JAKARTA, Cobisnis.com – Mungkin kamu berpikir bahwa hotel adalah akomodasi yang bersih dan terawat. Tapi, siapa sangka ternyata hotel bisa menjadi salah satu tempat paling kotor.
Hal itu karena hotel penuh dengan permukaan yang sering disentuh oleh banyak orang secara sering dengan berbagai tangan yang tidak bersih.
“Orang-orang pada dasarnya tidak mencuci tangan dengan benar, dan kemudian mereka mencuci tangan dengan tidak benar lagi saat berlibur. bakteri feses dan bakteri Staphylococcus sebagai dua kuman yang mudah menyebar dan perlu diwaspadai,” kata ahli mikrobiologi Jason Tetro, dilansir huffpost, Rabu (02/09/2026).
Tetro mengatakan, jika kamu bersentuhan dengan bakteri atau virus apa pun, kamu memiliki risiko terpapar kembali dalam waktu sekitar empat jam.
“Jika kamu kebetulan menyentuh wajah atau memasukkan jari ke mulut. Bakteri itu akan menempel,” jelas Tetro.
Dan dari semua permukaan yang sering disentuh di hotel, para ahli kuman memperingatkan bahwa tombol lift di lantai pertama bisa menjadi penyebab utama yang sering terabaikan.
“Semua orang menekan tombol lift lantai pertama untuk keluar. Sekarang saya harus menekan tombol lift dengan buku jari, karena kami sudah mengambil sampel dari cukup banyak lift,” tambah Chuck Gerba, ahli mikrobiologi di Universitas Arizona.
Bahkan Mary Spitzer menjadi peneliti sebuah penelitian di Mel and Enid Zuckerman College of Public Health di Universitas Arizona, ia memimpin sebuah studi di mana ia mengevaluasi penyebaran virus dan risiko infeksi di lobi hotel dan menemukan bahwa tombol lift di lantai pertama adalah yang paling sering disentuh, atau objek yang membantu menularkan penyakit menular.
Sebagai bagian dari pengamatan ini, dia duduk di lobi dan mencatat permukaan apa yang disentuh oleh siapa dan dalam urutan apa.
“Secara konsisten, tombol lift hotel akan disentuh terlebih dahulu, tentu saja, karena mereka turun ke lobi,” kata Spitzer.
Mereka biasanya tidak menekan tombol lift dalam waktu lama, tetapi bahkan menekan secara singkat pun berpotensi menyebarkan virus, karena virus dapat tetap hidup selama berjam-jam atau berhari-hari. Tetro mengatakan bahwa virus flu dapat hidup di permukaan tombol lift selama empat hingga delapan jam, misalnya.
“Begitu seseorang batuk dan bersin lalu memencet tombol lift, hanya dengan kamu menekan tombol itu dalam waktu yang sangat singkat sudah cukup bagi kamu untuk tertular virus dari sisa-sisa yang ada di sana,” ucap Tetro.
Selain lift hotel, Tetro memperingatkan bahwa area permukaan yang sering disentuh lainnya di hotel seperti gagang pintu, remote control, sakelar lampu, jam alarm dan telepon.
“Karena kemungkinan besar tidak pernah dicuci atau didesinfeksi,” jelas Tetro.













