JAKARTA, Cobisnis.com – Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh 10 drone canggih di berbagai wilayah dalam satu hari terakhir. Dengan demikian, total drone yang berhasil dijatuhkan kini mencapai 22 unit, termasuk drone jenis Hermes yang diduga milik Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah di Teheran menyebut situasi ini sebagai fase perlawanan skala penuh dan menegaskan akan memberikan respons balasan dengan kekuatan maksimal terhadap setiap bentuk agresi.
Mengutip laporan Al Jazeera, otoritas Iran menegaskan bahwa mereka sejauh ini belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya. Sejumlah sistem persenjataan strategis dan teknologi militer canggih disebut masih belum digunakan. Iran juga melontarkan peringatan keras bahwa Amerika Serikat dan Israel akan menghadapi konsekuensi besar dan mahal atas serangan yang telah dilakukan terhadap wilayah dan kepentingan Iran.
Para pemimpin Iran menggambarkan konflik ini sebagai konfrontasi berskala eksistensial yang berbeda dari ketegangan-ketegangan sebelumnya. Mereka menegaskan tidak akan ada kompromi, negosiasi, ataupun langkah mundur, sampai Iran mampu menunjukkan kapasitas penuh dalam mempertahankan kedaulatan, martabat, dan kemerdekaan nasionalnya. Situasi ini semakin memanas setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, yang dinilai sebagai titik balik eskalasi konflik kawasan.













