JAKARTA, Cobisnis.com – Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang ekspresif. Meski tidak bisa berbicara, mereka memiliki beragam suara untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, hingga kondisi kesehatannya.
Suara yang dihasilkan kucing tidak hanya berupa meongan. Mereka juga bisa mendengkur, mendesis, menggeram, meraung, hingga mengeluarkan bunyi pendek saat melihat mangsa.
Para ahli menyebut setiap suara memiliki makna yang berbeda. Arti suara tersebut juga perlu dipahami bersama bahasa tubuh agar pemilik tidak salah mengartikan kondisi kucing.
Mengeong menjadi bentuk komunikasi yang paling sering digunakan kucing kepada manusia. Biasanya suara ini muncul saat meminta makan, menginginkan perhatian, meminta pintu dibukakan, atau menyambut pemilik yang pulang.
Namun, meongan yang terus muncul dengan nada panjang juga bisa menjadi tanda rasa sakit atau ketidaknyamanan. Jika terjadi secara tiba tiba, pemeriksaan ke dokter hewan sebaiknya segera dilakukan.
Suara dengkuran atau purring umumnya menandakan kucing merasa nyaman dan rileks. Meski begitu, dalam beberapa kondisi, dengkuran juga bisa muncul saat kucing mengalami stres, ketakutan, atau sedang menahan rasa sakit.
Desisan menjadi sinyal bahwa kucing merasa terancam. Biasanya kondisi ini disertai punggung melengkung, bulu berdiri, telinga menekuk ke belakang, serta ekor yang mengembang.
Jika sudah menggeram, berarti kucing sedang sangat terganggu dan bersiap mempertahankan diri. Pada kondisi ini, pemilik sebaiknya tidak memaksakan kontak fisik agar terhindar dari risiko dicakar atau digigit.
Sementara itu, suara meraung yang keras dan panjang sering muncul saat masa birahi. Namun, raungan juga dapat menandakan stres, kesepian, kebingungan pada usia lanjut, atau gangguan kesehatan tertentu.
Kucing juga dapat mengeluarkan suara pendek seperti cicitan saat melihat burung atau mangsa di luar jangkauan. Perilaku yang dikenal sebagai chirping atau chattering ini merupakan bagian dari naluri berburu dan tergolong normal.
Memahami arti setiap suara kucing dapat membantu pemilik mengenali kebutuhan maupun kondisi kesehatan hewan peliharaan lebih cepat. Dengan begitu, penanganan yang tepat bisa segera diberikan ketika muncul tanda yang tidak biasa.













