• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Teknologi
0
Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan (AI) bisa dianggap sebagai rekan kerja paling membantu, mesin pencari yang dilebih-lebihkan, atau teknologi yang terlalu dibesar-besarkan tergantung siapa yang ditanya. Masalahnya, tidak ada yang benar-benar sepakat mana yang paling tepat.

Para eksekutif teknologi telah lama mempromosikan narasi bahwa AI akan merevolusi pekerjaan dan memicu revolusi industri baru. Namun, para skeptis menilai klaim tersebut hanyalah strategi pemasaran. Di sisi lain, sebagian peneliti dan eksekutif bahkan memperingatkan soal risiko keamanan AI. Perbedaan pandangan ini semakin terlihat pekan lalu setelah esai viral dari seorang CEO dan investor AI mengklaim bahwa teknologi ini akan mengambil alih hampir semua pekerjaan yang dilakukan di depan komputer.

Namun, ada alasan yang lebih sederhana mengapa pandangan terhadap AI sangat berbeda: orang menggunakan jenis AI yang berbeda dengan cara yang berbeda pula, tetapi semuanya disebut dengan istilah yang sama. Menurut Matt Murphy, partner di Menlo Ventures yang memimpin investasi pada perusahaan AI termasuk Anthropic, tingkat paparan dan pengalaman orang terhadap AI sangat beragam dan berubah dengan cepat.

AI Gratis Vs AI Berbayar

Sebagian besar pengguna AI gratis hanya memanfaatkannya untuk tugas ringan seperti membuat daftar belanja atau merencanakan liburan. Laporan Menlo Ventures pada Juni lalu memperkirakan hanya sekitar 3% pengguna AI yang merupakan pelanggan berbayar, meski angka ini diperkirakan akan meningkat.

Pengguna berbayar mendapatkan akses fitur lebih canggih, termasuk “agen AI” yang dapat menangani tugas kompleks, bukan sekadar chatbot yang menyusun jawaban. Misalnya, Anthropic menawarkan agen Claude Cowork dalam paket Pro seharga US$20 per bulan. Sementara itu, OpenAI menyediakan agen pengodean Codex dalam paket berbayarnya.

Jenis AI inilah yang memicu kekhawatiran soal dampaknya terhadap pekerjaan. Investor sekaligus mantan CEO startup AI, Matt Shumer, dalam esainya menyebut ia cukup memberi instruksi kepada AI untuk membangun aplikasi lengkap dan AI tersebut menulis puluhan ribu baris kode. Ia bahkan mengklaim AI dapat menguji aplikasi dan membuat keputusan berbasis selera serta penilaian. Namun, klaim tersebut menuai skeptisisme. Sejumlah peneliti AI menilai Shumer melebih-lebihkan kemampuan model yang digunakan.

Shumer mengatakan ia menggunakan GPT-5.3 Codex dari OpenAI untuk menguji aplikasi dengan tingkat kompleksitas menengah hingga tinggi. Meski begitu, para ahli menilai versi gratis AI tidak mencerminkan kemampuan penuh teknologi ini. Emily DeJeu, profesor yang mengajar penggunaan AI dalam bisnis di Carnegie Mellon University, menyebut akan keliru jika menilai kemampuan AI hanya dari layanan gratisnya.

Sementara itu, Oren Etzioni, profesor emeritus University of Washington dan mantan CEO Allen Institute for Artificial Intelligence, menggambarkan perbedaan AI gratis dan berbayar seperti membandingkan magang pemula dengan magang berpengalaman. Versi gratis cukup baik untuk merangkum atau membuat konten sederhana, tetapi untuk riset mendalam dan dokumen kompleks, pengguna biasanya harus membayar.

Meski demikian, perusahaan AI kini mulai menghadirkan fitur lebih canggih ke versi gratis. James Landay, salah satu pendiri Stanford Institute for Human-Centered AI, menilai perbedaan antara AI gratis dan berbayar semakin menipis. Anthropic, misalnya, meluncurkan model Sonnet 4.6 yang diklaim mendekati performa model Opus yang sebelumnya hanya tersedia bagi pelanggan premium.

Ketegangan Soal AI Dan Dunia Kerja

Kekhawatiran terhadap AI semakin meningkat setelah Anthropic merilis alat yang disesuaikan untuk industri tertentu seperti hukum dan analisis keuangan. Langkah ini memicu ketakutan bahwa AI akan mengotomatisasi pekerjaan berbasis pengetahuan, sebagaimana mulai terjadi pada rekayasa perangkat lunak.

Namun, sejumlah studi menunjukkan AI belum seefektif yang diklaim. Peneliti dari Center for AI Safety dan Scale AI menemukan model AI terkemuka masih menghasilkan kesalahan saat diminta mengerjakan tugas seperti visualisasi data atau membuat gim video. Bahkan, riset dari Model Evaluation and Threat Research pada Juli lalu menunjukkan pengembang membutuhkan waktu 19% lebih lama saat menggunakan AI meski penelitian tersebut menggunakan alat generasi awal 2025.

Landay juga menilai kemampuan AI dalam menulis kode sering dilebih-lebihkan. AI memang membantu mempercepat pengembangan, tetapi tetap rentan kesalahan dan belum mampu menulis dirinya sendiri.

Ia menambahkan bahwa pengodean memiliki struktur logis yang cocok untuk mesin. Namun, banyak pekerjaan lain tidak memiliki struktur sejelas itu, sehingga belum tentu dapat diotomatisasi dengan cara yang sama. Perdebatan ini menunjukkan satu hal: AI masih berada di persimpangan antara revolusi nyata dan ekspektasi berlebihan. Persepsi publik sangat bergantung pada bagaimana dan seberapa jauh mereka menggunakan teknologi tersebut.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: ArtificialIntelligencecobisnis.comOPENAITeknologiAITransformasiDigital

Related Posts

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia memiliki beragam jenis ikan yang kaya akan nutrisi, salah satunya ikan sidat. Hewan air dengan bentuk...

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Veda Ega Pratama akan mengawali balapan Moto3 Malaysia 2026 dari urutan kedelapan. Sementara posisi terdepan atau pole...

MU Dalam Masa Sulit, Carrick Minta Tim Tetap Yakin Lawan Chelsea

MU Dalam Masa Sulit, Carrick Minta Tim Tetap Yakin Lawan Chelsea

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester United akan melakoni laga tandang menghadapi Chelsea dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Pelatih Michael Carrick berharap...

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Bergantung pada Orang Lain

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Bergantung pada Orang Lain

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keinginan orang tua untuk selalu menjaga anak agar terhindar dari masalah merupakan hal yang wajar. Namun, perlindungan...

Ahli Ungkap Hubungan Kurang Tidur dengan Risiko Stroke

Ahli Ungkap Hubungan Kurang Tidur dengan Risiko Stroke

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebiasaan tidur yang tidak teratur dan kurang berkualitas ternyata dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah. Jika berlangsung...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

Guru Besar UI Soroti Dampak Ekonomi Konser Andrea Bocelli

October 30, 2026
Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

October 30, 2026
BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah Lewat 135 Ribu BSI Agen

BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah Lewat 135 Ribu BSI Agen

October 30, 2026
Seller COD Terancam Boncos! Paket Gagal Kirim Tak Kunjung Kembali

Seller COD Terancam Boncos! Paket Gagal Kirim Tak Kunjung Kembali

October 30, 2026
BRIN Perkuat Jaringan Stasiun Bumi untuk Pantau Bencana

Maverick Vinales Masih Cedera Bahu, Siapkan Strategi Khusus di Sepang

October 31, 2026
Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

October 31, 2026
BRIN Perkuat Jaringan Stasiun Bumi untuk Pantau Bencana

GM Sepakat Bayar Denda 220 Juta Dolar AS soal Penjualan Data Pelanggan

October 31, 2026
Bendera Iran dan Amerika Serikat - IST

Delegasi Qatar Kembali ke Teheran, Upayakan Perundingan AS-Iran Damai

October 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved