• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in News
0
Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria asal Irlandia yang telah ditahan otoritas imigrasi Amerika Serikat selama lima bulan mengaku takut akan keselamatannya dan menyebut kondisi penahanan yang ia alami sangat memprihatinkan, di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap perlakuan terhadap para imigran di fasilitas penahanan AS.

Seamus Culleton, warga asli Kilkenny, Irlandia, telah ditahan di fasilitas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Texas sejak awal September. Pria yang telah tinggal lebih dari 15 tahun di Boston dan menjalankan perusahaan konstruksi itu mengatakan kepada penyiar Irlandia RTE bahwa ia ditangkap petugas ICE saat dalam perjalanan pulang dari Home Depot.

Culleton menyebut dirinya telah memberi tahu petugas bahwa ia menikah dengan warga negara AS, sedang mengajukan green card, tidak memiliki catatan kriminal, dan memiliki izin kerja yang sah.

“Sejauh yang saya tahu, saya dilindungi,” katanya dari fasilitas ICE di El Paso, Texas, tempat ia kini ditahan. “Semua itu tidak berarti apa-apa; mereka memborgol saya dan membawa saya pergi.”

Namun juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS, Tricia McLaughlin, mengatakan Culleton masuk ke AS pada 2009 melalui program bebas visa yang mengizinkan tinggal selama 90 hari, tetapi tidak meninggalkan negara itu setelah masa berlaku habis.

McLaughlin menambahkan bahwa setelah penangkapannya pada 9 September, Culleton “mendapatkan proses hukum penuh dan menerima perintah deportasi final dari hakim imigrasi pada 10 September 2025.” Ia juga disebut telah diberi kesempatan untuk segera dipulangkan ke Irlandia, namun memilih tetap berada dalam tahanan ICE.

“Pengajuan green card dan izin kerja yang masih diproses tidak memberikan status hukum untuk tinggal di negara kami,” kata McLaughlin. Ia juga membantah klaim mengenai kondisi fasilitas ICE yang disebut tidak layak.

Sementara itu, Culleton menggambarkan kondisi di dalam fasilitas sebagai “kotor” dan seperti “mimpi buruk.” Ia mengatakan ditempatkan di ruangan besar yang sesak bersama lebih dari 70 pria lain, tidur di bawah pencahayaan buatan yang menyala terus-menerus, dalam kondisi dingin dan lembap.

Para tahanan disebut menerima makanan terbatas, akses medis yang minim, dan jarang diizinkan keluar ruangan. “Saya sudah dikunci di ruangan yang sama selama empat setengah bulan. Hampir tidak pernah keluar. Tidak ada udara segar. Tidak ada sinar matahari,” ujarnya. “Saya benar-benar takut akan keselamatan saya di sini.”

Istrinya, Tiffany Smyth, mengatakan penahanan mendadak tersebut merupakan kejutan besar dan menggambarkan sistem imigrasi AS sebagai rumit serta tidak berpihak pada keluarga. Ia mengaku sempat hampir sepekan tidak mengetahui keberadaan suaminya.

Kasus ini memicu kemarahan di Irlandia dan telah mendapat perhatian pemerintah setempat. Kantor Perdana Menteri Irlandia (Taoiseach) Micheál Martin menyatakan pihaknya menyadari kasus tersebut dan Kedutaan Besar Irlandia di Washington DC tengah berkomunikasi langsung dengan DHS.

Martin mengatakan, “Setiap negara memiliki kebijakan migrasi, tetapi fasilitas ICE tersebut menjadi perhatian.”

Data pemerintah Irlandia menunjukkan adanya lonjakan 330% tahun lalu dalam jumlah warga Irlandia yang meminta bantuan konsuler terkait deportasi oleh otoritas imigrasi AS, menjadi 65 orang. Meski demikian, warga Irlandia tetap merupakan minoritas kecil di antara sekitar 70.000 orang yang saat ini ditahan ICE jumlah tertinggi sejak lembaga itu berdiri. Sekitar 74% dari para tahanan tersebut tidak memiliki vonis pidana, menurut data terbaru.

Kelompok advokasi imigrasi menilai sistem penahanan imigran di AS kerap menahan orang dalam waktu lama di bawah kondisi keras, serta memperlihatkan kesenjangan rasial dalam penegakan hukum imigrasi.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
Tags: cobisnis.comICEImigrasiAS

Related Posts

Yusril Buka Suara soal Pandangan Prabowo terhadap Definisi Korupsi

Yusril Buka Suara soal Pandangan Prabowo terhadap Definisi Korupsi

by Hidayat Taufik
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan Presiden Prabowo Subianto tetap memandang...

Api Karhutla Lahap Makam Tradisional Toraja Utara, Peti Jenazah Terdampak

Api Karhutla Lahap Makam Tradisional Toraja Utara, Peti Jenazah Terdampak

by Hidayat Taufik
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, merembet hingga kawasan pemakaman tradisional...

Operasi Patuh 2026, Polri Perkuat Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

Operasi Patuh 2026, Polri Perkuat Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

by Hidayat Taufik
October 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan saat...

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

Persija Bungkam Persik 2-1, Macan Kemayoran Makin Kokoh di Puncak

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Persija Jakarta semakin mantap memimpin klasemen sementara Super League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri...

Mbappe Menggila! Rekor Messi dan Ronaldo di El Clasico Terlewati

Mbappe Menggila! Rekor Messi dan Ronaldo di El Clasico Terlewati

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Kylian Mbappe tampil gemilang saat membawa Real Madrid mengalahkan Barcelona dengan skor 2-1 dalam laga El Clasico...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

AXIS Nation Cup 2026 Sisakan 16 Tim Menuju Grand Final

October 26, 2026
Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

Dahlan Iskan Angkat Isu Kepemilikan Asing di Balik Perubahan Saham Bayan

October 26, 2026
BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

October 26, 2026
Yusril Buka Suara soal Pandangan Prabowo terhadap Definisi Korupsi

Yusril Buka Suara soal Pandangan Prabowo terhadap Definisi Korupsi

October 27, 2026
Kimchi - pexels/makafood

Sama-sama Baik untuk Kesehatan Usus, Apakah Makanan Fermentasi Mengandung Probiotik?

October 27, 2026
Api Karhutla Lahap Makam Tradisional Toraja Utara, Peti Jenazah Terdampak

Api Karhutla Lahap Makam Tradisional Toraja Utara, Peti Jenazah Terdampak

October 27, 2026
Operasi Patuh 2026, Polri Perkuat Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

Operasi Patuh 2026, Polri Perkuat Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

October 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved