JAKARTA, Cobisnis.com – PLN Indonesia Power terus menghadirkan kinerja berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga menciptakan dampak sosial bagi masyarakat. Melalui Program Bercerita Dalam Hening, PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan membatik yang dipadukan dengan inovasi ramah lingkungan.
Program ini dikembangkan bersama Kelompok Pembatik Nol Satu Tangerang (NOSATA) di Desa Saga, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 12 penyandang disabilitas aktif terlibat sebagai pembatik dan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, serta kemandirian ekonomi melalui karya batik yang bernilai jual.
Untuk mendukung keberlanjutan program, PLN Indonesia Power menghadirkan berbagai inovasi, antara lain Drytik sebagai teknologi pengering batik berbasis energi surya, IPAL FABA untuk pengolahan limbah cair batik, serta pemanfaatan Solar PV sebagai sumber energi terbarukan. Inovasi tersebut menjadikan proses produksi lebih efisien sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Program ini telah memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Selain meningkatkan kapasitas dan partisipasi sosial anggota kelompok, program juga mendorong peningkatan produktivitas hingga 288 lembar batik per tahun memanfaatkan sekitar 650 ton FABA sebagai media filtrasi limbah.
Selain itu dari kegiatan ini dapat menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp10 juta per tahun dan penurunan emisi sebesar 6,74 ton CO2e per tahun dengan pendapatan rata-rata anggota mencapai Rp12,9 juta per tahun, serta pengurangan konsumsi listrik dan emisi gas rumah kaca.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa Program Bercerita Dalam Hening merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkarya. Melalui program ini, PLN Indonesia Power berupaya menghadirkan ruang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas diri, memperoleh kemandirian ekonomi, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Bernadus.
Melalui berbagai program TJSL yang dijalankan, PLN Indonesia Power terus memperkuat perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam bidang lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan nasional.













