• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

US Larang Model Drone Asing Baru, Pukulan Telak Bagi Raksasa China DJI

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 24, 2025
in Teknologi
0
US Larang Model Drone Asing Baru, Pukulan Telak Bagi Raksasa China DJI

JAKARTA, Cobisnis.com – Drone buatan China telah lama mendominasi langit Amerika Serikat, digunakan secara luas oleh pemilik pribadi, kepolisian, hingga pemadam kebakaran di berbagai wilayah. Namun, aturan baru yang dikeluarkan Federal Communications Commission (FCC) pada Selasa lalu membuat konsumen AS tidak lagi dapat membeli generasi terbaru drone tersebut.

FCC melarang impor dan penjualan seluruh model drone baru serta peralatan penting yang diproduksi oleh pabrikan asing, termasuk DJI yang merupakan produsen drone terbesar di dunia. Larangan ini dilakukan dengan memasukkan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam daftar khusus yang disebut Covered List, yakni entitas yang dinilai “menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional Amerika Serikat”.

Keputusan FCC ini tidak berlaku untuk model drone yang sudah lebih dulu disetujui dan beredar di pasaran, serta drone yang saat ini masih digunakan. Meski demikian, kebijakan tersebut menandai puncak dari upaya bertahun-tahun pemerintah AS untuk menekan penggunaan drone buatan China, termasuk produk DJI dan Autel Robotics.

DJI menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut, yang juga berpotensi memicu keresahan di kalangan pengguna drone di AS. Berdasarkan data Research and Markets, DJI menguasai sekitar 70% pangsa pasar global. Di luar sektor publik, drone buatan China banyak digunakan di AS untuk inspeksi infrastruktur dan konstruksi, pemantauan pertanian, hingga kebutuhan videografi profesional dan hobi.

Pada Juni lalu, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat komersialisasi teknologi drone serta meningkatkan produksi drone dalam negeri guna melawan “kendali atau eksploitasi asing”. Ketua FCC Brendan Carr menegaskan bahwa pemerintah AS akan bertindak untuk mengamankan wilayah udara nasional dan mendorong dominasi drone buatan Amerika, tanpa mengganggu penggunaan drone yang sebelumnya telah disahkan.

FCC juga memastikan bahwa impor, penjualan, dan penggunaan model drone yang telah mendapat izin sebelumnya tetap diperbolehkan. Konsumen pun masih dapat menggunakan drone yang telah dibeli secara legal.

Pengumuman ini muncul setelah Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2025 mewajibkan peninjauan keamanan terhadap peralatan yang diproduksi DJI, Autel, dan produsen drone asing lainnya paling lambat 23 Desember 2025. Sepanjang tahun lalu, DJI telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk menjalani pemeriksaan dan bersikap transparan kepada otoritas AS.

Namun, FCC menyebut keputusannya didasarkan pada penilaian badan antarlembaga cabang eksekutif Gedung Putih yang menyimpulkan bahwa drone dan komponen buatan asing “berpotensi memungkinkan pengawasan berkelanjutan, pengambilan data secara ilegal, serta operasi destruktif di wilayah AS”.

Pihak DJI menilai keputusan tersebut tidak disertai penjelasan bukti yang jelas dan menyebut kekhawatiran soal keamanan data lebih mencerminkan proteksionisme dibandingkan prinsip pasar terbuka. Sementara itu, pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian menyebut langkah FCC sebagai tindakan diskriminatif dan meminta AS menciptakan lingkungan bisnis yang adil bagi perusahaan China.

Kekhawatiran terhadap drone buatan China sebenarnya sudah muncul sejak lama. Pada 2017, Angkatan Darat AS melarang penggunaan drone DJI karena celah keamanan siber. DJI juga sempat masuk daftar hitam Departemen Perdagangan AS pada 2020 dan pembatasan investasi oleh Departemen Keuangan AS pada 2021. Pada 2022, Departemen Pertahanan AS memasukkan DJI ke dalam daftar perusahaan yang diduga bekerja sama dengan militer China, meski DJI membantah tuduhan tersebut dan kalah dalam gugatan hukum tahun ini.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
lynda course free download
Tags: cobisnis.comDroneDJIRegulasiTeknologiTeknologiDrone

Related Posts

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

Le Minerale Diduga Jadi Sponsor Acara di Bundaran HI, Benarkah?

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keterlibatan Le Minerale dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung pada 29 Oktober 2026 menjadi perbincangan di...

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

Prabowo Buka Kampus Baru Taruna Nusantara, Minta Siswa Utamakan Integritas dan Patriotisme

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung baru SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat...

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mulai mematangkan pembahasan mengenai kemungkinan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mengembangkan usaha di sektor...

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

Kapolri Bertemu Muhammadiyah dan PBNU, Bahas Penguatan Keamanan Masyarakat

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

by Hidayat Taufik
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sosok pria beralmamater Universitas Dian Nusantara (Undira) yang hadir dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 bersama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

October 29, 2026
Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

October 30, 2026
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bahlil Klaim Indonesia Tak Langgar Kontrak

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Bahlil Klaim Indonesia Tak Langgar Kontrak

October 30, 2026
Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

October 30, 2026
OJK Respons Penilaian MSCI, Reformasi Pasar Modal Indonesia Terus Dipercepat

Kasus Dana PT DSI Berlanjut, OJK Telusuri Aset Pemegang Saham dan Pengurus

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Pecat 33 Pejabat Tinggi dalam Pembersihan Besar-besaran

October 30, 2026
Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

Kadin Respons Pajak Pembalut, Anindya Bakrie Singgung Insentif Investasi

October 30, 2026
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

China Tuduh Filipina Halangi Menteri Pertahanan Hadiri Pertemuan ASEAN

October 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved