JAKARTA, Cobisnis.com – Penyakit liver pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas sehingga kerap disalahartikan sebagai gangguan asam lambung atau GERD. Menurut dokter, keluhan seperti nyeri di ulu hati, mual, dan perut terasa tidak nyaman dapat muncul pada kedua kondisi tersebut sehingga banyak orang terlambat menyadarinya.
Meski memiliki kemiripan, penyakit liver umumnya disertai tanda lain yang perlu diwaspadai. Beberapa di antaranya adalah tubuh mudah lelah, nafsu makan menurun, perut kembung, hingga rasa tidak nyaman di bagian kanan atas perut tempat organ hati berada.
Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami kulit dan mata menguning akibat penumpukan bilirubin. Gejala lain yang dapat muncul meliputi urine berwarna gelap, pembengkakan perut, hingga kaki membengkak karena fungsi hati yang mulai terganggu.
Sementara itu, GERD lebih identik dengan sensasi terbakar di dada atau heartburn, rasa asam di mulut, serta keluhan yang sering muncul setelah makan atau saat berbaring. Meski sama-sama bisa menyebabkan mual dan nyeri ulu hati, penyebab kedua penyakit tersebut sangat berbeda sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap semua keluhan di ulu hati sebagai asam lambung. Pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala berlangsung lama, semakin berat, atau disertai tanda gangguan fungsi hati agar penyebabnya dapat dipastikan sejak dini.
Risiko penyakit liver dapat meningkat pada orang dengan obesitas, diabetes, konsumsi alkohol berlebihan, hingga infeksi virus hepatitis. Selain itu, pola makan tidak sehat dan sindrom metabolik juga menjadi faktor yang dapat memicu perlemakan hati atau fatty liver.
Penerapan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan hati sekaligus mengurangi risiko penyakit liver. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, membatasi konsumsi alkohol, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi beberapa upaya yang dianjurkan.
Dokter menekankan bahwa deteksi dini berperan penting dalam mencegah kerusakan hati yang lebih serius seperti sirosis maupun gagal hati. Jika keluhan menyerupai GERD tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan liver, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.













