• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in News
0
Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria asal Irlandia yang telah ditahan otoritas imigrasi Amerika Serikat selama lima bulan mengaku takut akan keselamatannya dan menyebut kondisi penahanan yang ia alami sangat memprihatinkan, di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap perlakuan terhadap para imigran di fasilitas penahanan AS.

Seamus Culleton, warga asli Kilkenny, Irlandia, telah ditahan di fasilitas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Texas sejak awal September. Pria yang telah tinggal lebih dari 15 tahun di Boston dan menjalankan perusahaan konstruksi itu mengatakan kepada penyiar Irlandia RTE bahwa ia ditangkap petugas ICE saat dalam perjalanan pulang dari Home Depot.

Culleton menyebut dirinya telah memberi tahu petugas bahwa ia menikah dengan warga negara AS, sedang mengajukan green card, tidak memiliki catatan kriminal, dan memiliki izin kerja yang sah.

“Sejauh yang saya tahu, saya dilindungi,” katanya dari fasilitas ICE di El Paso, Texas, tempat ia kini ditahan. “Semua itu tidak berarti apa-apa; mereka memborgol saya dan membawa saya pergi.”

Namun juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS, Tricia McLaughlin, mengatakan Culleton masuk ke AS pada 2009 melalui program bebas visa yang mengizinkan tinggal selama 90 hari, tetapi tidak meninggalkan negara itu setelah masa berlaku habis.

McLaughlin menambahkan bahwa setelah penangkapannya pada 9 September, Culleton “mendapatkan proses hukum penuh dan menerima perintah deportasi final dari hakim imigrasi pada 10 September 2025.” Ia juga disebut telah diberi kesempatan untuk segera dipulangkan ke Irlandia, namun memilih tetap berada dalam tahanan ICE.

“Pengajuan green card dan izin kerja yang masih diproses tidak memberikan status hukum untuk tinggal di negara kami,” kata McLaughlin. Ia juga membantah klaim mengenai kondisi fasilitas ICE yang disebut tidak layak.

Sementara itu, Culleton menggambarkan kondisi di dalam fasilitas sebagai “kotor” dan seperti “mimpi buruk.” Ia mengatakan ditempatkan di ruangan besar yang sesak bersama lebih dari 70 pria lain, tidur di bawah pencahayaan buatan yang menyala terus-menerus, dalam kondisi dingin dan lembap.

Para tahanan disebut menerima makanan terbatas, akses medis yang minim, dan jarang diizinkan keluar ruangan. “Saya sudah dikunci di ruangan yang sama selama empat setengah bulan. Hampir tidak pernah keluar. Tidak ada udara segar. Tidak ada sinar matahari,” ujarnya. “Saya benar-benar takut akan keselamatan saya di sini.”

Istrinya, Tiffany Smyth, mengatakan penahanan mendadak tersebut merupakan kejutan besar dan menggambarkan sistem imigrasi AS sebagai rumit serta tidak berpihak pada keluarga. Ia mengaku sempat hampir sepekan tidak mengetahui keberadaan suaminya.

Kasus ini memicu kemarahan di Irlandia dan telah mendapat perhatian pemerintah setempat. Kantor Perdana Menteri Irlandia (Taoiseach) Micheál Martin menyatakan pihaknya menyadari kasus tersebut dan Kedutaan Besar Irlandia di Washington DC tengah berkomunikasi langsung dengan DHS.

Martin mengatakan, “Setiap negara memiliki kebijakan migrasi, tetapi fasilitas ICE tersebut menjadi perhatian.”

Data pemerintah Irlandia menunjukkan adanya lonjakan 330% tahun lalu dalam jumlah warga Irlandia yang meminta bantuan konsuler terkait deportasi oleh otoritas imigrasi AS, menjadi 65 orang. Meski demikian, warga Irlandia tetap merupakan minoritas kecil di antara sekitar 70.000 orang yang saat ini ditahan ICE jumlah tertinggi sejak lembaga itu berdiri. Sekitar 74% dari para tahanan tersebut tidak memiliki vonis pidana, menurut data terbaru.

Kelompok advokasi imigrasi menilai sistem penahanan imigran di AS kerap menahan orang dalam waktu lama di bawah kondisi keras, serta memperlihatkan kesenjangan rasial dalam penegakan hukum imigrasi.

Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
download lava firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: cobisnis.comICEImigrasiAS

Related Posts

PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

by Rizki Meirino
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kerja Kabupaten Ketapang dan...

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ruben Samuel Onsu atau RSO akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan...

Dolly Parton

Intip Rumah Superprivat Dolly Parton

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyanyi country legendaris Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun pada 25 Agustus 2026, meninggalkan kisah...

Dolly Parton meninggal dunia

Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80

by Desti Dwi Natasya
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu legendaris Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker....

Puncak Bogor Terasa Makin Dingin, Ternyata Ini Penyebabnya

Puncak Bogor Terasa Makin Dingin, Ternyata Ini Penyebabnya

by Hidayat Taufik
August 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Suhu udara di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terasa semakin sejuk hingga dingin ketika sore beranjak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

Coach Justin Bagikan Pelajaran Hidup dari Utang Rp4 Miliar hingga Lunas

August 24, 2026
Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

August 24, 2026
Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

Film Niu Lai Sukses Besar, Sutradara Siapkan Cerita Lanjutan

August 24, 2026
Sebelum Ikut Arisan, Cek 6 Tanda Ini agar Tak Jadi Korban Penipuan

Sebelum Ikut Arisan, Cek 6 Tanda Ini agar Tak Jadi Korban Penipuan

August 25, 2026
PT Mayawana Persada memperkuat kesiapsiagaan karhutla di Kalbar dengan 170 personel, delapan posko, pemantauan hotspot, dan pengelolaan hidrologi gambut.

PT Mayawana Persada Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Kalbar

August 26, 2026
Dolly Parton Ingin Makamnya Dipenuhi Mawar Kuning, Ini Alasannya

Dolly Parton Ingin Makamnya Dipenuhi Mawar Kuning, Ini Alasannya

August 26, 2026
Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Ruben Onsu Sebagai Tersangka

August 26, 2026
Korea Selatan Jadi Favorit Turis, Mengapa Wisata Sejarahnya Sepi?

Korea Selatan Jadi Favorit Turis, Mengapa Wisata Sejarahnya Sepi?

August 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved