JAKARTA, Cobisnis.com – Perdebatan baru muncul di dunia seni setelah kecerdasan buatan atau AI memberikan penilaian berbeda dengan para sejarawan seni mengenai keaslian sejumlah lukisan terkenal.
Salah satu contoh terjadi pada lukisan “The Lute Player” yang memiliki tiga versi hampir identik dan selama ini para ahli meyakini hanya dua di antaranya yang benar-benar dibuat oleh pelukis Italia Caravaggio.
Namun perusahaan AI asal Swiss bernama Art Recognition menyatakan ada kemungkinan sekitar 86 persen bahwa versi lukisan yang berada di Badminton House Inggris justru merupakan karya asli Caravaggio.
Teknologi tersebut bekerja dengan melatih model kecerdasan buatan untuk mengenali pola gaya pelukis seperti bentuk komposisi warna dan struktur gambar berdasarkan ratusan karya yang sudah dipastikan keasliannya.
Meski begitu banyak pakar seni masih meragukan kemampuan AI untuk menentukan keaslian karya seni karena proses autentikasi biasanya melibatkan konteks sejarah bahan lukisan hingga perkembangan gaya seniman.
Para ahli menilai AI mungkin bisa menjadi alat tambahan untuk membantu penelitian namun keputusan akhir tetap harus mengandalkan analisis manusia yang memahami sejarah dan konteks karya seni tersebut.













