• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, June 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Turis Wajib Tahu, Memberi Makan Burung di Venesia Bisa Didenda

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 18, 2025
in Lifestyle
0
Turis Wajib Tahu, Memberi Makan Burung di Venesia Bisa Didenda

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Venesia menetapkan larangan memberi makan merpati di area publik, termasuk Piazza San Marco, untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah dan kebersihan kota. Aturan ini berlaku bagi wisatawan maupun warga lokal.

Kotoran burung diyakini dapat merusak batu dan patung kuno yang berusia ratusan tahun. Sebagai kota yang sarat sejarah, Venesia menganggap perlindungan fisik bangunan lebih penting daripada sekadar interaksi dengan burung-burung kota.

Selain itu, populasi merpati yang terlalu banyak dapat memicu masalah kesehatan. Kotoran burung membawa bakteri dan virus yang berisiko menular kepada manusia, terutama di tempat wisata yang padat pengunjung.

Denda diberlakukan sebagai bentuk penegakan hukum sekaligus edukasi. Wisatawan yang melanggar bisa dikenakan sanksi finansial, yang tujuannya bukan untuk menghukum semata tapi menjaga budaya dan lingkungan kota.

Pemerintah kota juga melakukan kampanye edukasi di media sosial dan papan informasi publik. Informasi ini menjelaskan alasan larangan dan cara menikmati wisata Venesia tanpa memberi makan merpati.

Aturan ini sejalan dengan strategi Venesia menjadi kota berkelanjutan. Kebersihan lingkungan dan perlindungan warisan budaya dijadikan prioritas, apalagi kota ini menerima lebih dari 25 juta wisatawan setiap tahun.

Selain dampak lingkungan, larangan ini juga mencegah perilaku agresif burung. Merpati yang terbiasa diberi makan manusia cenderung agresif, sehingga interaksi turis dengan burung bisa menjadi berisiko.

Beberapa pengelola wisata mengapresiasi aturan ini karena membuat kawasan wisata lebih nyaman. Turis dapat menikmati pemandangan tanpa gangguan burung, sementara pedagang juga tidak harus membersihkan sisa makanan dan kotoran.

Kolaborasi antara pemerintah, warga lokal, dan wisatawan dianggap kunci suksesnya aturan ini. Kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan budaya menjadi bagian dari pengalaman wisata yang edukatif.

Venesia berharap, langkah ini bisa menjadi contoh bagi kota wisata lain di dunia. Mengutamakan kelestarian lingkungan, keselamatan pengunjung, dan perlindungan bangunan bersejarah menjadi model pengelolaan pariwisata modern.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download mobile firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
Tags: CobisnisMerpatiPebisnismudaVenesiawarisan budayaWisata Internasional

Related Posts

Ayam Hidup Dijual Rp13 Ribu per Kg, Kementan Akui Harga Sudah di Bawah Modal

Ayam Hidup Dijual Rp13 Ribu per Kg, Kementan Akui Harga Sudah di Bawah Modal

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Pertanian buka suara terkait anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak. Pemerintah mengakui harga di sejumlah...

VW Dikabarkan Pangkas 100 Ribu Karyawan dan Tutup Empat Pabrik di Jerman

VW Dikabarkan Pangkas 100 Ribu Karyawan dan Tutup Empat Pabrik di Jerman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Volkswagen dikabarkan tengah menyiapkan langkah efisiensi besar yang mencakup pemangkasan sekitar 100 ribu karyawan secara bertahap. Rencana...

Musim Durian Bangka Bikin Harga Murah, Rp100 Ribu Bisa Dapat Lima Buah

Musim Durian Bangka Bikin Harga Murah, Rp100 Ribu Bisa Dapat Lima Buah

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Musim durian sedang berlangsung di Bangka Belitung. Melimpahnya pasokan membuat harga durian di pasaran turun cukup tajam...

Data PPATK, Lebih dari 100 Ribu Pemain Judol Tercatat di Kabupaten Bogor

Data PPATK, Lebih dari 100 Ribu Pemain Judol Tercatat di Kabupaten Bogor

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap empat wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di...

Aksi Jilat Sedotan Berujung Kasus Hukum, Remaja Perancis Hadapi Sidang di Singapura

Aksi Jilat Sedotan Berujung Kasus Hukum, Remaja Perancis Hadapi Sidang di Singapura

by M.Dhayfan Al-ghiffari
June 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang remaja asal Perancis terancam hukuman penjara di Singapura setelah diduga menjilat sedotan dari mesin penjual minuman...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

Teknologi AI Ungkap Isi Papirus Kuno Korban Letusan Gunung Vesuvius

June 27, 2026
Menkeu Purbaya Batal Berangkat Haji 21 Mei, Ikhlas dan Pasrah Tunggu Tahun Depan

Patriot Bond Tak Beri Kekebalan Penuh, Purbaya Sebut Perusahaan Tetap Diawasi

June 28, 2026
Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan Dorong Penguatan Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan Dorong Penguatan Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

June 27, 2026
Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Tewaskan Ratusan Orang

Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

June 27, 2026
Ayam Hidup Dijual Rp13 Ribu per Kg, Kementan Akui Harga Sudah di Bawah Modal

Ayam Hidup Dijual Rp13 Ribu per Kg, Kementan Akui Harga Sudah di Bawah Modal

June 28, 2026
VW Dikabarkan Pangkas 100 Ribu Karyawan dan Tutup Empat Pabrik di Jerman

VW Dikabarkan Pangkas 100 Ribu Karyawan dan Tutup Empat Pabrik di Jerman

June 28, 2026
Musim Durian Bangka Bikin Harga Murah, Rp100 Ribu Bisa Dapat Lima Buah

Musim Durian Bangka Bikin Harga Murah, Rp100 Ribu Bisa Dapat Lima Buah

June 28, 2026
Data PPATK, Lebih dari 100 Ribu Pemain Judol Tercatat di Kabupaten Bogor

Data PPATK, Lebih dari 100 Ribu Pemain Judol Tercatat di Kabupaten Bogor

June 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved