• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Trump Ingin Industri Minyak AS Kembali Berjaya Di Venezuela, Namun Tantangannya Tidak Mudah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Trump Ingin Industri Minyak AS Kembali Berjaya Di Venezuela, Namun Tantangannya Tidak Mudah

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ingin perusahaan-perusahaan minyak Amerika berperan besar dalam membangkitkan kembali industri minyak Venezuela yang hancur. Namun, para pengamat industri energi menilai ambisi tersebut jauh dari kata mudah dan sarat risiko bagi raksasa minyak AS.

Venezuela memang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, untuk meningkatkan produksi secara signifikan, perusahaan minyak harus membangun ulang infrastruktur energi negara tersebut yang telah rusak parah selama bertahun-tahun. Menurut Trump sendiri, upaya ini akan menelan biaya miliaran dolar, di tengah harga minyak global yang belum tentu cukup menguntungkan untuk menutup investasi besar tersebut.

Selain itu, minyak mentah Venezuela dikenal sebagai minyak berat dan berkadar sulfur tinggi, yang membutuhkan teknologi khusus serta biaya penyulingan yang jauh lebih mahal. Kondisi ini membuat investasi di sektor minyak Venezuela menjadi keputusan yang sulit, bahkan di negara yang stabil secara politik, apalagi di tengah krisis politik pasca-lengsernya presiden otoriter Nicolás Maduro.

“Situasi ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban mengenai masa depan politik Venezuela, dan itu akan menjadi pertimbangan utama bagi para perencana korporasi dan industri,” kata Clayton Seigle, peneliti senior Program Keamanan Energi dan Perubahan Iklim di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Pada Sabtu lalu, pasukan khusus Amerika Serikat melakukan operasi besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya diterbangkan ke New York dan didakwa atas tuduhan konspirasi narkoterorisme, penyelundupan kokain, serta pelanggaran senjata.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan” Venezuela hingga kepemimpinan yang aman terbentuk. Di hari yang sama, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Delcy Rodríguez yang juga mengawasi perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) sebagai presiden sementara.

Trump meyakini perusahaan minyak AS dapat mengembalikan potensi Venezuela sebagai produsen minyak utama dunia. “Kami akan mengerahkan perusahaan minyak Amerika yang sangat besar, menghabiskan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang bagi negara itu,” ujar Trump.

Secara historis, perusahaan minyak asing, khususnya dari Amerika Serikat, telah beroperasi di Venezuela selama lebih dari satu abad. Kedekatan geografis dan karakteristik minyak Venezuela menjadikannya mitra strategis bagi kepentingan energi AS. Bahkan, kilang-kilang minyak di Amerika dirancang khusus untuk mengolah minyak Venezuela.

Namun, situasi berubah drastis sejak Hugo Chávez berkuasa pada 1999. Nasionalisasi PDVSA dan buruknya pengelolaan membuat infrastruktur minyak membusuk, menyebabkan produksi minyak Venezuela turun lebih dari sepertiga dalam 25 tahun terakhir.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak Amerika yang masih bertahan di Venezuela. Sekitar seperempat produksi minyak Venezuela yang dihasilkan Chevron diekspor ke Amerika Serikat. Keberadaan Chevron selama hampir 100 tahun memberi perusahaan tersebut posisi yang sangat kuat dan sulit ditandingi.

“Chevron telah melihat segalanya di Venezuela dan tetap bertahan. Itu memberi mereka keunggulan besar,” kata Seigle. Para analis menilai perusahaan lain akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyaingi kemampuan teknis dan infrastruktur Chevron di negara tersebut. Pasca-operasi militer AS, Chevron menyatakan akan tetap beroperasi sesuai dengan seluruh hukum dan regulasi yang berlaku.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonal Trumpminyak Venezuela

Related Posts

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Jamui Wakil PM Rusia di Istana Bogor

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengadakan jamuan makan malam bersama Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia, Denis Manturov, dan delegasinya...

Kasus Jasindo Diselidiki KPK, Komisi Fiktif Diduga Muncul dari Kontrak Rp263 Miliar

Kasus Jasindo Diselidiki KPK, Komisi Fiktif Diduga Muncul dari Kontrak Rp263 Miliar

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua pejabat PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk mendalami dugaan korupsi pembayaran...

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

Ingin Stamina Tetap Prima? Ini 3 Kebiasaan yang Perlu Dilakukan Pria

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Seiring bertambahnya usia dan kesibukan, pria dapat mengalami perubahan kebugaran yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Tubuh yang...

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia 2026

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Kuliner Terbaik Dunia 2026

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati posisi keenam dalam daftar negara dengan destinasi kuliner terbaik dunia 2026 versi *Condé Nast...

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

by Hidayat Taufik
October 17, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid kembali tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Prabowo Panggil Menteri ke Istana Bogor, Ada Agenda Apa?

Prabowo Panggil Menteri ke Istana Bogor, Ada Agenda Apa?

October 17, 2026
Gunung Arjuno-Welirang Dilalap Api, Petugas Berjuang Padamkan Kebakaran

Gunung Arjuno-Welirang Dilalap Api, Petugas Berjuang Padamkan Kebakaran

October 17, 2026
Menapaki Industri Pertambangan dari Dekat, Kolaborasi Perhapi dan NHM Ajak Mahasiswa Belajar di Gosowong

Menapaki Industri Pertambangan dari Dekat, Kolaborasi Perhapi dan NHM Ajak Mahasiswa Belajar di Gosowong

October 17, 2026
Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

Nusron Wahid Absen Lagi, KPK Ungkap Keberadaannya di Malaysia

October 17, 2026
Gaet Wisman Australia, Kemenpar Selenggarakan Wisata Edukasi Kenalkan Jakarta

Gaet Wisman Australia, Kemenpar Selenggarakan Wisata Edukasi Kenalkan Jakarta

October 17, 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani

Kemenpar: WISH 2026, Tingkatkan Daya Saing Pelaku Usaha Pariwisata

October 17, 2026
AFC Umumkan Nominasi Awards 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Paus Leo Telepon Putin dari RS, Desak Gencatan Senjata

October 17, 2026
Nadiem Makarim Minta MA Batalkan Putusan Banding

Nadiem Makarim Minta MA Batalkan Putusan Banding

October 17, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved