• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 21, 2026
in Teknologi
0
Tak Ada yang Sepakat Apakah AI Adalah Masa Depan atau Sekadar Hype, Ini Alasannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan (AI) bisa dianggap sebagai rekan kerja paling membantu, mesin pencari yang dilebih-lebihkan, atau teknologi yang terlalu dibesar-besarkan tergantung siapa yang ditanya. Masalahnya, tidak ada yang benar-benar sepakat mana yang paling tepat.

Para eksekutif teknologi telah lama mempromosikan narasi bahwa AI akan merevolusi pekerjaan dan memicu revolusi industri baru. Namun, para skeptis menilai klaim tersebut hanyalah strategi pemasaran. Di sisi lain, sebagian peneliti dan eksekutif bahkan memperingatkan soal risiko keamanan AI. Perbedaan pandangan ini semakin terlihat pekan lalu setelah esai viral dari seorang CEO dan investor AI mengklaim bahwa teknologi ini akan mengambil alih hampir semua pekerjaan yang dilakukan di depan komputer.

Namun, ada alasan yang lebih sederhana mengapa pandangan terhadap AI sangat berbeda: orang menggunakan jenis AI yang berbeda dengan cara yang berbeda pula, tetapi semuanya disebut dengan istilah yang sama. Menurut Matt Murphy, partner di Menlo Ventures yang memimpin investasi pada perusahaan AI termasuk Anthropic, tingkat paparan dan pengalaman orang terhadap AI sangat beragam dan berubah dengan cepat.

AI Gratis Vs AI Berbayar

Sebagian besar pengguna AI gratis hanya memanfaatkannya untuk tugas ringan seperti membuat daftar belanja atau merencanakan liburan. Laporan Menlo Ventures pada Juni lalu memperkirakan hanya sekitar 3% pengguna AI yang merupakan pelanggan berbayar, meski angka ini diperkirakan akan meningkat.

Pengguna berbayar mendapatkan akses fitur lebih canggih, termasuk “agen AI” yang dapat menangani tugas kompleks, bukan sekadar chatbot yang menyusun jawaban. Misalnya, Anthropic menawarkan agen Claude Cowork dalam paket Pro seharga US$20 per bulan. Sementara itu, OpenAI menyediakan agen pengodean Codex dalam paket berbayarnya.

Jenis AI inilah yang memicu kekhawatiran soal dampaknya terhadap pekerjaan. Investor sekaligus mantan CEO startup AI, Matt Shumer, dalam esainya menyebut ia cukup memberi instruksi kepada AI untuk membangun aplikasi lengkap dan AI tersebut menulis puluhan ribu baris kode. Ia bahkan mengklaim AI dapat menguji aplikasi dan membuat keputusan berbasis selera serta penilaian. Namun, klaim tersebut menuai skeptisisme. Sejumlah peneliti AI menilai Shumer melebih-lebihkan kemampuan model yang digunakan.

Shumer mengatakan ia menggunakan GPT-5.3 Codex dari OpenAI untuk menguji aplikasi dengan tingkat kompleksitas menengah hingga tinggi. Meski begitu, para ahli menilai versi gratis AI tidak mencerminkan kemampuan penuh teknologi ini. Emily DeJeu, profesor yang mengajar penggunaan AI dalam bisnis di Carnegie Mellon University, menyebut akan keliru jika menilai kemampuan AI hanya dari layanan gratisnya.

Sementara itu, Oren Etzioni, profesor emeritus University of Washington dan mantan CEO Allen Institute for Artificial Intelligence, menggambarkan perbedaan AI gratis dan berbayar seperti membandingkan magang pemula dengan magang berpengalaman. Versi gratis cukup baik untuk merangkum atau membuat konten sederhana, tetapi untuk riset mendalam dan dokumen kompleks, pengguna biasanya harus membayar.

Meski demikian, perusahaan AI kini mulai menghadirkan fitur lebih canggih ke versi gratis. James Landay, salah satu pendiri Stanford Institute for Human-Centered AI, menilai perbedaan antara AI gratis dan berbayar semakin menipis. Anthropic, misalnya, meluncurkan model Sonnet 4.6 yang diklaim mendekati performa model Opus yang sebelumnya hanya tersedia bagi pelanggan premium.

Ketegangan Soal AI Dan Dunia Kerja

Kekhawatiran terhadap AI semakin meningkat setelah Anthropic merilis alat yang disesuaikan untuk industri tertentu seperti hukum dan analisis keuangan. Langkah ini memicu ketakutan bahwa AI akan mengotomatisasi pekerjaan berbasis pengetahuan, sebagaimana mulai terjadi pada rekayasa perangkat lunak.

Namun, sejumlah studi menunjukkan AI belum seefektif yang diklaim. Peneliti dari Center for AI Safety dan Scale AI menemukan model AI terkemuka masih menghasilkan kesalahan saat diminta mengerjakan tugas seperti visualisasi data atau membuat gim video. Bahkan, riset dari Model Evaluation and Threat Research pada Juli lalu menunjukkan pengembang membutuhkan waktu 19% lebih lama saat menggunakan AI meski penelitian tersebut menggunakan alat generasi awal 2025.

Landay juga menilai kemampuan AI dalam menulis kode sering dilebih-lebihkan. AI memang membantu mempercepat pengembangan, tetapi tetap rentan kesalahan dan belum mampu menulis dirinya sendiri.

Ia menambahkan bahwa pengodean memiliki struktur logis yang cocok untuk mesin. Namun, banyak pekerjaan lain tidak memiliki struktur sejelas itu, sehingga belum tentu dapat diotomatisasi dengan cara yang sama. Perdebatan ini menunjukkan satu hal: AI masih berada di persimpangan antara revolusi nyata dan ekspektasi berlebihan. Persepsi publik sangat bergantung pada bagaimana dan seberapa jauh mereka menggunakan teknologi tersebut.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: ArtificialIntelligencecobisnis.comOPENAITeknologiAITransformasiDigital

Related Posts

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Lagu Taylor Swift Tak Lagi Tersedia di Sejumlah Konten Trump di TikTok

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Musik Taylor Swift perlahan menghilang dari sejumlah unggahan Gedung Putih dan akun kampanye “Team Trump” di TikTok....

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Kasus Pembunuhan Tupac Shakur Kembali Bergulir, Seleksi Juri Dimulai

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus pembunuhan rapper legendaris Tupac Shakur kembali menjadi perhatian setelah hampir tiga dekade. Persidangan kasus tersebut kini...

Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

by Hidayat Taufik
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keluarga Sutrimo mengungkap bahwa pria yang ditemukan meninggal dunia di Jakarta Selatan tersebut telah cukup lama bekerja...

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Proyek Kabel Bawah Laut Inggris-Irlandia Ubah Rute Setelah Sorotan Fans Harry Potter

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Proyek kabel listrik bawah laut senilai sekitar US$580 juta mengubah rute demi menghindari memorial Dobby di Wales....

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

7UP Perbarui Resep Minuman, Kurangi Lemon dan Perkuat Rasa Lime

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – 7UP mengubah resep minumannya untuk pertama kali dalam 15 tahun. Perusahaan kini menghadirkan rasa yang lebih dominan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI Catat Fundamental Bisnis Solid di Semester I 2026, Kredit Tumbuh 24,4%

August 10, 2026
Prabowo Dorong Perampingan BUMN, Pertamina dan PLN Jadi Perhatian

Prabowo Dorong Perampingan BUMN, Pertamina dan PLN Jadi Perhatian

August 10, 2026
Kabar Baik! Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari

Kabar Baik! Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari

August 10, 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Kenapa Kelas Menengah Malah Menyusut?

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Kenapa Kelas Menengah Malah Menyusut?

August 10, 2026
Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Lagu Taylor Swift Tak Lagi Tersedia di Sejumlah Konten Trump di TikTok

August 11, 2026
5  Tips Usir Lalat Biar Tidak Hinggap di Tempat Sampah Rumah

5 Tips Usir Lalat Biar Tidak Hinggap di Tempat Sampah Rumah

August 11, 2026
Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Kasus Pembunuhan Tupac Shakur Kembali Bergulir, Seleksi Juri Dimulai

August 11, 2026
Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

August 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved