JAKARTA, Cobisnis.com – Mark Zuckerberg akhirnya angkat bicara terkait gelombang PHK yang terjadi di Meta. CEO sekaligus pendiri Facebook itu mengakui telah membuat kesalahan dalam proses transisi perusahaan menuju era kecerdasan buatan (AI).
Pengakuan tersebut disampaikan melalui memo internal yang dikirim kepada seluruh karyawan Meta. Zuckerberg menyebut perubahan teknologi berlangsung sangat cepat dan kompleks sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan sulit dihindari.
Sebelumnya, Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya secara global pada Mei lalu. Selain itu, sekitar 7.000 karyawan dipindahkan ke berbagai inisiatif baru yang berfokus pada pengembangan teknologi AI.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar Meta yang telah menginvestasikan ratusan miliar dolar AS untuk pengembangan AI. Namun, perubahan besar itu juga membawa dampak signifikan bagi para karyawan.
Dalam memo yang dikutip Reuters, Zuckerberg mengakui Meta telah melakukan sejumlah kesalahan dan kemungkinan masih akan menghadapi tantangan serupa di masa depan. Ia menilai perubahan yang terjadi saat ini masih jauh dari kata selesai.
Meski demikian, Zuckerberg tidak ingin memberikan janji berlebihan terkait kemungkinan PHK berikutnya. Namun, ia menegaskan Meta tidak memperkirakan akan ada PHK massal di seluruh lini perusahaan sepanjang tahun ini.
Meta juga berkomitmen membantu karyawan yang terdampak rotasi ke proyek AI dengan mencarikan posisi baru yang sesuai. Di saat yang sama, perusahaan berencana meningkatkan investasi untuk membangun tim baru dan menjaga moral karyawan di tengah transformasi yang sedang berlangsung.













