• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Wegmans Memindai Wajah Pelanggan di Sejumlah Toko, Bukan Satu-satunya Perusahaan

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 14, 2026
in Teknologi
0
Wegmans Memindai Wajah Pelanggan di Sejumlah Toko, Bukan Satu-satunya Perusahaan

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah jaringan ritel terbesar di Amerika Serikat kini menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mencegah pencurian di toko. Namun, sebagian besar pelanggan tidak menyadari bahwa wajah mereka dipindai saat berbelanja.

Teknologi pengenalan wajah sebenarnya bukan hal baru dan telah digunakan secara kontroversial selama lebih dari satu dekade. Meski menuai penolakan luas di Amerika Serikat dan lebih umum digunakan di Inggris adopsinya terus meningkat di toko-toko AS dengan aturan yang minim dan hasil yang belum pasti. Satu hal yang konsisten: ketika publik mengetahuinya, penolakan keras pun muncul.

Hal ini terlihat dari kehebohan yang terjadi pekan ini terkait Wegmans, jaringan supermarket yang dikenal memiliki basis pelanggan fanatik. Perusahaan tersebut memicu kemarahan sebagian pembeli setelah mengungkapkan bahwa mereka menggunakan teknologi pengenalan wajah di toko-toko New York City.

New York City menjadi salah satu dari sedikit wilayah di AS yang mewajibkan tempat usaha komersial untuk mengungkapkan jika mereka mengumpulkan atau menyimpan data biometrik pelanggan. Undang-undang kota yang berlaku sejak 2021 juga melarang penjualan atau pembagian data biometrik tersebut. Sementara itu, upaya legislator negara bagian New York untuk melarang penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh bisnis masih mandek.

Untuk mematuhi aturan tersebut, Wegmans memasang papan pemberitahuan di pintu masuk toko di Manhattan dan Brooklyn. Papan itu menyatakan bahwa data wajah, mata, dan suara pelanggan dapat dikumpulkan dan disimpan. Wegmans menyebut penggunaan teknologi ini bertujuan melindungi keselamatan pelanggan dan karyawan.

Laporan awal dari media Gothamist memicu perhatian luas, hingga mendorong Wegmans yang biasanya tertutup terhadap media mengeluarkan pernyataan publik. Perusahaan mengatakan teknologi tersebut hanya diterapkan di sebagian kecil toko yang dinilai memiliki risiko tinggi, dan digunakan untuk mengidentifikasi individu yang sebelumnya ditandai karena “perilaku tidak pantas”.

Namun, New York City merupakan pengecualian. Di sebagian besar wilayah AS, penggunaan teknologi biometrik masih minim pengawasan. Pakar privasi dari Electronic Privacy Information Center menyoroti kurangnya transparansi, potensi bias, serta ketiadaan regulasi yang melindungi hak sipil.

“Banyak penggunaan pengenalan wajah terjadi tanpa sepengetahuan publik,” ujar Jeramie Scott, penasihat senior lembaga tersebut. Ia menilai hukum belum mampu mengejar pesatnya perkembangan teknologi biometrik.

Selain Wegmans, banyak perusahaan besar lain juga mengandalkan teknologi serupa. Walmart, Kroger, dan Home Depot mencantumkan penggunaan biometrik dalam kebijakan privasi mereka. Umumnya, peritel memiliki daftar pantauan terhadap orang yang dicurigai melakukan pencurian, dan sistem akan memberi peringatan saat individu tersebut memasuki toko.

Namun, penyalahgunaan teknologi ini juga tercatat. Pada 2023, Rite Aid dilarang menggunakan pengenalan wajah selama lima tahun setelah Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) menemukan adanya kesalahan identifikasi dan penargetan tidak adil terhadap kelompok minoritas. FTC menilai praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi konsumen.

Teknologi pengenalan wajah juga digunakan di arena hiburan. MSG Entertainment, pemilik Madison Square Garden dan Radio City Music Hall, diketahui memanfaatkan teknologi ini untuk membatasi akses pihak tertentu ke acara olahraga dan konser.

Seiring meluasnya penggunaan biometrik, para ahli menilai hampir semua peritel besar dan menengah kini memanfaatkannya. Namun, perusahaan cenderung enggan membicarakannya secara terbuka karena kekhawatiran publik Amerika terhadap pengawasan biometrik yang dinilai mengancam privasi dan hak sipil.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
download lava firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comPengenalanWajahPrivasiDataRitelAmerika

Related Posts

Feel Good Network mengumumkan Lengua sebagai bagian dari ekosistem kreatif independennya untuk memperkuat strategi social-first, konten, storytelling, dan creator engagement.

Feel Good Network Sambut Lengua sebagai Creative Agency Social-First

by Rizki Meirino
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Feel Good Network mengumumkan Lengua, agensi kreatif berbasis social-first, resmi bergabung dalam ekosistem kreatif independen yang terus...

Kim Sang-sik

Kim Sang-sik Janji Menari Jika Vietnam Juara

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Vietnam berada di ambang mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Thailand pada leg...

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan ambisinya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian energi. Pemerintah berupaya mengurangi hingga menghentikan...

Chatbot AI Grok

Respons Aneh Grok Bikin Pengguna Bingung

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA,Cobisnis.com - Chatbot kecerdasan buatan Grok mendadak memberikan respons dengan rangkaian kata yang sulit dipahami sehingga membuat sejumlah pengguna X...

PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

by Rizki Meirino
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kerja Kabupaten Ketapang dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

Sinopsis The Ambush dan Jadwal Tayang Bioskop Trans TV 25 Agustus 2026

August 25, 2026
Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

August 24, 2026
Feel Good Network mengumumkan Lengua sebagai bagian dari ekosistem kreatif independennya untuk memperkuat strategi social-first, konten, storytelling, dan creator engagement.

Feel Good Network Sambut Lengua sebagai Creative Agency Social-First

August 26, 2026
Kim Sang-sik

Kim Sang-sik Janji Menari Jika Vietnam Juara

August 26, 2026
Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

Prabowo Targetkan Indonesia Hentikan Impor Minyak dan LPG

August 26, 2026
Chatbot AI Grok

Respons Aneh Grok Bikin Pengguna Bingung

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved