Pembiayaan UMKM USD 300 Miliar

by Rizki Meirino
October 22, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – KUMPUL Summit 2026 menyoroti kesenjangan pembiayaan bisnis di Asia Tenggara yang mencapai lebih dari USD 300 miliar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

PT AIA Financial Peroleh Persetujuan OJK untuk Pengalihan Portofolio Unit Usaha Syariah kepada PT AIA Syariah Insurance

October 22, 2026
Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

Prabowo Kembali Wacanakan Penghematan Besar-besaran demi Kesejahteraan Masyarakat

October 22, 2026
Demi Danantara, Luhut Usulkan Perubahan Definisi Korupsi dan Prabowo Setuju

Demi Danantara, Luhut Usulkan Perubahan Definisi Korupsi dan Prabowo Setuju

October 22, 2026
Luhut Luruskan Pernyataan soal Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi

Luhut Luruskan Pernyataan soal Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi

October 22, 2026
YE Live in Jakarta Diproyeksikan Libatkan 5.000 Tenaga Kerja

YE Live in Jakarta Diproyeksikan Libatkan 5.000 Tenaga Kerja

October 22, 2026
Bukan Kebetulan, Ide Kreatif Bisa Muncul Saat Otak Sedang Rileks

Bukan Kebetulan, Ide Kreatif Bisa Muncul Saat Otak Sedang Rileks

October 22, 2026
Benjamin Netanyahu mengklaim Iran dan sekutunya berupaya memengaruhi pemilu Israel pekan depan serta memperingatkan Teheran agar tidak ikut campur.

Netanyahu Tuduh Iran Berupaya Campuri Pemilu Israel

October 22, 2026
Tri Hadirkan Kembali BombasTri dengan 2.026 Hadiah Menarik

Tri Bagi-bagi 2.026 Hadiah Lewat BombasTri, Ini Cara Ikut Undiannya

October 22, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved