• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in News
0
Warga Irlandia Ditahan ICE 5 Bulan di Texas, Mengaku Takut Akan Keselamatannya

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria asal Irlandia yang telah ditahan otoritas imigrasi Amerika Serikat selama lima bulan mengaku takut akan keselamatannya dan menyebut kondisi penahanan yang ia alami sangat memprihatinkan, di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap perlakuan terhadap para imigran di fasilitas penahanan AS.

Seamus Culleton, warga asli Kilkenny, Irlandia, telah ditahan di fasilitas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Texas sejak awal September. Pria yang telah tinggal lebih dari 15 tahun di Boston dan menjalankan perusahaan konstruksi itu mengatakan kepada penyiar Irlandia RTE bahwa ia ditangkap petugas ICE saat dalam perjalanan pulang dari Home Depot.

Culleton menyebut dirinya telah memberi tahu petugas bahwa ia menikah dengan warga negara AS, sedang mengajukan green card, tidak memiliki catatan kriminal, dan memiliki izin kerja yang sah.

“Sejauh yang saya tahu, saya dilindungi,” katanya dari fasilitas ICE di El Paso, Texas, tempat ia kini ditahan. “Semua itu tidak berarti apa-apa; mereka memborgol saya dan membawa saya pergi.”

Namun juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS, Tricia McLaughlin, mengatakan Culleton masuk ke AS pada 2009 melalui program bebas visa yang mengizinkan tinggal selama 90 hari, tetapi tidak meninggalkan negara itu setelah masa berlaku habis.

McLaughlin menambahkan bahwa setelah penangkapannya pada 9 September, Culleton “mendapatkan proses hukum penuh dan menerima perintah deportasi final dari hakim imigrasi pada 10 September 2025.” Ia juga disebut telah diberi kesempatan untuk segera dipulangkan ke Irlandia, namun memilih tetap berada dalam tahanan ICE.

“Pengajuan green card dan izin kerja yang masih diproses tidak memberikan status hukum untuk tinggal di negara kami,” kata McLaughlin. Ia juga membantah klaim mengenai kondisi fasilitas ICE yang disebut tidak layak.

Sementara itu, Culleton menggambarkan kondisi di dalam fasilitas sebagai “kotor” dan seperti “mimpi buruk.” Ia mengatakan ditempatkan di ruangan besar yang sesak bersama lebih dari 70 pria lain, tidur di bawah pencahayaan buatan yang menyala terus-menerus, dalam kondisi dingin dan lembap.

Para tahanan disebut menerima makanan terbatas, akses medis yang minim, dan jarang diizinkan keluar ruangan. “Saya sudah dikunci di ruangan yang sama selama empat setengah bulan. Hampir tidak pernah keluar. Tidak ada udara segar. Tidak ada sinar matahari,” ujarnya. “Saya benar-benar takut akan keselamatan saya di sini.”

Istrinya, Tiffany Smyth, mengatakan penahanan mendadak tersebut merupakan kejutan besar dan menggambarkan sistem imigrasi AS sebagai rumit serta tidak berpihak pada keluarga. Ia mengaku sempat hampir sepekan tidak mengetahui keberadaan suaminya.

Kasus ini memicu kemarahan di Irlandia dan telah mendapat perhatian pemerintah setempat. Kantor Perdana Menteri Irlandia (Taoiseach) Micheál Martin menyatakan pihaknya menyadari kasus tersebut dan Kedutaan Besar Irlandia di Washington DC tengah berkomunikasi langsung dengan DHS.

Martin mengatakan, “Setiap negara memiliki kebijakan migrasi, tetapi fasilitas ICE tersebut menjadi perhatian.”

Data pemerintah Irlandia menunjukkan adanya lonjakan 330% tahun lalu dalam jumlah warga Irlandia yang meminta bantuan konsuler terkait deportasi oleh otoritas imigrasi AS, menjadi 65 orang. Meski demikian, warga Irlandia tetap merupakan minoritas kecil di antara sekitar 70.000 orang yang saat ini ditahan ICE jumlah tertinggi sejak lembaga itu berdiri. Sekitar 74% dari para tahanan tersebut tidak memiliki vonis pidana, menurut data terbaru.

Kelompok advokasi imigrasi menilai sistem penahanan imigran di AS kerap menahan orang dalam waktu lama di bawah kondisi keras, serta memperlihatkan kesenjangan rasial dalam penegakan hukum imigrasi.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comICEImigrasiAS

Related Posts

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024...

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah kembali menerima setoran dana sebesar Rp13,2 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dana...

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah terus meningkatkan transparansi dalam penyaluran dana Bantuan...

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

Surpres Panglima TNI Dikabarkan Masuk DPR, Dasco Membantah

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah informasi yang menyebut surat presiden (surpres) mengenai pergantian Panglima...

Tak Terima Permintaan Maaf, Warga Protes Petasan Maulid Lapor Polisi

Tak Terima Permintaan Maaf, Warga Protes Petasan Maulid Lapor Polisi

by Hidayat Taufik
October 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Persoalan penggunaan petasan dalam acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, berlanjut ke proses hukum. Amanda...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nilai transaksi fesyen di TikTok Shop tumbuh 70% pada Semester I 2026. Discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal.

Transaksi Fesyen TikTok Shop Tumbuh 70%

September 29, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino

Gianni Infantino Hadiri Penutupan ASEAN Cup

September 21, 2026
Kualitas Air dan Izin Bermasalah, 18 DAMIU Ditutup

YE Bagikan Momen Jakarta, Antusiasme Jelang Konser Makin Terasa

October 5, 2026
Nakhoda KM Virgo 8 Resmi Tersangka dan Ditahan

Nakhoda KM Virgo 8 Resmi Tersangka dan Ditahan

October 1, 2026
Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

Syarat Cawapres Gibran Digugat di MK, Puan Angkat Bicara

October 6, 2026
Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

Tumpukan Uang Rp13,2 Triliun Satgas PKH Diserahkan ke Negara

October 6, 2026
ASABRI dan OJK Malang memperkuat literasi keuangan peserta melalui Program PUNDI, termasuk edukasi investasi dan perlindungan data di era digital.

ASABRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Peserta

October 6, 2026
Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Dana BOS-PIP Dibuat Makin Terbuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

October 6, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved