• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, June 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Teknologi
0
Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan (AI) bisa dianggap sebagai rekan kerja paling membantu, mesin pencari yang dilebih-lebihkan, atau teknologi yang terlalu dibesar-besarkan tergantung siapa yang ditanya. Masalahnya, tidak ada yang benar-benar sepakat mana yang paling tepat.

Para eksekutif teknologi telah lama mempromosikan narasi bahwa AI akan merevolusi pekerjaan dan memicu revolusi industri baru. Namun, para skeptis menilai klaim tersebut hanyalah strategi pemasaran. Di sisi lain, sebagian peneliti dan eksekutif bahkan memperingatkan soal risiko keamanan AI. Perbedaan pandangan ini semakin terlihat pekan lalu setelah esai viral dari seorang CEO dan investor AI mengklaim bahwa teknologi ini akan mengambil alih hampir semua pekerjaan yang dilakukan di depan komputer.

Namun, ada alasan yang lebih sederhana mengapa pandangan terhadap AI sangat berbeda: orang menggunakan jenis AI yang berbeda dengan cara yang berbeda pula, tetapi semuanya disebut dengan istilah yang sama. Menurut Matt Murphy, partner di Menlo Ventures yang memimpin investasi pada perusahaan AI termasuk Anthropic, tingkat paparan dan pengalaman orang terhadap AI sangat beragam dan berubah dengan cepat.

AI Gratis Vs AI Berbayar

Sebagian besar pengguna AI gratis hanya memanfaatkannya untuk tugas ringan seperti membuat daftar belanja atau merencanakan liburan. Laporan Menlo Ventures pada Juni lalu memperkirakan hanya sekitar 3% pengguna AI yang merupakan pelanggan berbayar, meski angka ini diperkirakan akan meningkat.

Pengguna berbayar mendapatkan akses fitur lebih canggih, termasuk “agen AI” yang dapat menangani tugas kompleks, bukan sekadar chatbot yang menyusun jawaban. Misalnya, Anthropic menawarkan agen Claude Cowork dalam paket Pro seharga US$20 per bulan. Sementara itu, OpenAI menyediakan agen pengodean Codex dalam paket berbayarnya.

Jenis AI inilah yang memicu kekhawatiran soal dampaknya terhadap pekerjaan. Investor sekaligus mantan CEO startup AI, Matt Shumer, dalam esainya menyebut ia cukup memberi instruksi kepada AI untuk membangun aplikasi lengkap dan AI tersebut menulis puluhan ribu baris kode. Ia bahkan mengklaim AI dapat menguji aplikasi dan membuat keputusan berbasis selera serta penilaian. Namun, klaim tersebut menuai skeptisisme. Sejumlah peneliti AI menilai Shumer melebih-lebihkan kemampuan model yang digunakan.

Shumer mengatakan ia menggunakan GPT-5.3 Codex dari OpenAI untuk menguji aplikasi dengan tingkat kompleksitas menengah hingga tinggi. Meski begitu, para ahli menilai versi gratis AI tidak mencerminkan kemampuan penuh teknologi ini. Emily DeJeu, profesor yang mengajar penggunaan AI dalam bisnis di Carnegie Mellon University, menyebut akan keliru jika menilai kemampuan AI hanya dari layanan gratisnya.

Sementara itu, Oren Etzioni, profesor emeritus University of Washington dan mantan CEO Allen Institute for Artificial Intelligence, menggambarkan perbedaan AI gratis dan berbayar seperti membandingkan magang pemula dengan magang berpengalaman. Versi gratis cukup baik untuk merangkum atau membuat konten sederhana, tetapi untuk riset mendalam dan dokumen kompleks, pengguna biasanya harus membayar.

Meski demikian, perusahaan AI kini mulai menghadirkan fitur lebih canggih ke versi gratis. James Landay, salah satu pendiri Stanford Institute for Human-Centered AI, menilai perbedaan antara AI gratis dan berbayar semakin menipis. Anthropic, misalnya, meluncurkan model Sonnet 4.6 yang diklaim mendekati performa model Opus yang sebelumnya hanya tersedia bagi pelanggan premium.

Ketegangan Soal AI Dan Dunia Kerja

Kekhawatiran terhadap AI semakin meningkat setelah Anthropic merilis alat yang disesuaikan untuk industri tertentu seperti hukum dan analisis keuangan. Langkah ini memicu ketakutan bahwa AI akan mengotomatisasi pekerjaan berbasis pengetahuan, sebagaimana mulai terjadi pada rekayasa perangkat lunak.

Namun, sejumlah studi menunjukkan AI belum seefektif yang diklaim. Peneliti dari Center for AI Safety dan Scale AI menemukan model AI terkemuka masih menghasilkan kesalahan saat diminta mengerjakan tugas seperti visualisasi data atau membuat gim video. Bahkan, riset dari Model Evaluation and Threat Research pada Juli lalu menunjukkan pengembang membutuhkan waktu 19% lebih lama saat menggunakan AI meski penelitian tersebut menggunakan alat generasi awal 2025.

Landay juga menilai kemampuan AI dalam menulis kode sering dilebih-lebihkan. AI memang membantu mempercepat pengembangan, tetapi tetap rentan kesalahan dan belum mampu menulis dirinya sendiri.

Ia menambahkan bahwa pengodean memiliki struktur logis yang cocok untuk mesin. Namun, banyak pekerjaan lain tidak memiliki struktur sejelas itu, sehingga belum tentu dapat diotomatisasi dengan cara yang sama. Perdebatan ini menunjukkan satu hal: AI masih berada di persimpangan antara revolusi nyata dan ekspektasi berlebihan. Persepsi publik sangat bergantung pada bagaimana dan seberapa jauh mereka menggunakan teknologi tersebut.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
Tags: ArtificialIntelligencecobisnis.comOPENAITeknologiAITransformasiDigital

Related Posts

Kemlu Telusuri Dugaan Kekerasan terhadap TKW Asal Cianjur di Libya

Kemlu Telusuri Dugaan Kekerasan terhadap TKW Asal Cianjur di Libya

by Hidayat Taufik
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan terhadap seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial AJ di...

PLN Indonesia Power Dorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Lewat Batik Ramah Lingkungan

PLN Indonesia Power Dorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Lewat Batik Ramah Lingkungan

by Iwan Supriyatna
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PLN Indonesia Power terus menghadirkan kinerja berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga menciptakan...

Pernyataan Komnas Perempuan soal Kasus YTR Bukan Penyiksaan Memicu Gelombang Kritik

by Hidayat Taufik
June 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pernyataan Komnas Perempuan terkait kasus penyekapan perempuan berinisial YTR memicu perdebatan di ruang publik. Lembaga tersebut menyebut...

Judi Berkedok Arena Gim di Jakarta Raup Omzet Rp2,1 Miliar per Bulan pada 2026

Judi Berkedok Arena Gim di Jakarta Raup Omzet Rp2,1 Miliar per Bulan pada 2026

by Hidayat Taufik
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Polda Metro Jaya mengungkap praktik perjudian yang beroperasi dengan kedok arena gim di Jakarta. Polisi memperkirakan bisnis...

Pelindo Sinergi Lokaseva Resmi Umumkan Susunan Direksi Baru

Pelindo Sinergi Lokaseva Resmi Umumkan Susunan Direksi Baru

by Rizki Meirino
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) resmi menetapkan susunan direksi baru melalui Keputusan Pemegang Saham yang ditandatangani...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menkeu Purbaya Batal Berangkat Haji 21 Mei, Ikhlas dan Pasrah Tunggu Tahun Depan

Patriot Bond Tak Beri Kekebalan Penuh, Purbaya Sebut Perusahaan Tetap Diawasi

June 28, 2026
Menjajal Toyota Veloz Hybrid HEV di Bandung, Senyap, Nyaman, dan Hemat Bahan Bakar

Menjajal Toyota Veloz Hybrid HEV di Bandung, Senyap, Nyaman, dan Hemat Bahan Bakar

June 28, 2026
Spurs Bergerak Cepat, Roberto De Zerbi Siapkan Tottenham Kembali ke Liga Champions

Spurs Bergerak Cepat, Roberto De Zerbi Siapkan Tottenham Kembali ke Liga Champions

June 27, 2026
Air Putih Ternyata Bisa Bantu Saat Cemas, Tapi Bukan Obat Serangan Panik

Air Putih Ternyata Bisa Bantu Saat Cemas, Tapi Bukan Obat Serangan Panik

June 28, 2026
Kemlu Telusuri Dugaan Kekerasan terhadap TKW Asal Cianjur di Libya

Kemlu Telusuri Dugaan Kekerasan terhadap TKW Asal Cianjur di Libya

June 29, 2026
PLN Indonesia Power Dorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Lewat Batik Ramah Lingkungan

PLN Indonesia Power Dorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Lewat Batik Ramah Lingkungan

June 29, 2026

Pernyataan Komnas Perempuan soal Kasus YTR Bukan Penyiksaan Memicu Gelombang Kritik

June 29, 2026
Judi Berkedok Arena Gim di Jakarta Raup Omzet Rp2,1 Miliar per Bulan pada 2026

Judi Berkedok Arena Gim di Jakarta Raup Omzet Rp2,1 Miliar per Bulan pada 2026

June 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved