JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa gelas kopi sekali pakai yang dibawa pulang melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke setiap sajian melalui lapisan plastik di dalamnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Queensland juga menemukan bahwa cangkir kopi sekali pakai yang diklaim ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami justru bisa lebih buruk.
Ahli diet dan ahli nutrisi Susie Burrell mengatakan bahwa warga Australia sudah mengonsumsi sekitar lima gram mikroplastik per tahun dari berbagai sumber, yang kira-kira seukuran satu kartu kredit.
“Ada berbagai macam gelas ramah lingkungan baru di luar sana yang mengklaim lebih baik untuk lingkungan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan tersebut melepaskan mikroplastik dua kali lebih banyak daripada gelas plastik pada umumnya.”
“Sejujurnya, jika kamu serius ingin mengurangi molekul-molekul ini, yang tidak dapat keluar dari tubuh, kamu harus beralih ke cangkir tahan lama berbahan kaca atau aluminium. Tidak ada pilihan yang lebih baik dalam hal cangkir kopi karena lapisan film di bagian dalam cangkir tersebut,” katanya dilansir dari Nine, Kamis (27/08/2026).
Universitas Queensland menyerukan kepada regulator untuk mempertimbangkan pedoman keselamatan atau peringatan label produk pada cangkir kopi sekali pakai.
Penelitian Universitas Queensland tentang mikroplastik dalam kopi kemasan mengikuti penelitian Universitas New York yang bekerja sama dengan Orb Media, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di AS, yang menemukan kontaminasi mikroplastik yang meluas di lebih dari 90 persen air minum dalam botol.
Hasil yang mengkhawatirkan ini telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengumumkan tinjauan terhadap potensi risiko yang terkait dengan air minum yang dikemas dalam botol plastik.
Studi ini menambah bukti yang semakin banyak bahwa produk plastik baru yang digunakan untuk penyimpanan dan persiapan makanan merupakan sumber paparan manusia yang signifikan namun sering diabaikan.
Burrell mengatakan untuk minuman dan makanan panas menimbulkan risiko yang lebih besar lagi.
“Kita tahu bahwa minuman panas, ketika kita menambahkannya ke dalam plastik, akan memperburuk keadaan seratus kali lipat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Burrell menambahkan jika kaku membeli kopi dan menuangkannya ke dalam cangkir keramik atau aluminium, itu akan menjadi pilihan yang lebih baik.
“Jadi, jika kamu seorang penikmat kopi berat dan minum lebih dari satu cangkir sehari, kamu tentu lebih baik berinvestasi pada cangkir yang bisa digunakan terus-menerus atau gelas tumbler,” tuturnya.
Burrell mengatakan bahwa meskipun penelitian lebih lanjut tentang mikroplastik masih diperlukan, ada beberapa kekhawatiran bahwa mengosumsi mikroplastik dapat mengganggu jalur endokrin dalam tubuh dan mungkin sistem reproduksi, atau bahkan memiliki efek karsinogenik atau menyebabkan kanker.












