• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, June 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

US Larang Model Drone Asing Baru, Pukulan Telak Bagi Raksasa China DJI

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 24, 2025
in Teknologi
0
US Larang Model Drone Asing Baru, Pukulan Telak Bagi Raksasa China DJI

JAKARTA, Cobisnis.com – Drone buatan China telah lama mendominasi langit Amerika Serikat, digunakan secara luas oleh pemilik pribadi, kepolisian, hingga pemadam kebakaran di berbagai wilayah. Namun, aturan baru yang dikeluarkan Federal Communications Commission (FCC) pada Selasa lalu membuat konsumen AS tidak lagi dapat membeli generasi terbaru drone tersebut.

FCC melarang impor dan penjualan seluruh model drone baru serta peralatan penting yang diproduksi oleh pabrikan asing, termasuk DJI yang merupakan produsen drone terbesar di dunia. Larangan ini dilakukan dengan memasukkan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam daftar khusus yang disebut Covered List, yakni entitas yang dinilai “menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional Amerika Serikat”.

Keputusan FCC ini tidak berlaku untuk model drone yang sudah lebih dulu disetujui dan beredar di pasaran, serta drone yang saat ini masih digunakan. Meski demikian, kebijakan tersebut menandai puncak dari upaya bertahun-tahun pemerintah AS untuk menekan penggunaan drone buatan China, termasuk produk DJI dan Autel Robotics.

DJI menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut, yang juga berpotensi memicu keresahan di kalangan pengguna drone di AS. Berdasarkan data Research and Markets, DJI menguasai sekitar 70% pangsa pasar global. Di luar sektor publik, drone buatan China banyak digunakan di AS untuk inspeksi infrastruktur dan konstruksi, pemantauan pertanian, hingga kebutuhan videografi profesional dan hobi.

Pada Juni lalu, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat komersialisasi teknologi drone serta meningkatkan produksi drone dalam negeri guna melawan “kendali atau eksploitasi asing”. Ketua FCC Brendan Carr menegaskan bahwa pemerintah AS akan bertindak untuk mengamankan wilayah udara nasional dan mendorong dominasi drone buatan Amerika, tanpa mengganggu penggunaan drone yang sebelumnya telah disahkan.

FCC juga memastikan bahwa impor, penjualan, dan penggunaan model drone yang telah mendapat izin sebelumnya tetap diperbolehkan. Konsumen pun masih dapat menggunakan drone yang telah dibeli secara legal.

Pengumuman ini muncul setelah Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2025 mewajibkan peninjauan keamanan terhadap peralatan yang diproduksi DJI, Autel, dan produsen drone asing lainnya paling lambat 23 Desember 2025. Sepanjang tahun lalu, DJI telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk menjalani pemeriksaan dan bersikap transparan kepada otoritas AS.

Namun, FCC menyebut keputusannya didasarkan pada penilaian badan antarlembaga cabang eksekutif Gedung Putih yang menyimpulkan bahwa drone dan komponen buatan asing “berpotensi memungkinkan pengawasan berkelanjutan, pengambilan data secara ilegal, serta operasi destruktif di wilayah AS”.

Pihak DJI menilai keputusan tersebut tidak disertai penjelasan bukti yang jelas dan menyebut kekhawatiran soal keamanan data lebih mencerminkan proteksionisme dibandingkan prinsip pasar terbuka. Sementara itu, pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menyebut langkah FCC sebagai tindakan diskriminatif dan meminta AS menciptakan lingkungan bisnis yang adil bagi perusahaan China.

Kekhawatiran terhadap drone buatan China sebenarnya sudah muncul sejak lama. Pada 2017, Angkatan Darat AS melarang penggunaan drone DJI karena celah keamanan siber. DJI juga sempat masuk daftar hitam Departemen Perdagangan AS pada 2020 dan pembatasan investasi oleh Departemen Keuangan AS pada 2021. Pada 2022, Departemen Pertahanan AS memasukkan DJI ke dalam daftar perusahaan yang diduga bekerja sama dengan militer China, meski DJI membantah tuduhan tersebut dan kalah dalam gugatan hukum tahun ini.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download lava firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comDroneDJIRegulasiTeknologiTeknologiDrone

Related Posts

Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Harga BBM di Malaysia Turun per 1 Juli, Ini Rinciannya

by Desti Dwi Natasya
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar bersubsidi yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut...

Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

by Rizki Meirino
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar meluncurkan program SIGAP (Satu...

Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

by Zahra Zahwa
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chris Evert mengumumkan tidak akan menghadiri Wimbledon 2026 setelah kanker ovarium yang dideritanya kembali kambuh. Kondisi tersebut...

Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Song Hye Kyo Siapkan Langkah Baru Usai Berpisah dengan UAA

by Desti Dwi Natasya
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aktris Korea Selatan Song Hye Kyo dikabarkan akan memulai babak baru dalam perjalanan kariernya setelah mengakhiri kerja...

Gerindra Respons Dukungan Jokowi untuk Prabowo-Gibran Dua Periode, Pemerintah Fokus Kerja pada 2026

Gerindra Respons Dukungan Jokowi untuk Prabowo-Gibran Dua Periode, Pemerintah Fokus Kerja pada 2026

by Hidayat Taufik
June 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Partai Gerindra merespons pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

Dari Kebiasaan Minum Air Putih, SDN Cipedak 01 Raih Gelar Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

June 25, 2026
SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

SMP di Perbatasan Indonesia–Timor Leste Sabet Juara AIA Healthiest Schools 2026, Limbah Disulap Jadi Peluang Ekonomi

June 25, 2026
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Bridgestone Indonesia Raih Sertifikat AEO dari Bea Cukai, Perkuat Daya Saing Global

Bridgestone Indonesia Raih Sertifikat AEO dari Bea Cukai, Perkuat Daya Saing Global

June 25, 2026
Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Harga BBM di Malaysia Turun per 1 Juli, Ini Rinciannya

June 26, 2026
Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

Prudential Syariah Resmikan SIGAP dan Satu Social Space di Jakarta

June 26, 2026
Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

Chris Evert Absen Dari Wimbledon 2026 Usai Kanker Ovarium Kambuh

June 26, 2026
Tips Menghilangkan Mata Panda Tanpa Harus Bergantung pada Eye Cream

Song Hye Kyo Siapkan Langkah Baru Usai Berpisah dengan UAA

June 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved