JAKARTA, Cobinsis.com – Pakar nutrisi dan pelatih penurunan berat badan Prachi Sodha baru-baru ini membagikan tiga kebiasaan sehari-hari untuk keluarga, dengan mengatakan bahwa kebiasaan sehat bukanlah tentang kesempurnaan tetapi tentang membuat pilihan kecil yang konsisten.
Ia menyarankan untuk menghindari makan buah larut malam, memperingatkan agar tidak menaruh makanan panas dalam wadah plastik, dan menyarankan untuk menunggu 45–60 menit setelah makan sebelum minum teh atau kopi untuk mendukung penyerapan zat besi.
Sementara, menurut Dr. Himika Chawla, Konsultan Senior, Endokrinologi dan Diabetologi, Rumah Sakit PSRI, mengatakan waktu mengonsumsi buah kurang penting dibandingkan pola makan secara keseluruhan.
“Makan buah di malam hari bukanlah hal yang buruk atau berpotensi menjadi masalah gula darah utama bagi orang sehat,”katanya dilansir dari laman Indianexpress, Selasa (15/9/2026).
Ukuran porsi, total asupan karbohidrat, pola makan secara keseluruhan, dan kesehatan metabolisme individu lebih penting daripada waktu.
“Buah utuh mengandung gula alami beserta serat, vitamin, dan mineral. Serat memperlambat pelepasan gula ke dalam darah,” tambah Dr. Chawla.
Namun, bagi penderita diabetes atau resistensi insulin mungkin perlu lebih memperhatikan porsi dan respons glukosa masing-masing, terutama jika mereka menambahkan buah ke dalam makan malam yang sudah kaya karbohidrat.
“Tidak ada aturan baku yang melarang makan buah setelah waktu tertentu. Buah utuh itu sehat, bahkan di malam hari jika dikonsumsi dalam porsi yang wajar,” ungkapnyan.
Lebih lanjut, bagi yang suka menyimpan atau memanaskan makanan panas di wadah plastik, Dr. Chawla sangat tidak merekomendasikannya karena masalah kesehatan.
“Memanaskan makanan dalam wadah plastik yang salah dapat meningkatkan kemungkinan bahan kimia merembes keluar dari wadah dan masuk ke dalam makanan,” ujar Dr. Chawla.
Ia menyarankan untuk menggunakan wadah yang diberi label jelas aman untuk makanan dan cocok untuk makanan panas atau penggunaan microwave.
Para anggota keluarga juga harus menghindari memanaskan makanan dalam wadah yang rusak, tergores, atau melengkung, serta wadah plastik sekali pakai kecuali jika wadah tersebut memang dirancang khusus untuk tujuan tersebut.
Untuk makanan yang sangat panas, Dr. Chawla menyarankan gelas atau baja tahan karat sebagai alternatif praktis.
“Intinya bukanlah semua plastik itu beracun yang penting adalah jenis plastik dan bagaimana penggunaannya,” sambungnya.
Sementara untuk yang memiliki kebiasaan minum kopi atau teh setelah makan, lebih baik dijeda sampai beberapa menit. Sebab kopi dan teh dapat menyerap asupan zat besi.
“Orang-orang dengan kekurangan zat besi atau anemia, wanita hamil, mereka yang mengalami pendarahan menstruasi berat, dan mereka yang asupan zat besi dalam makanannya rendah harus lebih berhati-hati,” kata Dr. Chawla.
Bagi kelompok ini, mungkin lebih baik menghindari teh atau kopi segera setelah makan makanan kaya zat besi atau mengonsumsi suplemen zat besi.
“Penyerapan zat besi dapat ditingkatkan dengan memberikan jeda waktu sekitar satu hingga dua jam. Menggabungkan sumber zat besi nabati dengan makanan kaya vitamin C juga dapat meningkatkan penyerapan,” tukasnya.













