• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, May 14, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in News
0
Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria asal Irlandia yang telah ditahan otoritas imigrasi Amerika Serikat selama lima bulan mengaku takut akan keselamatannya dan menyebut kondisi penahanan yang ia alami sangat memprihatinkan, di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap perlakuan terhadap para imigran di fasilitas penahanan AS.

Seamus Culleton, warga asli Kilkenny, Irlandia, telah ditahan di fasilitas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Texas sejak awal September. Pria yang telah tinggal lebih dari 15 tahun di Boston dan menjalankan perusahaan konstruksi itu mengatakan kepada penyiar Irlandia RTE bahwa ia ditangkap petugas ICE saat dalam perjalanan pulang dari Home Depot.

Culleton menyebut dirinya telah memberi tahu petugas bahwa ia menikah dengan warga negara AS, sedang mengajukan green card, tidak memiliki catatan kriminal, dan memiliki izin kerja yang sah.

“Sejauh yang saya tahu, saya dilindungi,” katanya dari fasilitas ICE di El Paso, Texas, tempat ia kini ditahan. “Semua itu tidak berarti apa-apa; mereka memborgol saya dan membawa saya pergi.”

Namun juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS, Tricia McLaughlin, mengatakan Culleton masuk ke AS pada 2009 melalui program bebas visa yang mengizinkan tinggal selama 90 hari, tetapi tidak meninggalkan negara itu setelah masa berlaku habis.

McLaughlin menambahkan bahwa setelah penangkapannya pada 9 September, Culleton “mendapatkan proses hukum penuh dan menerima perintah deportasi final dari hakim imigrasi pada 10 September 2025.” Ia juga disebut telah diberi kesempatan untuk segera dipulangkan ke Irlandia, namun memilih tetap berada dalam tahanan ICE.

“Pengajuan green card dan izin kerja yang masih diproses tidak memberikan status hukum untuk tinggal di negara kami,” kata McLaughlin. Ia juga membantah klaim mengenai kondisi fasilitas ICE yang disebut tidak layak.

Sementara itu, Culleton menggambarkan kondisi di dalam fasilitas sebagai “kotor” dan seperti “mimpi buruk.” Ia mengatakan ditempatkan di ruangan besar yang sesak bersama lebih dari 70 pria lain, tidur di bawah pencahayaan buatan yang menyala terus-menerus, dalam kondisi dingin dan lembap.

Para tahanan disebut menerima makanan terbatas, akses medis yang minim, dan jarang diizinkan keluar ruangan. “Saya sudah dikunci di ruangan yang sama selama empat setengah bulan. Hampir tidak pernah keluar. Tidak ada udara segar. Tidak ada sinar matahari,” ujarnya. “Saya benar-benar takut akan keselamatan saya di sini.”

Istrinya, Tiffany Smyth, mengatakan penahanan mendadak tersebut merupakan kejutan besar dan menggambarkan sistem imigrasi AS sebagai rumit serta tidak berpihak pada keluarga. Ia mengaku sempat hampir sepekan tidak mengetahui keberadaan suaminya.

Kasus ini memicu kemarahan di Irlandia dan telah mendapat perhatian pemerintah setempat. Kantor Perdana Menteri Irlandia (Taoiseach) Micheál Martin menyatakan pihaknya menyadari kasus tersebut dan Kedutaan Besar Irlandia di Washington DC tengah berkomunikasi langsung dengan DHS.

Martin mengatakan, “Setiap negara memiliki kebijakan migrasi, tetapi fasilitas ICE tersebut menjadi perhatian.”

Data pemerintah Irlandia menunjukkan adanya lonjakan 330% tahun lalu dalam jumlah warga Irlandia yang meminta bantuan konsuler terkait deportasi oleh otoritas imigrasi AS, menjadi 65 orang. Meski demikian, warga Irlandia tetap merupakan minoritas kecil di antara sekitar 70.000 orang yang saat ini ditahan ICE jumlah tertinggi sejak lembaga itu berdiri. Sekitar 74% dari para tahanan tersebut tidak memiliki vonis pidana, menurut data terbaru.

Kelompok advokasi imigrasi menilai sistem penahanan imigran di AS kerap menahan orang dalam waktu lama di bawah kondisi keras, serta memperlihatkan kesenjangan rasial dalam penegakan hukum imigrasi.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download huawei firmware
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comICEImigrasiAS

Related Posts

Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

by Hidayat Taufik
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan kekecewaannya atas tuntutan 18 tahun penjara...

Rupiah Menguat Jelang Libur Panjang 2026, Sentimen Global Masih Tekan Pasar

Rupiah Menguat Jelang Libur Panjang 2026, Sentimen Global Masih Tekan Pasar

by Hidayat Taufik
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Rupiah menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Selain itu, penguatan terjadi menjelang libur panjang akhir...

Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Sah untuk Idul Adha

Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Sah untuk Idul Adha

by Hidayat Taufik
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjelang perayaan Idul Adha, umat Islam dianjurkan memahami ketentuan hewan kurban agar ibadah yang dilakukan sah menurut...

Chef Hillary Sterling Bagikan Resep Pasta 15 Menit untuk Makan Sendirian

Chef Hillary Sterling Bagikan Resep Pasta 15 Menit untuk Makan Sendirian

by Zahra Zahwa
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Hillary Sterling membagikan resep favoritnya untuk makan malam sendirian di rumah. Chef restoran Ci Siamo itu memilih...

Salma Hayek Curi Perhatian dengan Look Ikonik di Cannes

Salma Hayek Curi Perhatian dengan Look Ikonik di Cannes

by Zahra Zahwa
May 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Salma Hayek kembali menjadi perbincangan berkat penampilannya yang ikonik di Cannes Film Festival 1999. Saat itu, Hayek...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pembahasan Revisi UU Pemilu 2026 Bergulir, Komisi II DPR Buka Ruang Partisipasi Masyarakat

Deretan Mobil Toyota Terbaru 2026: dari Veloz Hybrid hingga SUV Listrik bZ4X

January 20, 2026
Pramono: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota hingga Ada Keppres

Pramono: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota hingga Ada Keppres

May 13, 2026
Trump dan Xi Bertemu di Beijing, Iran dan Taiwan Jadi Agenda Utama 2026

Trump dan Xi Bertemu di Beijing, Iran dan Taiwan Jadi Agenda Utama 2026

May 13, 2026
Google Luncurkan Googlebook dengan Integrasi Gemini dan Android

Google Luncurkan Googlebook dengan Integrasi Gemini dan Android

May 13, 2026
Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

Kasus Chromebook 2026: Nadiem Makarim Kecewa atas Tuntutan 18 Tahun Penjara

May 13, 2026
Rupiah Menguat Jelang Libur Panjang 2026, Sentimen Global Masih Tekan Pasar

Rupiah Menguat Jelang Libur Panjang 2026, Sentimen Global Masih Tekan Pasar

May 13, 2026
Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Sah untuk Idul Adha

Ketahui Kriteria Hewan Kurban yang Tidak Sah untuk Idul Adha

May 13, 2026
Chef Hillary Sterling Bagikan Resep Pasta 15 Menit untuk Makan Sendirian

Chef Hillary Sterling Bagikan Resep Pasta 15 Menit untuk Makan Sendirian

May 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved