JAKARTA, Cobisnis.com – Lima ekor sapi yang ditinggalkan di pulau terpencil pada 1871 ternyata mampu bertahan hidup lebih dari 130 tahun. Kisah ini kembali jadi sorotan setelah ilmuwan membongkar rahasia genetik mereka.
Sapi tersebut hidup di Pulau Amsterdam, wilayah vulkanik terpencil di Samudra Hindia selatan dengan cuaca dingin dan minim sumber daya.
Penelitian terbaru di jurnal Molecular Biology and Evolution mengungkap sapi-sapi itu memiliki DNA campuran yang membantu mereka bertahan hidup. Sampel DNA diteliti sejak 1992 dan 2006.
Hasil penelitian menunjukkan sekitar 75 persen genetik sapi berasal dari keturunan Jersey Eropa. Sementara 25 persen lainnya berasal dari Zebu Samudra Hindia yang terbiasa hidup di iklim panas.
Kombinasi DNA itu diduga menjadi keuntungan besar sejak awal. Penelitian juga membantah teori lama soal dwarfisme pulau karena tidak ditemukan tanda genetik penyusutan ukuran tubuh.
Yang mengejutkan, kawanan sapi tetap mampu berkembang meski mengalami perkawinan sedarah selama beberapa generasi. Populasinya bahkan sempat mencapai sekitar 2.000 ekor pada 1952.
Pada akhir 1980-an, populasi sapi mulai dikendalikan karena dianggap mengancam ekosistem asli Pulau Amsterdam. Seluruh sapi akhirnya dimusnahkan pada 2010, namun sampel DNA mereka berhasil disimpan untuk penelitian lanjutan.













