JAKARTA, Cobisnis.com – Handuk adalah barang yang digunakan sehari-hari untuk mengeringkan tubuh sehabis mandi. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaganya tetap bersih dan higienis.
Handuk dapat memerangkap keringat dan minyak tubuh lainnya, yang dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebihan jika tidak dibersihkan secara menyeluruh dan teratur.
Dengan mencuci handuk secara teratur, kamu tidak hanya menjaganya tetap segar dan bersih, tetapi juga mencegah penumpukan kotoran dan juga dapat membantu handuk bertahan lebih lama.
Menurut Liz Eichholz, salah satu pendiri dan Direktur Kreatif Weezie Towels di Atlanta, Georgia, tanda pasti handuk perlu diganti adalah bau apak, atau ketika handuk tersebut kehilangan kelembutan dan daya serapnya.
“Handuk berkualitas tinggi seharusnya tahan 1–2 tahun, tergantung pada penggunaan dan perawatan yang tepat,” kata Eichholz dilansir dari Southren Living, Rabu (16/9/2026).
Namun, metode terbaik apa sebenarnya untuk membersihkan handuk? Haruskah kita mencuci handuk dengan air panas? Berikut penjelasan tentang cara mencuci handuk agar lebih awet dan tetap terasa lembut serta nyaman menurut para ahlinya.
Katanya, mencuci handuk dengan air panas akan membantu membunuh semua bakteri dan kuman yang menumpuk di handuk. “Dengan teknologi modern dan deterjen serta bahan tambahan unggulan, saya rasa kamu dapat mencuci handuk dengan aman menggunakan air hangat dengan hasil yang sangat baik,” jelas Patric Richardson, seorang ahli cucian, pembawa acara TV The Laundry Guy.
Menanggapi hal tersebut, Eichholz setuju, dan menyatakan bahwa air panas sebenarnya tidak baik untuk handuk, karena dapat merusaknya.
“Kami merekomendasikan mencuci handuk dengan air dinginn kami jamin air dingin membunuh bakteri sama banyaknya dengan air panas,” ungkapnya.
Namun, jika kamu tetap memilih untuk mencuci handuk dengan air panas, Richardson mengatakan bahwa bahan katun mungkin satu-satunya jenis kain yang dapat menahan suhu tinggi tersebut.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak semua handuk dapat tahan terhadap air panas. “Jika handuk kamu terbuat dari kain selain katun, hindari air panas sebisa mungkin. Kain lain tidak tahan terhadap suhu tersebut. Handuk bisa menyusut atau berubah bentuk,” tambah Richardson.
Eichholz percaya bahwa mencuci handuk dengan air panas justru dapat lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada manfaat. “Seiring waktu, paparan suhu tinggi yang berlebihan dapat merusak serat dan embuat handuk terasa kasar.”
“Air panas dapat sangat merusak komposisi serat dan merusak apa yang membuat handuk lembut dan halus. Air panas juga diketahui dapat menyusutkan handuk yang terbuat dari 100 persen katun,” sambungnya.
Maka dari itu, daripada mencuci handuk dengan air yang sangat panas, Richardson menyarankan untuk menggunakan lebih sedikit deterjen dalam pencucian hangat, tetapi menambahkan pemutih. “Metode ini aman untuk warna dan tidak merusak kain,” katanya.
Sementara Eichholz menyukai penggunaan cuka dan soda kue ketika handuk membutuhkan perawatan ekstra. Cuka membantu memecah penumpukan kotoran dan soda kue membantu menetralkan bau.
Richardson dan Eichholz berbeda pendapat mengenai apakah siklus pencucian dingin efektif membersihkan handuk. Menurut Eichholz, air dingin tetap dapat membunuh kuman dan membuat handuk lebih segar dari sebelumnya.
“Menambahkan disinfektan seperti cuka atau soda kue ke dalam cucian akan memberikan handuk Anda daya pembersih ekstra dan menghasilkan hasil ‘seperti baru’,” ungkapnya.
Di sisi lain, Richardson mengatakan bahwa pencucian dengan air dingin membutuhkan waktu lama untuk efektif, jadi dia menghindarinya jika memungkinkan. Richardaon lebih memilih menggunakan siklus pencucian air hangat.










