JAKARTA, Cobisnis.com – Ribuan warga Iran memadati kompleks Grand Mosalla di Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi pemakaman kenegaraan tersebut dijadwalkan berlangsung selama hampir sepekan.
Sejak pagi, para pelayat berdatangan mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka. Di sejumlah titik, bendera merah turut dikibarkan sebagai simbol yang dalam tradisi setempat dimaknai sebagai seruan untuk pembalasan dan keadilan.
Di dalam kompleks, pelayat pria dan wanita ditempatkan di area yang terpisah. Banyak di antaranya memukul dada sebagai bentuk penghormatan, sementara peti jenazah Khamenei diletakkan di atas panggung yang lebih tinggi agar dapat dilihat para pelayat.
Di lokasi yang sama juga disemayamkan peti jenazah sejumlah anggota keluarga Khamenei yang turut meninggal dalam insiden tersebut. Otoritas Iran memperkirakan lebih dari 10 juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman di Teheran.
Untuk mengantisipasi suhu yang mencapai sekitar 40 derajat Celsius, petugas menyemprotkan kabut air di beberapa area kompleks. Sejumlah pejabat dari dalam maupun luar negeri juga hadir memberikan penghormatan terakhir di bawah pengamanan yang sangat ketat.
Khamenei wafat pada usia 86 tahun setelah menjadi korban serangan pada 28 Februari 2026. Ia memimpin Iran sejak 1989 dan dikenal dengan kebijakan luar negeri yang keras terhadap negara-negara Barat.
Rangkaian pemakaman akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli, kemudian menuju Najaf dan Karbala di Irak sehari berikutnya. Jenazah dijadwalkan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, pada 9 Juli 2026. Prosesi tersebut juga menjadi perhatian dunia karena dinilai memiliki makna keagamaan sekaligus politik bagi masa depan Iran.













