JAKARTA, Cobisnis.com – Durian menjadi salah satu buah favorit masyarakat Indonesia karena memiliki rasa dan aroma yang khas. Namun, memilih durian yang berkualitas tidak bisa hanya melihat ukuran atau jenisnya.
Setiap durian memiliki tingkat kematangan dan kualitas yang berbeda, meski berasal dari varietas yang sama. Karena itu, pembeli perlu memperhatikan beberapa ciri sebelum memutuskan membawanya pulang.
Langkah pertama adalah memeriksa kondisi tangkai durian. Tangkai yang masih keras dengan warna hijau atau putih pada bekas lepas dari pohon menandakan buah masih segar.
Sebaliknya, tangkai yang berwarna cokelat tua atau hitam menunjukkan durian sudah cukup lama dipanen. Hindari pula tangkai yang terlihat dipotong rata karena bisa menjadi upaya menyamarkan kondisi buah.
Selanjutnya, perhatikan permukaan kulit durian. Pastikan tidak terdapat lubang kecil, bercak hitam, atau retakan yang dapat menjadi tanda adanya hama maupun kerusakan pada bagian dalam buah.
Bentuk durian juga menjadi indikator penting. Durian yang bulat atau oval dengan bentuk simetris umumnya memiliki ruang buah yang lebih penuh sehingga menghasilkan daging yang lebih tebal.
Ukuran besar tidak selalu menjamin kualitas terbaik. Dalam banyak kasus, durian berukuran sedang justru memiliki rasa yang lebih pekat karena konsentrasi daging buahnya lebih tinggi.
Selain itu, pembeli juga dapat memperhatikan aroma durian. Buah yang matang biasanya mengeluarkan aroma harum yang khas, tetapi tidak berlebihan atau menyengat akibat proses pembusukan.
Cara lain yang sering digunakan adalah mengetuk kulit durian secara perlahan. Durian yang matang umumnya menghasilkan suara yang lebih berat dan sedikit menggema dibandingkan buah yang masih mentah.
Dengan memperhatikan kondisi tangkai, kulit, bentuk, aroma, hingga suara saat diketuk, peluang mendapatkan durian berkualitas akan jauh lebih besar. Ketelitian sederhana sebelum membeli dapat menghindarkan pembeli dari durian yang kurang matang atau rusak.













