JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperoleh izin penggunaan Starlink di dalam wilayah Rusia. Sistem komunikasi satelit milik SpaceX itu diinginkan Ukraina untuk membantu penargetan dalam operasi militernya.
Permintaan tersebut disampaikan Zelensky kepada Trump dalam pertemuan di Oval Office. Ia juga menyampaikan keinginan serupa kepada sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat di Capitol Hill.
Permintaan itu muncul ketika Ukraina berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat. Pasokan rudal pencegat Patriot disebut semakin terbatas di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Starlink selama ini digunakan Ukraina untuk mendukung komunikasi di wilayahnya, termasuk kawasan yang diduduki Rusia. Namun, Elon Musk membatasi penggunaan sistem tersebut di dalam wilayah Rusia.
Zelensky disebut telah berupaya memperluas izin penggunaan Starlink tersebut selama beberapa pekan terakhir. Trump sejauh ini belum memberikan komitmen atas permintaan tersebut.
Informasi mengenai permintaan Zelensky disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui langsung pembicaraan tersebut. Keduanya berbicara secara anonim karena sensitivitas pembahasan.
Perluasan penggunaan Starlink juga berpotensi membawa risiko bagi Elon Musk dan SpaceX. Dua badan intelijen negara anggota NATO sebelumnya menduga Rusia sedang mengembangkan senjata antisatelit yang dapat menyasar konstelasi Starlink.
Temuan tersebut menyebut Rusia memandang Starlink sebagai ancaman serius karena ribuan satelit orbit rendah sistem tersebut menjadi bagian penting dalam kemampuan Ukraina menghadapi invasi Rusia. Namun, informasi intelijen tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Associated Press.
Zelensky juga kembali menyampaikan permintaan lebih banyak sistem Patriot kepada anggota Kongres Amerika Serikat. Ia sebelumnya telah menyampaikan permintaan serupa dalam KTT NATO di Turki pada Juli 2026.
Senator Mike Rounds mengatakan kebutuhan Ukraina terhadap Starlink berkaitan dengan kemampuan melakukan serangan jarak jauh dan menengah secara lebih akurat. Menurutnya, Ukraina lebih membutuhkan kemampuan menyerang sasaran secara tepat dibandingkan serangan yang hanya menyasar area umum.
Di sisi lain, Trump terlihat masih ragu memberikan lisensi produksi Patriot kepada Ukraina. Dalam pertemuan kabinet di Camp David pada Jumat, 31 Juli 2026, Trump mengatakan pemberian teknologi tersebut masih menjadi pembahasan.
“Kami masih membicarakannya. Tapi ini hal yang sulit, menyerahkan teknologi semacam itu,” kata Trump.
Permintaan penggunaan Starlink di Rusia menunjukkan posisi penting teknologi satelit dalam perang Ukraina. Bagi Kyiv, perluasan akses tersebut dapat menjadi salah satu cara meningkatkan kemampuan komunikasi dan akurasi operasi militer di tengah keterbatasan sistem pertahanan udara.













