JAKARTA, Cobisnis.com – Perusahaan komunikasi dan public relations, XP+, resmi melakukan relaunch brand sebagai bagian dari transformasi strategis. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapabilitas di tengah perubahan lanskap komunikasi yang semakin dinamis.
Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di industri, XP+ mempertegas posisinya sebagai mitra komunikasi strategis. Perusahaan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga kesiapan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan sumber daya manusia.
Komisaris dan Co-Founder XP+, Bayu Sutiyono, menyatakan bahwa industri komunikasi mengalami perubahan yang cepat. Pergeseran ini terjadi baik dari sisi perilaku audiens maupun kanal distribusi informasi.
Ia menambahkan, perusahaan melakukan penguatan tim dan melengkapi berbagai tools. Hal ini dilakukan agar strategi komunikasi yang dihadirkan tetap relevan, adaptif, dan berdampak.
Di tengah perkembangan media digital dan fragmentasi audiens, kebutuhan akan komunikasi yang terukur semakin meningkat. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk melakukan transformasi.
Menjawab tantangan tersebut, XP+ memperkuat tim multidisiplin yang mengintegrasikan keahlian public relations, digital, dan kreatif. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan solusi komunikasi yang lebih komprehensif.
Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan teknologi untuk monitoring, analisis, hingga evaluasi kampanye. Penggunaan data dan insight menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas strategi komunikasi.
CEO XP+, Ernest Rafael, menyebut pengalaman saja tidak cukup di era saat ini. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika industri.
Melalui relaunch ini, XP+ juga memperkenalkan identitas baru yang mencerminkan semangat adaptif dan progresif. Platform digital terbaru turut dihadirkan untuk menampilkan kapabilitas dan portofolio perusahaan.
Ke depan, XP+ menargetkan untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis. Fokusnya adalah membantu perusahaan dalam membangun reputasi, kredibilitas, serta relevansi brand di tengah persaingan yang semakin ketat.













