• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Trump Ingin Industri Minyak AS Kembali Berjaya Di Venezuela, Namun Tantangannya Tidak Mudah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Trump Ingin Industri Minyak AS Kembali Berjaya Di Venezuela, Namun Tantangannya Tidak Mudah

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ingin perusahaan-perusahaan minyak Amerika berperan besar dalam membangkitkan kembali industri minyak Venezuela yang hancur. Namun, para pengamat industri energi menilai ambisi tersebut jauh dari kata mudah dan sarat risiko bagi raksasa minyak AS.

Venezuela memang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, untuk meningkatkan produksi secara signifikan, perusahaan minyak harus membangun ulang infrastruktur energi negara tersebut yang telah rusak parah selama bertahun-tahun. Menurut Trump sendiri, upaya ini akan menelan biaya miliaran dolar, di tengah harga minyak global yang belum tentu cukup menguntungkan untuk menutup investasi besar tersebut.

Selain itu, minyak mentah Venezuela dikenal sebagai minyak berat dan berkadar sulfur tinggi, yang membutuhkan teknologi khusus serta biaya penyulingan yang jauh lebih mahal. Kondisi ini membuat investasi di sektor minyak Venezuela menjadi keputusan yang sulit, bahkan di negara yang stabil secara politik, apalagi di tengah krisis politik pasca-lengsernya presiden otoriter Nicolás Maduro.

“Situasi ini justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban mengenai masa depan politik Venezuela, dan itu akan menjadi pertimbangan utama bagi para perencana korporasi dan industri,” kata Clayton Seigle, peneliti senior Program Keamanan Energi dan Perubahan Iklim di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Pada Sabtu lalu, pasukan khusus Amerika Serikat melakukan operasi besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Keduanya diterbangkan ke New York dan didakwa atas tuduhan konspirasi narkoterorisme, penyelundupan kokain, serta pelanggaran senjata.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menjalankan” Venezuela hingga kepemimpinan yang aman terbentuk. Di hari yang sama, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Delcy Rodríguez yang juga mengawasi perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) sebagai presiden sementara.

Trump meyakini perusahaan minyak AS dapat mengembalikan potensi Venezuela sebagai produsen minyak utama dunia. “Kami akan mengerahkan perusahaan minyak Amerika yang sangat besar, menghabiskan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang bagi negara itu,” ujar Trump.

Secara historis, perusahaan minyak asing, khususnya dari Amerika Serikat, telah beroperasi di Venezuela selama lebih dari satu abad. Kedekatan geografis dan karakteristik minyak Venezuela menjadikannya mitra strategis bagi kepentingan energi AS. Bahkan, kilang-kilang minyak di Amerika dirancang khusus untuk mengolah minyak Venezuela.

Namun, situasi berubah drastis sejak Hugo Chávez berkuasa pada 1999. Nasionalisasi PDVSA dan buruknya pengelolaan membuat infrastruktur minyak membusuk, menyebabkan produksi minyak Venezuela turun lebih dari sepertiga dalam 25 tahun terakhir.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak Amerika yang masih bertahan di Venezuela. Sekitar seperempat produksi minyak Venezuela yang dihasilkan Chevron diekspor ke Amerika Serikat. Keberadaan Chevron selama hampir 100 tahun memberi perusahaan tersebut posisi yang sangat kuat dan sulit ditandingi.

“Chevron telah melihat segalanya di Venezuela dan tetap bertahan. Itu memberi mereka keunggulan besar,” kata Seigle. Para analis menilai perusahaan lain akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyaingi kemampuan teknis dan infrastruktur Chevron di negara tersebut. Pasca-operasi militer AS, Chevron menyatakan akan tetap beroperasi sesuai dengan seluruh hukum dan regulasi yang berlaku.

Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
free online course
Tags: amerikaserikatcobisnis.comDonal Trumpminyak Venezuela

Related Posts

INTI 2026 Siap Digelar, Pameran Teknologi B2B Terbesar di Indonesia

INTI 2026 Siap Digelar, Pameran Teknologi B2B Terbesar di Indonesia

by Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia Technology & Innovation 2026 (INTI 2026) akan kembali digelar pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International...

Menpar Pastikan Geopark Ijen Siap Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark

Menpar Pastikan Geopark Ijen Siap Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark

by Rizki Meirino
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan Geopark Ijen siap menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang...

Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

Profil dan Pendidikan Destry Damayanti, Pjs Gubernur Bank Indonesia

by Desti Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Profil Destry Damayanti menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Perry...

Kebiasaan Buruk yang Membuat Gigi Rusak dan Berlubang

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Gigi Rusak dan Berlubang

by Chodijah Febriani
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kesehatan gigi sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, gigi adalah salah satu aset berharga yang mendukung penampilan seseorang....

Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

by Desti Dwi Natasya
July 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Peluang Andrea Pirlo gagal latih Timnas Italia semakin besar setelah namanya terseret dalam kontroversi yang berkaitan dengan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Lead Creative Agencies

Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Lead Creative Agencies

July 27, 2026
Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

Persebaya Bungkam Persija 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri Radovan Pankov

July 27, 2026
Dua Kasus Dugaan Keracunan Picu Penghentian Enam Dapur MBG di Lampung

Dua Kasus Dugaan Keracunan Picu Penghentian Enam Dapur MBG di Lampung

July 27, 2026
INTI 2026 Siap Digelar, Pameran Teknologi B2B Terbesar di Indonesia

INTI 2026 Siap Digelar, Pameran Teknologi B2B Terbesar di Indonesia

July 27, 2026
Menpar Pastikan Geopark Ijen Siap Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark

Menpar Pastikan Geopark Ijen Siap Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark

July 27, 2026
Paolo Maldini Siap Mundur jika Andrea Pirlo Gagal Ditunjuk Latih Italia

Profil dan Pendidikan Destry Damayanti, Pjs Gubernur Bank Indonesia

July 27, 2026
Kebiasaan Buruk yang Membuat Gigi Rusak dan Berlubang

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Gigi Rusak dan Berlubang

July 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved