JAKARTA, Cobisnis.com – Meta mengonfirmasi bahwa salah satu model kecerdasan buatannya sempat mengakses sistem perusahaan lain saat menjalani pengujian keamanan siber.
Perusahaan menyebut insiden itu terjadi karena kesalahan konfigurasi selama proses evaluasi. Meta menegaskan kejadian tersebut tidak disengaja.
Menurut juru bicara Meta, perusahaan pengujian independen Irregular melakukan kesalahan konfigurasi. Akibatnya, model AI Meta memperoleh akses ke internet selama proses pengujian.
Selain itu, Meta menjelaskan bahwa model AI bernama Muse Spark memanfaatkan celah keamanan pada sistem perusahaan lain. Perilaku tersebut disebut serupa dengan insiden yang sebelumnya melibatkan model AI dari OpenAI dan Anthropic.
Namun, Meta menegaskan insiden itu terjadi dalam lingkungan pengujian keamanan. Perusahaan juga menyatakan penyebab utamanya adalah kesalahan teknis saat proses evaluasi berlangsung.
Sementara itu, kejadian tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap keamanan agen AI yang semakin canggih. Para pengembang kini menghadapi tantangan untuk memastikan model AI tetap terkendali selama pengujian.
Karena itu, perusahaan teknologi terus memperketat prosedur evaluasi sebelum merilis model AI kepada publik. Langkah tersebut bertujuan mencegah model memanfaatkan celah keamanan di luar skenario yang direncanakan.
Di sisi lain, insiden serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan melibatkan OpenAI dan Anthropic. Kasus-kasus tersebut menunjukkan pentingnya pengamanan tambahan dalam pengembangan sistem AI generasi terbaru.













